Guardiola Bawa Pelajaran Lama di Era Barcelona Saat Manchester City Kejar The Gunners

Gilabola.com – Tekanan belum bikin Pep Guardiola menyerah. Pelatih Manchester City itu justru membawa kembali pelajaran lama yang ia dapat dari legenda Johan Cruyff demi menjaga peluang juara tetap hidup sampai pekan terakhir Premier League.

City wajib menang saat tandang ke markas AFC Bournemouth jika masih ingin memberi tekanan kepada Arsenal dalam perebutan gelar.

Guardiola tahu situasinya tidak mudah. Timnya baru saja menjalani final FA Cup dan hanya punya waktu pemulihan singkat. Sementara Bournemouth mendapat waktu persiapan lebih panjang karena terakhir bermain lebih awal.

Belum lagi, Bournemouth masih mengejar tiket kompetisi Eropa musim depan.

Guardiola bahkan menggambarkan laga itu seperti duduk di kursi dokter gigi. “Mereka tidak memberi Anda ruang bernapas,” ujar Guardiola.

Ia menilai Bournemouth bakal tampil jauh lebih agresif karena memiliki waktu sekitar 10 hari untuk mempersiapkan pertandingan tersebut. Guardiola juga menegaskan timnya harus cukup cerdas membaca permainan jika ingin keluar dengan hasil positif.

Guardiola Belum Mau Mengucapkan Selamat ke Arsenal

Pelatih asal Spanyol itu sadar nasib City kini bukan sepenuhnya di tangan mereka sendiri. Namun ia tetap ingin memperpanjang persaingan gelar sampai hari terakhir musim.

“Kami tahu kalau tidak menang di Bournemouth, kami harus memberi selamat kepada Arsenal,” kata Guardiola.

Ia berharap City bisa terus menekan hingga Arsenal menghadapi Crystal Palace pada laga terakhir. City sendiri masih harus bertemu Aston Villa, yang menurut Guardiola sama sekali bukan lawan mudah.

Ia secara khusus memuji pelatih Villa, Unai Emery.

Guardiola mengaku ingin membawa perebutan gelar berjalan “tiga, empat, atau lima hari lagi” sambil berharap City bisa kembali menjadi juara Premier League.

Pelajaran Lama dari Era Barcelona

Guardiola juga mengingat kembali masa-masanya bersama FC Barcelona saat masih menjadi pemain.

Barcelona kala itu memenangkan empat gelar liga beruntun pada 1990 hingga 1994. Dalam tiga musim, mereka bahkan berhasil membalikkan keadaan pada hari terakhir kompetisi.

Semua itu dipimpin oleh Johan Cruyff.

Guardiola mengatakan satu pesan dari Cruyff masih terus ia pegang sampai sekarang: tim harus memenangkan pertandingannya sendiri lebih dulu, apa pun situasinya.

Menurut Guardiola, hal terburuk adalah kehilangan gelar karena gagal menang ketika rival juga terpeleset.

“Itu tidak boleh terjadi,” ucapnya.

Ia menegaskan City sekarang hanya perlu fokus mengalahkan Bournemouth lebih dulu. Setelah itu, baru menunggu hasil lain yang bisa membuka peluang juara tetap hidup.

Opini Gilabola.com

Mentalitas Guardiola memang jarang berubah meski situasi klasemen tidak ideal. Ia selalu mencoba menjaga tekanan tetap hidup sampai detik terakhir, bahkan ketika peluang terlihat tipis. Filosofi Johan Cruyff juga masih terasa kuat memengaruhi cara Guardiola memandang perebutan gelar.

Ikuti Gilabola.com di Google News