
Persaingan perebutan posisi yang semakin ketat di Arsenal membuka kemungkinan perubahan pada komposisi pemain muda mereka pada bursa transfer musim panas mendatang. Mantan penyerang klub, Alan Smith, menilai peluang kepergian Myles Lewis-Skelly cukup terbuka setelah sang gelandang muda menjalani musim yang tidak mudah.
Pemain berusia 19 tahun itu sempat menikmati musim terobosan pada periode sebelumnya ketika tampil reguler di tim asuhan Mikel Arteta. Namun situasi berubah pada Liga Inggris musim 2025/2026. Waktu bermainnya menyusut drastis di kompetisi domestik, meski ia masih terlibat cukup sering di panggung Eropa.
Lewis-Skelly dikenal sebagai gelandang serba bisa, tetapi dalam skuad utama Arsenal ia lebih sering dimainkan di posisi bek kiri. Adaptasi posisi tersebut sempat berjalan baik, bahkan membawanya menembus tim nasional Inggris ketika dilatih oleh Thomas Tuchel.
Tuchel memberikan kesan yang sangat positif saat pertama kali melihat sang pemain di kamp pelatihan tim nasional.
“Pemain menakjubkan. Pemain dengan karakter,” kata Tuchel pada Maret 2025.
Pelatih asal Jerman itu juga menggambarkan bahwa kepribadian Lewis-Skelly membuatnya mudah disukai oleh rekan satu tim sejak hari pertama bergabung dengan skuad.
Persaingan di Posisi Bek Kiri
Perubahan situasi Lewis-Skelly tidak lepas dari dinamika skuad Arsenal pada musim panas lalu. Klub menambah kedalaman di sisi kiri pertahanan dengan meminjam bek asal Ekuador, Piero Hincapié. Kehadirannya memberi opsi tambahan bagi Arteta selain Riccardo Calafiori.
Dengan dua pemain tersebut berada di depannya dalam urutan pilihan, kesempatan Lewis-Skelly di liga menjadi semakin terbatas. Sepanjang musim 2025/2026, ia baru mencatatkan satu kali starter di Premier League.
Meski demikian, namanya masih muncul secara reguler dalam pertandingan Eropa. Hal itu membuat perannya belum sepenuhnya hilang dari rotasi tim.
Musim sebelumnya memberikan gambaran berbeda. Lewis-Skelly tampil sebanyak 42 kali untuk Arsenal di berbagai kompetisi dan berkembang sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan dari akademi klub.
Performa tersebut bahkan memicu sejumlah pujian dari pengamat sepak bola Inggris. Mantan bek Jamie Carragher sempat mengomentari penampilan Lewis-Skelly saat menghadapi Real Madrid. Carragher menggambarkan performa sang pemain sebagai spektakuler ketika dimainkan di posisi bek penuh.
Ia juga menilai pemain muda itu memiliki “arogansi”, karakter yang menurutnya mengingatkan pada Wayne Rooney dan rekan setimnya di tim nasional Inggris, Jude Bellingham.
Alan Smith: Musim yang Sulit
Alan Smith melihat musim ini sebagai periode yang penuh tantangan bagi Lewis-Skelly. Ia menilai posisi bek kiri Arsenal saat ini memiliki dua pemain yang berada di depannya dalam urutan pilihan.
“Ini menjadi musim yang sulit bagi Myles Lewis-Skelly. Dia dibelakang nama dua pemain, untuk posisi bek kiri,” kata Smith kepada BestBettingSites.
Menurut Smith, jika kesempatan bermain muncul, ia lebih tertarik melihat Lewis-Skelly kembali ke posisi alaminya di lini tengah. Ia menilai kemampuan kreatif sang pemain lebih terlihat ketika bermain sebagai gelandang dibandingkan ketika ditempatkan di lini pertahanan.
Smith juga menilai bek bukanlah posisi yang paling ideal bagi pemain muda tersebut. Kreativitasnya dianggap lebih cocok dimanfaatkan di area tengah lapangan.
Dalam situasi seperti ini, Smith memperkirakan sisa musim dapat menjadi semacam panggung bagi Lewis-Skelly untuk menarik perhatian klub lain.
“Tampakny ia akan masuk dalam daftar jual,” ujar Smith.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan transfer pada musim panas mendatang tetap terbuka.
Kontrak Panjang, Masa Depan Belum Pasti
Menariknya, spekulasi tentang masa depan Lewis-Skelly muncul tidak lama setelah ia menandatangani kontrak baru bersama Arsenal. Pemain akademi Hale End itu memperpanjang masa baktinya hingga tahun 2030 pada Juni 2025.
Saat menandatangani kontrak tersebut, Lewis-Skelly menyampaikan rasa bangganya bisa melanjutkan perjalanan di klub masa kecilnya.
“Saya sangat bangga dan bahagia,” katanya. Ia juga menggambarkan kesempatan membela Arsenal sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.
Sebagai produk akademi Hale End, Lewis-Skelly menilai perjalanan kariernya sejauh ini sangat berarti. Ia menekankan pentingnya tetap rendah hati sambil terus berkembang sebagai pemain.
Pemain muda itu juga mengakui bahwa pengalaman dari pertandingan sebelumnya—baik momen positif maupun kesalahan, memberinya bekal penting untuk menghadapi musim berikutnya.
Situasi Arsenal di Akhir Musim
Meski waktu bermainnya berkurang di liga, peluang Lewis-Skelly untuk kembali tampil tetap terbuka sebelum musim berakhir. Arsenal masih terlibat dalam perebutan gelar di beberapa kompetisi.
Tim asuhan Arteta sedang bersaing di Premier League, Champions League, Carabao Cup, dan FA Cup. Jadwal padat dalam berbagai kompetisi dapat membuka rotasi pemain, termasuk bagi pemain muda seperti Lewis-Skelly.
Situasi tersebut membuat keputusan mengenai masa depannya belum tentu diambil dalam waktu dekat. Banyak hal masih bergantung pada peran yang ia dapatkan hingga akhir musim.
Analisis Redaksi
Persoalan Lewis-Skelly bukan sekadar soal menit bermain, tetapi juga soal posisi yang paling sesuai dengan karakter permainannya. Dalam skuad Arsenal saat ini, peran bek kiri sudah memiliki dua opsi utama, sementara ia sendiri lebih dikenal sebagai gelandang kreatif.
Perubahan posisi yang terjadi dalam beberapa musim terakhir memberi pengalaman berharga, tetapi juga memengaruhi jalur perkembangan pemain muda tersebut.
Jika situasi rotasi tidak berubah hingga akhir musim, bursa transfer musim panas bisa menjadi momen penting dalam menentukan arah karier Lewis-Skelly. Bagi Arsenal, keputusan tersebut akan berkaitan dengan bagaimana klub memanfaatkan talenta akademi mereka di tengah persaingan skuad yang semakin ketat.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!