AC Milan benar-benar hancur lebur di kandang sendiri! Asa mereka di pentas Liga Europa kini berada di ujung tanduk. Gara-gara kekalahan mengejutkan 2-0 dari wakil Hungaria, Ferencvaros, pada Jumat dinihari tadi.
Padahal, akhir pekan lalu skuad asuhan Ruben Amorim baru saja berpesta usai membungkam rival sekota, Inter Milan. Tapi, malam itu penampilan mereka di panggung Eropa berubah jadi mimpi buruk.
Lenny Joseph jadi aktor utama di San Siro. Dua gol diborongnya sekaligus. Ferencvaros sukses menciptakan kejutan besar dan menjaga rekor sempurna di fase liga.
Padahal tim tamu sempat bermain dengan 10 orang usai pemain pengganti mereka, Bamidele Yusuf, diganjar kartu merah jelang bubaran. Sialnya, Milan tetap tak berdaya.
Kini, Rossoneri harus merelakan posisi mereka merosot drastis ke peringkat 28 klasemen. Kantong poin mereka baru mengoleksi tiga biji dari empat pertandingan.
Pelatih Milan, Ruben Amorim, langsung mengamuk usai laga. Ia melontarkan kritik pedas tanpa ampun ke skuad asuhannya.
“Ketika Anda membela Milan, ada tanggung jawab besar yang harus diemban,” tegas Amorim dengan nada geram.
“Anda tidak bisa tampil di lapangan seperti itu. Kami belum siap bersaing di dua kompetisi sekaligus, Serie A dan Eropa. Kami harus membenahi cara pendekatan kami dalam menghadapi pertandingan.”
Pelatih asal Portugal itu sama sekali tidak mau pasang badan buat anak asuhnya.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
“Tidak ada yang bisa saya katakan lagi, kami wajib menang. Ini laga krusial. Saya bahkan tidak bisa membela tim ini,” tambahnya.
Kontras memang. Di kancah domestik Serie A, AC Milan tampil cukup menjanjikan dengan catatan baru kalah sekali dari 10 pertandingan. Namun di kompetisi kasta kedua Eropa ini, performa mereka justru terjun bebas. Tiga kekalahan sudah ditelan dari empat laga awal.
Usai kekalahan telak itu, Amorim bahkan mulai meragukan metode kepelatihannya sendiri.
“Mungkin saya melakukan kesalahan dalam beberapa hari terakhir,” ujar mantan manajer Manchester United itu.
“Musim lalu tim ini juga mengalami masalah serupa dan hari ini kami sama sekali tidak siap. Kami tidak punya mentalitas untuk membalas keadaan jika tertinggal. Malam ini, kami sama sekali tidak punya alasan.”
Menariknya, Amorim sempat melakukan rotasi besar-besaran. Enam perubahan susunan pemain ia lakukan dibanding saat melibas Inter akhir pekan lalu.
Petaka datang di babak kedua. Memasuki paruh awal, gawang Milan langsung dihujani tekanan hebat dari tim tamu.
Lenny Joseph memanfaatkan blunder fatal kiper cadangan Lorenzo Torriani untuk mencetak gol pembuka. Tak lama berselang, selang 14 menit kemudian, penyerang itu kembali mengoyak jala Milan lewat serangan balik cepat saat tuan rumah sibuk mencari gol balasan.
Milan sempat diuntungkan jumlah pemain ketika Yusuf diusir wasit pada menit ke-77. Tapi, keuntungan itu disia-siakan begitu saja.
“Mereka jauh lebih unggul secara teknis, taktik, dan yang paling penting adalah mentalitas. Mereka layak menang,” aku Amorim blak-blakan.
“Kami sama sekali tidak siap bermain sepak bola profesional hari ini.”
“Kami harus introspeksi diri dan tampil jauh lebih baik.”


