
Gilabola.com – Arsenal ternyata harus mengeluarkan pembayaran sebesar £1,4 juta (sekitar Rp28 miliar) kepada Southampton ketika melepas Alex Oxlade-Chamberlain ke Liverpool, akibat sebuah klausul unik dalam kontraknya.
Klausul Aneh yang Merugikan Arsenal
Oxlade-Chamberlain menjadi penjualan terbesar Arsenal ketika bergabung ke Liverpool pada 2017 dengan nilai awal £35 juta (sekitar Rp700 miliar), yang bisa meningkat menjadi £40 juta. Namun, The Gunners tidak bisa sepenuhnya menikmati keuntungan tersebut.
Dalam buku The Transfer Market: The Inside Stories (2018) karya Alan Gernon, disebutkan bahwa kontrak awal Oxlade-Chamberlain bersama Arsenal memiliki klausul yang mengharuskan klub London Utara membayar £10 ribu (Rp200 juta) kepada Southampton setiap kali sang pemain tampil lebih dari 20 menit.
Spekulasi soal klausul itu makin kuat karena Arsène Wenger sering memainkan Oxlade-Chamberlain sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir, khususnya setelah menit ke-71. Dari total 198 penampilannya bersama Arsenal, ia hanya menjadi starter di 115 laga.
Southampton Untung Besar
Berkat klausul tersebut, Southampton menikmati tambahan dana sebesar £1,4 juta (Rp28 miliar). Pasalnya, Oxlade-Chamberlain bermain lebih dari 20 menit dalam 85 laga Premier League, 25 pertandingan Liga Champions, 18 laga Piala FA, serta sembilan kali di Piala Liga selama enam tahun berseragam Arsenal.
Hal ini bahkan sempat menjadi perbincangan di That Peter Crouch Podcast pada 2024, di mana Peter Crouch dan Steve Sidwell dibuat bingung oleh aturan kontrak yang terbilang “gila” itu.
Karier dan Pertemuan Mantan Klub
Oxlade-Chamberlain yang kini berusia 32 tahun memulai karier profesional di Southampton sebelum pindah ke Arsenal pada 2011 dengan mahar £15 juta. Setelah enam tahun di London Utara dan enam musim di Anfield, ia sempat bermain dua tahun di Besiktas usai dilepas Liverpool pada 2023.
Kini berstatus bebas transfer, sang gelandang kemungkinan akan menyaksikan dengan penuh perhatian duel mantan klubnya ketika Liverpool menjamu Arsenal di Anfield.
Laga Panas di Anfield
Arsenal dan Liverpool sama-sama meraih dua kemenangan di awal musim. Tim asuhan Mikel Arteta memimpin klasemen berkat selisih gol usai menaklukkan Manchester United 1-0 dan membantai Leeds United 5-0.
Sementara itu, pasukan Arne Slot meraih kemenangan dramatis dalam dua laga pertamanya: menang 4-2 atas Bournemouth dan menekuk Newcastle United 3-2 berkat gol Rio Ngumoha di menit ke-100.
Meski begitu, catatan pertemuan tidak berpihak pada Liverpool. Mereka tidak pernah menang dalam enam laga terakhir kontra Arsenal di Premier League. Kemenangan terakhir The Reds atas The Gunners terjadi pada Maret 2022, sementara di Anfield sendiri terakhir kali Liverpool menang atas Arsenal adalah pada 2021.