Pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, merespons rumor yang mengaitkannya dengan kursi pelatih Manchester United di tengah tekanan terhadap Michael Carrick.
Hurzeler disebut sebagai salah satu kandidat pengganti Carrick jika performa dan hasil pertandingan Setan Merah tidak segera membaik.
Carrick sebelumnya membawa Man United bangkit pada paruh kedua musim lalu. Dia mengantarkan klub tersebut finis di peringkat ketiga Liga Inggris sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions.
Situasi berubah drastis pada musim ini. Man United justru mencatatkan awal musim terburuk sepanjang sejarah klub setelah menelan empat kekalahan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi.
Setan Merah kini tertahan di peringkat ke-13 klasemen Liga Inggris setelah hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan.
Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah Man United kalah 0-2 saat bertandang ke markas Atletico Madrid dalam pertandingan Liga Champions, Selasa.
Laporan terbaru menyebut manajemen Man United sudah mulai mempertimbangkan sejumlah kandidat untuk menggantikan Carrick. Hurzeler disebut sebagai kandidat paling menonjol dari kalangan pelatih Liga Inggris, sedangkan mantan pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur, Antonio Conte, juga masuk dalam pemberitaan terkait posisi tersebut.
Hurzeler Pilih Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Menanggapi spekulasi mengenai masa depannya, Hurzeler menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terdistraksi oleh berbagai kabar di luar lapangan.
Pelatih Brighton itu menyampaikan sikapnya menjelang pertandingan Liga Inggris melawan Crystal Palace pada Minggu.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
“Kendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan dan fokus pada sesuatu yang bisa saya pengaruhi. Begitulah cara saya bekerja, baik dalam situasi baik maupun buruk,” kata Hurzeler kepada wartawan.
“Saya tidak pernah berfokus pada kegaduhan atau gangguan ketika situasi sedang buruk. Saya juga tidak memikirkan kegaduhan ketika situasi sedang baik.”
“Saya selalu fokus pada tim, persiapan, dan meraih kemenangan untuk para suporter karena mereka tahu betapa pentingnya hal itu.”
Pernyataan tersebut muncul setelah CEO Brighton, Paul Barber, menegaskan bahwa klub tidak takut kehilangan pemain maupun pelatih terbaik mereka akibat ketertarikan klub yang lebih besar.
Barber menyebut Brighton sudah memiliki rencana suksesi untuk mengantisipasi kemungkinan kepergian pemain dan staf pelatih.
“Jika kami tampil baik, itu karena pemain dan pelatih kami bekerja dengan baik. Jika itu terjadi, mereka tentu akan masuk radar klub lain,” ujar Barber kepada Sky Sports News.
“Kami sudah berkali-kali melewati situasi tersebut. Itu bagian dari model kami. Kami tidak takut karena sudah memiliki rencana suksesi, baik di dalam maupun di luar lapangan.”
Rekam Jejak Hurzeler
Hurzeler mulai menangani Brighton ketika berusia 31 tahun dan menjadi pelatih termuda sepanjang sejarah Liga Inggris. Selama dua setengah tahun terakhir di Stadion Amex, reputasinya sebagai pelatih yang mampu mengembangkan pemain semakin meningkat.
Dia kini mendekati 100 pertandingan bersama The Seagulls dengan catatan 45 kemenangan, 27 hasil imbang, dan 26 kekalahan di semua kompetisi. Persentase kemenangannya mencapai 45,9 persen.
Pada musim lalu, Hurzeler membawa Brighton finis di peringkat kedelapan Liga Inggris sehingga berhak tampil di Conference League.
Awal musim ini juga berjalan positif bagi Brighton. Mereka menempati peringkat ketiga klasemen dengan koleksi 13 poin dari enam pertandingan, sekaligus mencetak 18 gol, terbanyak di liga sejauh ini.
Hurzeler memperpanjang kontraknya pada Mei lalu sehingga terikat dengan Brighton hingga musim panas 2029. Klausul pelepasan senilai 15 juta euro atau sekitar 13,1 juta poundsterling dalam kontrak sebelumnya dikabarkan telah dihapus.
Dengan rekam jejak tersebut, Hurzeler menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan posisi pelatih Man United. Dia sendiri menegaskan akan tetap memprioritaskan persiapan tim dan hasil pertandingan bersama Brighton.


