Bournemouth melanjutkan kisah kebangkitannya dengan mengukir sejarah di Liga Europa setelah membantai Sturm Graz 3-0 dalam laga kandang Eropa pertama sepanjang sejarah klub. Delapan belas tahun lalu, The Cherries justru terancam bangkrut dan harus menerima hukuman pengurangan 17 poin di League Two.
Momen bersejarah di Stadion Vitality tersebut terasa semakin emosional bagi para pendukung Bournemouth. Sebelum pertandingan, lagu The Impossible Dream mengiringi suasana stadion, disertai kibaran bendera dan koreografi besar bertuliskan, “Minus 17 to European dreams. AFC Bournemouth, established 1899”.
Pada 2008, Bournemouth menghadapi ancaman kehilangan eksistensinya setelah masuk administrasi. Klub tersebut juga terdegradasi dari League One akibat hukuman pengurangan 10 poin.
Masalah mereka belum selesai. Agar bisa mengikuti kompetisi musim 2008-2009, Bournemouth yang saat itu dilatih Eddie Howe harus menerima hukuman tambahan pengurangan 17 poin di League Two.
Situasi tersebut membuat mereka terpuruk di dasar klasemen Football League. Bournemouth bahkan terancam terlempar dari kompetisi liga profesional Inggris.
The Cherries akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan finis di peringkat ke-21. Pencapaian itu menjadi fondasi kebangkitan mereka, yang kemudian mencapai puncaknya lewat promosi pertama ke Premier League pada 2015.
Kini, Bournemouth mencatatkan sejarah baru di kompetisi Eropa. Kemenangan 3-0 atas Sturm Graz membuat mereka menjadi klub Inggris kedua yang memenangi dua pertandingan pertamanya dalam kompetisi antarklub utama Eropa sejak Bolton Wanderers melakukannya di Piala UEFA 21 tahun sebelumnya.
Mantan bek Bournemouth, Joel Ward, menilai klub tersebut pantas menikmati pencapaian istimewa ini.
“Ini momen yang akan terus mereka kenang. Klub ini seharusnya menikmati malam seperti ini,” kata Ward kepada TNT Sports.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Dia juga menyoroti peran pemilik klub, Bill Foley, yang sejak awal ingin membawa Bournemouth tampil di kompetisi Eropa melalui investasi dan peningkatan standar klub.
Adam Smith Jadi Bagian dari Sejarah
Kapten Bournemouth, Adam Smith, menjadi salah satu tokoh utama dalam malam bersejarah tersebut. Bek kanan itu bergabung dengan klub melalui pinjaman dari Tottenham Hotspur pada 2011 sebelum statusnya dipermanenkan pada 2014.
Smith mengaku tidak pernah membayangkan dirinya bakal memimpin Bournemouth dalam pertandingan Eropa. Pengabdiannya selama bertahun-tahun akhirnya terbayar ketika dia memberikan asis untuk gol Eropa pertama klub di kandang sendiri.
Umpan silang Smith disambut Evanilson dengan sundulan pada penghujung babak pertama. Gol tersebut menjadi bagian penting dari kemenangan Bournemouth atas Sturm Graz.
“Perjalanan ini sudah lama dinantikan. Para penggemar bersemangat, para pemain juga demikian, jadi kami sangat senang,” ujar Smith kepada TNT Sports.
Sejak bergabung secara permanen, pemain berusia 35 tahun itu telah mencatatkan lebih dari 430 penampilan bersama Bournemouth. Dia turut membantu klub meraih tiga promosi, termasuk dua yang membawa mereka ke Premier League.
Ketika Smith ditarik keluar pada pertengahan babak kedua untuk digantikan James Hill, para pendukung tuan rumah berdiri dan menyanyikan namanya.
Ward menyebut Smith sebagai contoh pemain profesional yang mendapatkan hasil dari kerja kerasnya. Dia juga menilai kesempatan memimpin Bournemouth di panggung Eropa menjadi pengalaman emosional bagi sang bek.
Bournemouth Incar Kebangkitan di Liga Inggris
Kemenangan di Liga Europa belum sepenuhnya menggambarkan situasi Bournemouth pada kompetisi domestik. Tim asuhan Marco Rose itu masih tertahan di peringkat ke-18 klasemen Premier League dan menjadi salah satu dari tiga tim yang belum meraih kemenangan, bersama Fulham dan Tottenham Hotspur.
Rose berharap semangat yang ditunjukkan para pemain ketika menghadapi Sturm Graz bisa terbawa ke pertandingan berikutnya. Bournemouth dijadwalkan menghadapi Sunderland pada Minggu sebelum menjalani pertandingan kandang melawan AC Milan pekan depan.
“Jika kami tetap bersatu, bermain seperti ini, dan mendapat dukungan penggemar, kami akan sulit dihadapi dan dikalahkan,” kata Rose.
Pelatih yang menggantikan Andoni Iraola pada Juni tersebut berharap anak asuhnya mempertahankan semangat itu saat kembali berjuang di Liga Inggris.
Setelah melewati masa ketika keberlangsungan klub terancam, Bournemouth kini bersiap menjalani salah satu babak paling bergengsi dalam sejarah mereka saat menjamu AC Milan di Stadion Vitality.


