
Gilabola.com – Andoni Iraola sempat dikaitkan sebagai kandidat pengganti Eddie Howe di Newcastle United. Namun, sang pelatih asal Spanyol menegaskan bahwa ia belum memikirkan langkah berikutnya setelah berpisah dengan Bournemouth, klub yang bermarkas di pantai selatan Inggris tersebut.
Didatangkan pada tahun 2023, Iraola mampu menunjukkan performa positif bersama timnya meskipun kehilangan sejumlah pemain kunci. Tim yang ia latih saat ini sedang menikmati catatan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan di kompetisi kasta tertinggi Inggris, jelang laga tandang ke St James’ Park akhir pekan ini.
Di sisi lain, situasi berbeda dialami The Magpies yang tengah tertekan karena berada di posisi ke-14 klasemen. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi soal masa depan Howe, dengan Iraola disebut-sebut sebagai calon penggantinya.
Tanggapan Iraola Soal Rumor Newcastle
Saat ditanya mengenai kabar ketertarikan dari Newcastle, Crystal Palace, serta Athletic Bilbao, Iraola menegaskan bahwa keputusannya tidak dipengaruhi oleh klub lain.
Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai masa depannya, bahkan ia sendiri belum mengetahui apakah akan tetap melatih musim depan atau tidak.
Menurutnya, keputusan yang diambil murni berkaitan dengan apakah ia akan melanjutkan pekerjaannya saat ini atau tidak. Ia juga mengakui bahwa banyak orang mungkin tidak mempercayai pernyataannya, tetapi ia menegaskan bahwa itulah kondisi sebenarnya.
Selain itu, Iraola menambahkan bahwa ia tidak terburu-buru untuk menentukan langkah berikutnya. Saat ini, fokus utamanya adalah menyelesaikan sisa enam pertandingan musim ini yang dianggap sangat penting.
Keputusan yang Dipikirkan Matang
Iraola mengungkapkan bahwa keputusan untuk berpisah tidak diambil secara instan. Ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempertimbangkannya, dan selama proses tersebut, komunikasi dengan pihak klub terus berjalan.
Manajemen klub, menurutnya, sudah memahami kemungkinan kepergian tersebut. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada satu alasan utama di balik keputusan itu.
Salah satu pertimbangan terbesarnya adalah keinginan untuk mempertahankan rasa puas atas pencapaian selama tiga musim terakhir. Ia merasa bahwa melanjutkan ke musim keempat atau kelima bisa membawa risiko terhadap perasaan tersebut.
Selain itu, ia juga menyinggung faktor manusiawi, di mana seseorang bisa merasa jenuh dengan lingkungan yang sama dalam jangka waktu lama. Karena itu, ia menilai momen ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri perjalanan yang ia anggap sangat berkesan.
