Wayne Rooney buka suara soal kemungkinan Manchester City kehilangan gelar Liga Inggris akibat kasus pelanggaran Financial Fair Play (FFP).
Manchester City terbukti melakukan pelanggaran dengan membuat kontrak “palsu” bersama mitra komersial dan menyalurkan 900 juta pound secara ilegal untuk operasional klub.
Premier League menyatakan The Citizens melanggar aturan dalam sembilan periode antara 2009 hingga 2018.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai sanksi yang akan dijatuhkan. Salah satunya pencabutan gelar yang pernah diraih Manchester City.
Proses sidang sanksi sendiri berlangsung tertutup dan rahasia sampai hasilnya dapat dipublikasikan. Manchester City juga masih memiliki hak mengajukan banding hingga Jumat (2/10).
Rooney pernah menjadi runner-up Liga Inggris ketika Manchester City menjadi juara pada musim 2011-2012.
Jika gelar Manchester City dicabut, Manchester United berpeluang menerima hibah gelar tersebut. Akan tetapi, Rooney mengaku tidak menginginkannya.
“Saya tidak ingin hal ini hanya terdiam begitu saja… 15 tahun kemudian atau berapa pun lamanya, Anda mendapat medali karena City curang. Saya tidak akan merasa nyaman,” kata Rooney di podcast Stick to United, dikutip dari BBC.
“Pertanyaannya adalah, apakah saya ingin menerima medali itu karena finis di posisi kedua? Tidak.”
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Rooney menegaskan dirinya tidak nyaman menerima medali Liga Premier karena finis di posisi kedua.
“Beberapa pemain mungkin akan menerimanya. Saya hanya tidak akan merasa nyaman menerima medali Liga Premier karena finis di posisi kedua.”
Rooney justru lebih setuju jika Manchester City mendapatkan hukuman berupa degradasi ke kasta yang lebih rendah.


