
Kekalahan telak membuat Chelsea disalip Brighton dalam perebutan posisi keenam klasemen. Situasi ini berpotensi makin memburuk karena sejumlah tim di bawah mereka siap mengambil keuntungan.
Hasil buruk 0-3 di kandang lawan membuat posisi pelatih kepala Liam Rosenior langsung berada dalam sorotan.
Ini menjadi kali pertama Chelsea menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mampu mencetak satu gol pun sejak 1912, periode kelam yang kini kembali terulang. Tekanan pun semakin besar bagi Rosenior yang harus berjuang keras menyelamatkan posisinya dalam waktu dekat.
Harapan Liga Champions Nyaris Tertutup
Secara hitungan matematis peluang itu masih ada, tetapi secara realistis harapan untuk tampil di Liga Champions hampir mustahil diwujudkan setelah kekalahan ini.
Cara tim kalah menjadi pukulan tersendiri, bukan hanya bagi pelatih tetapi juga jajaran manajemen yang kini mulai mempertimbangkan masa depannya.
Brighton tampil jauh lebih dominan sepanjang pertandingan. Chelsea tidak mampu memberikan perlawanan berarti dan menunjukkan performa yang jauh dari harapan.
Kini, ancaman gagal tampil di kompetisi Eropa menjadi sangat nyata.
Brighton berhasil naik ke posisi keenam, sementara Chelsea tertahan dengan selisih dua poin di bawahnya.
Sejumlah tim lain seperti Brentford dan Bournemouth memiliki poin yang sama, sementara Everton, Sunderland, dan Fulham berada tepat di belakang dengan selisih tipis. Bahkan semua tim tersebut masih memiliki sisa pertandingan lebih banyak dibanding Chelsea. Crystal Palace juga masih berpeluang mengejar dengan dua laga yang belum dimainkan.
Kontroversi ‘Barbergate’ Mengganggu Fokus
Menjelang pertandingan, muncul kabar mengejutkan terkait kondisi pemain.
Joao Pedro dikabarkan gagal dalam tes kebugaran terakhir, sementara Cole Palmer juga disebut tidak akan tampil.
Yang mengejutkan, informasi tersebut justru pertama kali muncul dari seorang tukang cukur milik Marc Cucurella yang membagikannya di media sosial sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut.
Saat susunan pemain diumumkan dan kedua nama tersebut benar-benar absen, informasi itu terbukti akurat.
Kebocoran ini menimbulkan kekhawatiran adanya sumber informasi internal yang tidak terkontrol di dalam tim. Situasi ini tentu memperburuk kondisi yang sudah sulit.
Dengan lawan memiliki waktu cukup lama untuk mengetahui kondisi tim, Rosenior diyakini merasa semua situasi berjalan tidak berpihak kepadanya.
Perubahan Taktik Berujung Kegagalan
Absennya beberapa pemain membuat Rosenior mencoba pendekatan berbeda dengan menggunakan formasi tiga bek.
Namun strategi ini justru berujung buruk sejak awal pertandingan.
Brighton langsung unggul cepat melalui gol Ferdi Kadioglu, sementara performa Chelsea terus menurun sebelum sempat sedikit membaik.
Perubahan kemudian dilakukan dengan menarik Wesley Fofana yang sudah menerima kartu kuning, serta memasukkan Alejandro Garnacho. Formasi juga diubah kembali ke skema 4-2-3-1 pada babak kedua.
Namun upaya tersebut tidak membawa perubahan signifikan.
Serangan balik cepat Brighton yang dipicu kesalahan Jorrel Hato membuat skor menjadi 2-0.
Gol ketiga yang dicetak Danny Welbeck pada masa tambahan waktu semakin menegaskan dominasi lawan.
Menariknya, hampir tidak ada reaksi negatif dari suporter Chelsea yang hadir langsung, karena sebagian besar sudah meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir.
