Site icon Gilabola.com

Bukan Sekadar Gratisan, Ini Alasan Tottenham Sangat Membutuhkan Andy Robertson

Andy Robertson

Andy Robertson belum memainkan satu pertandingan pun bersama Tottenham Hotspur. Namun, kehadirannya sudah dianggap sebagai salah satu langkah paling menarik yang dilakukan klub London Utara itu pada awal bursa transfer musim panas.

Tottenham mengumumkan bahwa Robertson akan bergabung setelah kontraknya bersama Liverpool berakhir pada 1 Juli mendatang. Saat ini bek asal Skotlandia tersebut masih fokus bersama tim nasional negaranya yang tengah bersiap menghadapi Piala Dunia.

Pengalaman yang Dibutuhkan Tottenham

Kepergian Robertson dari Liverpool menutup perjalanan panjang yang dimulai sejak kepindahannya dari Hull City pada 2017. Selama hampir satu dekade di Anfield, ia berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia.

Dua gelar Liga Inggris dan trofi Liga Champions 2019 menjadi bagian dari koleksi prestasinya bersama The Reds. Bahkan, gelar Eropa itu diraih setelah Liverpool mengalahkan Tottenham di partai final.

Tottenham tampaknya melihat pengalaman Robertson sebagai aset penting. Musim lalu, skuad Spurs termasuk salah satu tim termuda di Liga Inggris. Di tengah inkonsistensi performa yang mewarnai perjalanan mereka sepanjang musim 2025/26, kehadiran pemain berpengalaman dinilai bisa membawa stabilitas yang selama ini kurang terlihat.

Robertson sendiri telah mencatatkan 332 penampilan di Premier League, sebuah angka yang menunjukkan betapa panjang pengalamannya di level tertinggi sepak bola Inggris.

Krisis Bek Kiri Jadi Pertimbangan

Faktor lain yang membuat Tottenham bergerak merekrut Robertson adalah situasi di posisi bek kiri.

Destiny Udogie memang masih dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik di posisinya. Namun, masalah kebugaran terus menghambat perkembangannya. Cedera hamstring dan lutut membuat pemain asal Italia itu hanya tampil 28 kali di semua kompetisi musim ini.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Masalah tersebut bukan hal baru. Sejak bergabung pada 2023, Udogie beberapa kali harus menepi akibat cedera.

Sementara itu, Ben Davies juga mengalami musim yang sulit. Operasi pergelangan kaki membuatnya absen pada paruh kedua musim, setelah sebelumnya hanya tampil tiga kali di liga.

Djed Spence sempat mengisi peran di sisi kiri pertahanan. Meski mampu menjalankan tugasnya dengan cukup baik, posisi idealnya tetap berada di sisi kanan.

Dengan kondisi tersebut, peluang Robertson untuk langsung mendapat peran penting di bawah pelatih Roberto De Zerbi terbuka sangat lebar.

Transfer Minim Risiko

Dari sisi bisnis, transfer ini terlihat menguntungkan bagi Tottenham.

Klub tidak perlu membayar biaya transfer untuk mendapatkan tanda tangan Robertson. Meski kini berusia 32 tahun, kontribusinya masih cukup besar. Musim 2025/26 lalu ia tetap tampil dalam 36 pertandingan bersama Liverpool.

Tottenham juga memiliki catatan cedera yang cukup mengkhawatirkan sepanjang musim lalu. Karena itu, keberadaan pemain senior yang siap dimainkan kapan saja menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.

Robertson mungkin bukan solusi jangka panjang. Namun untuk kebutuhan saat ini, Spurs mendapatkan pemain berpengalaman dengan risiko yang relatif kecil.

Opini GilaBola.com

Tottenham mengambil keputusan yang masuk akal dengan mendatangkan Andy Robertson secara gratis. Meski usianya sudah tidak muda, kualitas dan pengalaman yang dimiliki sang bek masih berada di level yang bisa membantu Spurs dalam jangka pendek.

Jika Destiny Udogie kembali mengalami masalah cedera, Tottenham tidak perlu panik karena sudah memiliki pemain yang terbukti mampu bersaing di level tertinggi. Untuk transfer tanpa biaya, sulit mengatakan bahwa langkah ini bukan sebuah keuntungan besar bagi Spurs.

 

Exit mobile version