Rencana Arsenal memboyong Bruno Guimaraes ternyata bisa memicu perubahan besar di lini tengah. Bukan sekadar menambah amunisi, kedatangan gelandang Newcastle United itu disebut berpotensi membuka jalan bagi hengkangnya kapten tim, Martin Odegaard.
Guimaraes dikabarkan ingin pindah ke Stadion Emirates. Gelandang asal Brasil itu disebut tengah merasa frustrasi di Newcastle United, meski klubnya enggan melepas sang kapten setelah lebih dulu menjual Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun.
Arsenal Mulai Buka Opsi untuk Martin Odegaard
Laporan TEAMtalk menyebut Arsenal optimistis transfer Guimaraes bisa diselesaikan di kisaran Rp1,65 triliun. Jika kesepakatan itu tercapai, The Gunners diklaim siap mempertimbangkan tawaran yang masuk untuk Martin Odegaard apabila nilainya dianggap sesuai.
Odegaard merupakan salah satu sosok penting dalam keberhasilan Arsenal menjuarai Liga Inggris musim lalu. Gelandang asal Norwegia itu bergabung secara permanen pada musim panas 2021 setelah sebelumnya menjalani masa peminjaman dari Real Madrid.
Meski tetap memberi kontribusi saat berada dalam kondisi terbaik, beberapa musim terakhir Odegaard juga diwarnai masalah kebugaran. Pada musim lalu ia bahkan beberapa kali harus memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Menurut laporan tersebut, peluang Odegaard hengkang pada bursa transfer musim panas ini memang belum besar. Namun, kemungkinan itu juga belum sepenuhnya tertutup. Jika bertahan, musim ini disebut akan menjadi periode penting yang dapat menentukan masa depannya di Arsenal.
Disebutkan pula bahwa sudah ada minat serius terhadap pemain berusia 27 tahun tersebut. Hanya saja, klub-klub peminat belum bersedia memenuhi harga yang dipasang Arsenal. Dengan kontrak yang masih tersisa dua tahun, manajemen kini mulai mempertimbangkan berbagai opsi terkait masa depan sang kapten.
Kedatangan Guimaraes Bisa Mengubah Persaingan
Apabila Guimaraes benar-benar bergabung, persaingan di lini tengah Arsenal dipastikan semakin ketat. Situasi itu bisa membuat posisi Odegaard tidak lagi seaman beberapa musim sebelumnya.
Laporan tersebut juga menyoroti performa Odegaard yang dinilai belum lagi tampil seberpengaruh seperti pada awal kariernya bersama Arsenal. Selain persoalan kebugaran, penampilannya saat fit pun beberapa kali mendapat kritik karena dianggap kurang memberi dampak besar dalam permainan tim.
Di sisi lain, Declan Rice juga disebut sebagai sosok yang dinilai layak memimpin tim. Rice sendiri pernah menyebut Odegaard sebagai “salah satu pemain terbaik di liga”, tetapi laporan itu menilai pergantian ban kapten bisa menjadi bagian dari perubahan besar jika Arsenal benar-benar memulai era baru bersama Guimaraes.

