Chelsea Siap Seret Manchester City ke Jalur Hukum Gara-Gara Enzo Maresca

Gilabola.com – Kepergian Pep Guardiola dari Manchester City mulai memunculkan efek berantai. Bukan cuma soal siapa penggantinya nanti, tapi juga ancaman konflik hukum dengan Chelsea.

Nama Enzo Maresca kini jadi pusat perhatian.

Mantan pelatih Chelsea itu disebut masuk daftar terdepan calon penerus Guardiola di Etihad Stadium. Namun laporan terbaru menyebut Chelsea siap mengambil langkah hukum apabila City benar-benar menunjuk Maresca sebagai manajer baru mereka.

Situasinya memang belum benar-benar reda sejak Maresca meninggalkan Stamford Bridge pada 1 Januari lalu. Perpisahan itu disebut berlangsung tidak mulus meski diumumkan sebagai kesepakatan bersama.

Ada klaim bahwa Maresca sempat memberi tahu petinggi Chelsea mengenai pembicaraannya dengan Manchester City terkait peluang menggantikan Guardiola. Sampai sekarang, kabar tersebut belum dibantah kedua klub.

Padahal Maresca sempat membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub. Tetapi performa tim kemudian menurun drastis. The Blues cuma meraih satu kemenangan dari tujuh laga Premier League dan posisi mereka melorot dari papan atas klasemen.

Masalah lain ikut muncul.

Maresca beberapa kali dikabarkan berselisih dengan jajaran direksi soal kebijakan transfer. Pelatih asal Italia itu disebut meminta tambahan pemain berpengalaman sebelum akhirnya hengkang.

Laporan Telegraph menyebut Chelsea siap menuntut kompensasi kepada Manchester City dengan memakai detail kesepakatan saat Maresca meninggalkan klub London barat tersebut.

Bahkan Chelsea disebut harus mengajukan keluhan resmi ke Premier League jika ingin ada tindakan terhadap City.

Kekecewaan internal Chelsea kabarnya cukup besar. Mereka merasa kepergian Maresca di tengah musim ikut merusak perjalanan tim musim ini.

Setelah hasil imbang melawan Bournemouth pada 30 Desember, Maresca juga sempat memicu perhatian karena tidak menjalani tugas konferensi pers pascalaga. Beberapa hari kemudian, kepergiannya resmi diumumkan.

Sebelumnya, usai menang atas Everton pada Desember lalu, Maresca sempat melontarkan komentar tajam.

“Sejak saya datang ke klub ini, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami,” kata Maresca.

Belakangan ia menjelaskan komentar itu ditujukan secara umum dan menegaskan dirinya tetap senang dengan dukungan suporter Chelsea.

Maresca sendiri bukan sosok asing di Manchester City. Ia pernah menangani tim U-23 City pada musim 2020/21 sebelum kembali sebagai asisten Guardiola di musim 2022/23.

Setelah itu, ia sukses membawa Leicester City promosi lewat gelar Championship sebelum pindah ke Chelsea.

Guardiola pun sempat memberi pujian besar kepada Maresca setelah pelatih Italia itu meninggalkan Stamford Bridge.

“Dari sudut pandang saya, Chelsea kehilangan manajer dan pribadi yang luar biasa,” ujar Guardiola.

“Itu keputusan petinggi Chelsea. Saya tidak punya komentar lain. Saya sangat beruntung berada di klub yang luar biasa.”

Di sisi lain, Guardiola kini disebut tinggal menghitung waktu untuk meninggalkan Manchester City setelah satu dekade bersama klub tersebut.

Laporan yang muncul Senin malam menyebut pelatih asal Spanyol itu akan pergi usai laga melawan Bournemouth dan Aston Villa.

Kabarnya Guardiola marah besar setelah informasi kepergiannya bocor menjelang momen penting perebutan gelar Premier League. Ia akhirnya harus memberi tahu para pemain lewat panggilan telepon larut malam.

Pelatih City itu dijadwalkan berbicara ke media pada Selasa malam waktu setempat sebelum pertandingan melawan Bournemouth.

Opini Gilabola.com

Kalau laporan ini benar, hubungan Chelsea dan Manchester City bisa berubah panas dalam waktu cepat. Apalagi nama Maresca punya koneksi kuat dengan kedua klub. Situasi seperti ini juga bisa membuka banyak pertanyaan soal komunikasi antarklub dan etika pendekatan pelatih di tengah musim.

Ikuti Gilabola.com di Google News