Kehilangan Ollie Watkins, Aston Villa Kejar Rafael Leao dan Nicolas Jackson

Kekalahan telak 0-4 dari Brighton and Hove Albion membuat masalah lini depan Aston Villa terlihat semakin nyata. Di tengah situasi itu, klub bergerak cepat mencari solusi setelah Ollie Watkins semakin dekat dengan pintu keluar.

Villa kini membuka pembicaraan dengan AC Milan untuk Rafael Leao. Pada saat yang sama, mereka juga berada di tahap akhir negosiasi untuk mendatangkan Nicolas Jackson dari Chelsea.

Rafael Leao Masuk Radar Aston Villa

Menurut laporan The Athletic, Aston Villa telah menghubungi AC Milan untuk membahas kemungkinan transfer Rafael Leao.

Pemain internasional Portugal tersebut memang lebih dikenal sebagai winger. Namun, Villa disebut melihat fleksibilitas Leao sebagai salah satu alasan utama mereka tertarik merekrut pemain berusia 27 tahun itu.

Villa dikabarkan ingin mendapatkan Leao melalui skema pinjaman yang disertai kewajiban pembelian.

Jalannya negosiasi masih belum aman. Galatasaray juga disebut tertarik kepada Leao, sehingga belum ada jaminan sang pemain akan tiba di Midlands sebelum tenggat transfer pada Selasa.

Kebutuhan Villa terhadap pemain depan meningkat setelah Watkins berada di ambang kepindahan ke Al-Hilal. Penyerang berusia 30 tahun itu bahkan tidak tampil saat Villa membuka Liga Premier dengan kekalahan 0-4 dari Brighton.

Ketidakhadiran Watkins sempat membuat Unai Emery frustrasi ketika ditanya mengenai situasi sang pemain.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Emery mengatakan pertanyaan tersebut seharusnya ditujukan kepada Watkins. Ia juga menyebut media dapat menghubungi sang pemain dan agennya untuk mengetahui apakah Watkins memang menolak bermain.

Laporan yang sama menyebut Watkins hampir menyelesaikan transfer senilai £50 juta ke Liga Pro Arab Saudi.

Nicolas Jackson Selangkah Lagi ke Villa

Untuk posisi penyerang tengah, Villa juga mengejar Nicolas Jackson.

Kesepakatan secara garis besar telah tercapai dengan Chelsea. Nilainya sekitar £65 juta, terdiri dari £47,5 juta biaya terjamin dan £17,5 juta dalam bentuk bonus atau add-on.

Jika dikonversi secara perkiraan, angka tersebut berada di kisaran Rp1,43 triliun, dengan biaya terjamin sekitar Rp1,05 triliun dan bonus hingga sekitar Rp385 miliar.

Negosiasi disebut sudah berada di tahap akhir untuk Jackson, pemain berusia 25 tahun yang belum mampu menemukan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea pada 2023.

Jackson masih terikat kontrak dengan Chelsea hingga 2033. Namun, penyerang internasional Senegal itu tampaknya tidak masuk dalam rencana Xabi Alonso.

Situasi tersebut bukan hal baru bagi Jackson. Musim lalu, ia juga tidak menjadi bagian penting dari rencana Enzo Maresca maupun Liam Rosenior sebelum akhirnya dipinjamkan ke Bayern Munich.

Selama bermain di Bundesliga, Jackson mencetak delapan gol dalam 23 pertandingan. Sebagian besar waktunya digunakan sebagai pelapis Harry Kane.

Kini Villa berharap perubahan klub bisa membantu Jackson menghidupkan kembali kariernya.

Villa Memang Harus Bergerak

Perombakan lini depan ini datang setelah Aston Villa kehilangan sejumlah pemain penting dari skuad yang memenangkan Liga Europa musim lalu.

Morgan Rogers telah pindah ke Stamford Bridge dengan nilai transfer £117 juta, atau sekitar Rp2,57 triliun. Youri Tielemans juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan Manchester United seharga £35 juta, sekitar Rp770 miliar.

Lucas Digne kembali ke Paris Saint-Germain. Ezri Konsa pun dilepas ke Arsenal dengan biaya £51 juta ditambah add-on £4 juta, yang jika dikonversi menjadi sekitar Rp1,12 triliun plus Rp88 miliar.

Kini Watkins menyusul dalam daftar pemain yang berpotensi pergi.

Dengan kondisi tersebut, ketertarikan terhadap Leao dan Jackson bukan sekadar aktivitas transfer biasa. Villa membutuhkan tambahan daya gedor setelah langsung memperlihatkan masalah tersebut saat kalah 0-4 dari Brighton.

Opini

Jackson lebih ‘masuk’ sebagai pengganti langsung Watkins karena posisi alaminya sebagai penyerang tengah. Leao menawarkan opsi yang berbeda. Kehadirannya bisa memberi Emery fleksibilitas dalam menyusun lini serang, terutama jika Villa memang ingin memiliki lebih dari satu cara untuk membangun serangan.

Villa kehilangan terlalu banyak pemain penting dalam waktu berdekatan. Setelah kekalahan 0-4 dari Brighton, kebutuhan untuk segera memperbaiki lini serang semakin mendesak!