
Gilabola.com – Gol Erling Haaland di menit akhir ternyata belum cukup menyelamatkan Manchester City. Di Stadion Vitality, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB, Bournemouth memaksa The Citizens bermain imbang 1-1 dan hasil itu langsung memastikan Arsenal keluar sebagai juara Liga Inggris musim 2025-2026.
City datang dengan tekanan besar. Mereka wajib menang agar peluang juara tetap hidup. Namun Bournemouth lagi-lagi tampil seperti tim yang tak takut menghadapi siapa pun musim ini.
Junior Kroupi sempat membuat publik tuan rumah bergemuruh lewat golnya pada menit ke-39. City baru bisa membalas lewat Haaland pada masa injury time, tepatnya menit 90+5.
Tetapi satu poin saja tidak cukup.
Selisih empat angka dari Arsenal membuat pasukan Pep Guardiola dipastikan gagal mengejar puncak klasemen karena kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan.
Bournemouth Terus Ganggu Tim Besar
Di balik gagalnya City mempertahankan peluang juara, Bournemouth justru makin mempertegas status mereka sebagai salah satu tim paling merepotkan musim ini.
Pasukan Andoni Iraola kini mencatat 17 pertandingan tanpa kekalahan di Premier League. Rinciannya delapan kemenangan dan sembilan hasil imbang. Catatan itu menjadi rekor unbeaten terpanjang di liga musim ini.
Menariknya, kekalahan terakhir Bournemouth terjadi saat mereka tumbang 2-3 dari Arsenal pada 4 Januari lalu.
Sisanya? Mereka terus bikin kejutan.
Bournemouth yang biasanya berkutat di papan tengah kini berubah jadi ancaman serius bagi tim besar. Arsenal, Manchester United, Manchester City, Liverpool sampai Chelsea pernah dibuat kehilangan poin oleh The Cherries.
Mereka bahkan mampu menumbangkan Arsenal dan Liverpool, serta beberapa kali menahan imbang Chelsea dan Manchester United baik kandang maupun tandang.
Dari Start Buruk Jadi Kandidat Liga Champions
Awal musim Bournemouth sebenarnya tidak terlalu meyakinkan. Mereka sempat kalah 2-4 dari Liverpool di Premier League lalu tersingkir dari Brentford di ajang Piala Liga usai kalah 0-2.
Namun perlahan performa tim berubah.
Konsistensi mulai terlihat dan Bournemouth kini masih punya peluang lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Penentuan itu akan terjadi pada laga terakhir musim ini melawan Nottingham Forest.
“Pada awal musim, Anda tidak membayangkannya. Ini sangat menyenangkan dan kami memiliki kesempatan untuk berjuang memperebutkan Liga Champions di pertandingan terakhir dan kami benar-benar pantas mendapatkannya,” kata Andoni Iraola kepada Sky Sports.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengaku ingin menutup perjalanannya bersama Bournemouth musim ini dengan pencapaian besar.
“Ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri karier dengan sesuatu yang bisa saya sentuh, saya tidak bisa meminta lebih dari itu,” ujarnya.
Musim ini pun terasa berbeda untuk Bournemouth. Setelah promosi ke Premier League pada 2022-2023, belum pernah mereka tampil segarang sekarang.
Dan Manchester City baru saja jadi korban terbaru.
Opini Gilabola.com: Bournemouth musim ini terasa seperti versi “liar” dari tim papan tengah Premier League. Mereka mungkin tidak punya skuad paling mahal, tapi keberanian bermain melawan klub besar jadi pembeda utama.
Andoni Iraola juga layak mendapat sorotan besar. Membawa Bournemouth bersaing di jalur Liga Champions sambil mencatat rekor unbeaten terpanjang jelas bukan pencapaian biasa.
Ikuti Gilabola.com di Google News
