Apes! Belum juga badai cedera mereda, Atalanta justru ditampar kenyataan pahit di markas sendiri. Maurizio Sarri harus menyaksikan anak asuhnya dilumat Parma tiga gol tanpa balas.
Kemenangan perdana yang amat manis bagi sang juru taktik Parma, Alberto Gilardino. Sebaliknya untuk tuan rumah, hasil ini makin memperpanjang derita mereka.
Krisis Skuat Sarri
Gara-gara krisis cedera yang teramat parah, Sarri hanya bisa membawa 19 pemain. Nama-nama seperti Gianluca Gaetano, Thomas Kristensen, Raoul Bellanova, Gianluca Scamacca, Giacomo Raspadori, Sead Kolasinac, Franck Kessie, Isak Hien, Odilon Kossounou, hingga Pompei semuanya harus mendekam di ruang perawatan. Hanya Giorgio Scalvini yang baru kembali memperkuat benteng pertahanan.
Di sisi lain, Parma bertandang dengan status tim penghuni zona merah. Mereka berada di posisi tiga terbawah usai bermain imbang tanpa gol lawan Udinese dua hari silam. Tanpa Adrian Bernabe yang dibekap cedera otot saat latihan, Gilardino memasang Giovanni Fabbian di lini tengah serta menurunkan Simone Lontani untuk menemani El Bilal Toure di depan.
Dominasi Semu Tuan Rumah
Atalanta sebenarnya memegang kendali permainan pada setengah jam pertama. Penguasaan bola mereka menyentuh angka 73 persen. Charles De Ketelaere berkali-kali mencuri perhatian dan mengancam pertahanan lawan. Sepakan awalnya melebar, disusul tembakan jarak dekat yang digagalkan Giovanni Daffara, hingga tendangan mendatar yang melenceng tipis usai melewati barisan belakang Parma.
Ederson juga sempat melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang menyisir tipis di samping gawang. Nikola Krstovic tak ketinggalan membuang peluang usai sepakannya justru melenceng jauh.
Parma baru memperoleh peluang perdana lewat situasi bola mati saat sundulan Enrico Delprato memanfaatkan umpan korner Vincent Sierro masih melebar.
Tapi, mereka tak membuang kesempatan kedua.
Empat menit jelang waktu normal babak pertama usai, Sierro kembali mengirim umpan silang akurat dari sepak pojok. Fabbian yang berdiri bebas tanpa celah menyundul bola masuk dari jarak dekat. Gol! Daffara kemudian menutup paruh pertama dengan aksi penyelamatan gemilang saat menggagalkan tembakan Nicola Zalewski.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Petaka Usai Turun Minum
Baru dua menit babak kedua berjalan, nasib sial menghampiri tuan rumah. Davide Zappacosta yang berniat memotong umpan silang lawan justru membuat bola berbelok masuk ke dalam gawangnya sendiri. Gol bunuh diri!
Jonathan Rowe sempat mendapat dua kesempatan emas untuk menipiskan jarak, namun semuanya terbuang sia-sia.
Petaka benar-benar mengunci nasib Atalanta pada menit ke-58. Fabbian menyodorkan umpan manis kepada Lontani yang langsung melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang.
Sarri mencoba merespons. Eljif Elmas, Kamaldeen Sulemana, Lazar Samardzic, hingga Javison Idele dimasukkan bersamaan.
Sial bagi Atalanta, Daffara sedang dalam performa terbaiknya malam ini. Tembakan menyusur tanah Krstovic berhasil ia mentahkan. Mario Pasalic sempat melepaskan sundulan dari jarak dekat, tapi bola hanya menghantam mistar gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, benteng pertahanan Parma tetap perawan. Skor 3-0 menjadi bukti kejamnya kompetisi bagi Atalanta yang tengah goyah.


