
Gilabola.com – Musim terbaik Bruno Fernandes di Manchester United justru dimulai dari rasa kecewa.
Kapten MU itu datang ke pramusim musim panas lalu dengan perasaan yang belum benar-benar hilang. Di internal klub, ada yang merasa Fernandes masih memikirkan kemungkinan dirinya dilepas ke Arab Saudi usai musim 2024/25. Perasaan itu bahkan akhirnya ia ungkap sendiri dalam wawancara di Portugal pada Desember lalu.
Sulit membayangkan saat itu Fernandes bakal menutup musim dengan sejarah besar di Premier League.
Apalagi perannya sempat berubah total di bawah Ruben Amorim. Fernandes dimainkan lebih dalam sebagai gelandang bertahan kreatif dalam skema 3-4-2-1. Sampai periode wawancara tersebut dilakukan, ia baru mencatat lima assist di liga.
Lalu semuanya berubah.
Assist ke-20 Fernandes lahir saat Manchester United menang atas Nottingham Forest, Minggu lalu. Umpan silang datarnya disambar Bryan Mbeumo dan membuat gelandang Portugal itu menyamai rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League milik Thierry Henry dan Kevin De Bruyne.
Masih ada satu pertandingan tersisa. Artinya, Fernandes berpeluang berdiri sendirian di puncak.
Perubahan Posisi Jadi Titik Balik
Momentum kebangkitan Fernandes datang setelah Michael Carrick menggantikan Amorim dan mengembalikannya ke posisi nomor 10 dalam formasi 4-2-3-1.
Di posisi favoritnya itu, Fernandes kembali menjadi pusat permainan MU. Hasilnya langsung terasa. Ia mengoleksi 12 assist hanya dalam 16 pertandingan bersama Carrick.
Meski begitu, Fernandes ternyata cukup terpukul saat Amorim dipecat pada awal Januari. Ia dikenal sangat loyal dan mendukung penuh kompatriotnya tersebut.
Menariknya, Fernandes justru merasa eksperimen Amorim membuat permainannya berkembang. Bermain lebih dalam membuatnya memahami alur pertandingan dengan lebih baik. Sekarang, saat kembali bermain menyerang, ia dianggap jauh lebih komplet.
Pergerakannya di antara lini lawan makin cerdas. Keputusan saat memegang bola juga naik level.
Obsesi Sepak Bola yang Tak Pernah Hilang
Orang-orang dekat Fernandes sebenarnya tidak heran melihat perkembangan itu. Mereka menyebut pemain 31 tahun tersebut “terobsesi” dengan sepak bola.
Di Carrington, Fernandes hampir selalu terlihat membawa iPad untuk menonton pertandingan. Ia bahkan mengikuti laga A-League Australia demi menyaksikan Juan Mata bermain untuk Melbourne Victory.
Tak cuma itu.
Fernandes juga pernah rutin memantau klub Polandia, Radomiak Radom, hanya karena sahabatnya Francisco Ramos bermain di sana. Kadang setelah latihan, ia masih duduk menonton pertandingan liga Portugal U-17.
Pekan lalu, ia juga sempat membahas play-off Championship setelah menyaksikan semifinal Millwall kontra Hull City dan Southampton melawan Middlesbrough.
Sepak bola benar-benar memenuhi harinya.
Sosok Pemimpin di Ruang Ganti MU
Musim ini Fernandes juga dinilai jauh lebih fokus di lapangan karena situasi internal klub mulai stabil.
Sebelumnya, ia cukup banyak membantu urusan non-teknis setelah Sir Jim Ratcliffe mengambil alih klub. Fernandes sering membantu staf, menyelesaikan masalah perjalanan tim, sampai ikut mengurus detail menuju final FA Cup 2024.
Ia disebut mengenal nama hampir semua staf di Carrington. Bahkan masih menjaga hubungan dengan beberapa pegawai yang sudah tidak bekerja di klub.
Salah satu orang internal MU menggambarkan Fernandes sebagai sosok dengan kecerdasan emosional luar biasa. Ia tahu kapan harus keras kepada rekan setim, kapan harus memberi dukungan.
Hubungannya dengan Tom Heaton juga disebut sangat berpengaruh. Kiper senior berusia 40 tahun itu menjadi semacam mentor kepemimpinan bagi Fernandes di ruang ganti.
Para pemain akademi MU pun punya kesan positif terhadap sang kapten. Fernandes disebut hampir selalu menemani pemain muda yang baru pertama kali ikut latihan tim utama agar lebih tenang.
Rekan Setim Ikut Mengejar Rekor
Mendekati rekor assist Premier League, para pemain MU ternyata ikut merasakan tekanannya.
Ada yang bercanda Fernandes mungkin akan memberikan penalti kepada rekan lain demi assist tambahan. Sebagian juga merasa sang kapten mulai lebih sering mencari umpan dibanding menembak sendiri.
Bryan Mbeumo bahkan sempat membuang peluang emas dari umpan Fernandes saat melawan Nottingham Forest. Fernandes sampai jatuh berlutut dan menutupi wajahnya di rumput karena frustrasi melihat bola melambung.
Untungnya, Mbeumo akhirnya mencetak gol dari assist Fernandes di laga yang sama.
Setelah pertandingan, Fernandes malah memilih memuji penyerangnya tersebut karena berhasil mengakhiri paceklik gol. Sikap itu dianggap sangat menggambarkan karakternya di ruang ganti MU.
Pada Selasa waktu setempat, Fernandes dijadwalkan pergi ke London untuk menerima penghargaan Football Writers’ Association Footballer of the Year.
Dan jika assist berikutnya datang di laga terakhir musim ini, rak trofinya mungkin harus ditambah lagi.
Ikuti Gilabola.com di Google News
