Ada kabar menarik dari balik layar Manchester United. Setelah dua dekade menguasai klub, sejumlah anggota keluarga Glazer dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melepas sebagian, bahkan seluruh saham mereka di klub raksasa Premier League tersebut.
Laporan itu muncul saat suasana di Old Trafford sedang jauh lebih positif dibanding beberapa tahun terakhir. Manchester United baru saja menutup musim dengan finis di posisi ketiga, pencapaian terbaik mereka dalam tiga tahun terakhir.
Kepemilikan Glazer Kembali Jadi Pembahasan
Keluarga Glazer telah menjadi pemilik Manchester United sejak Malcolm Glazer menyelesaikan proses akuisisi klub pada 2005.
Meski sempat menikmati era kejayaan bersama Sir Alex Ferguson, hubungan keluarga Glazer dengan para pendukung terus memburuk dalam satu dekade terakhir. Sejak Ferguson pensiun pada 2013, United belum pernah kembali bersaing serius dalam perebutan gelar Premier League.
Pada November 2022, keluarga Glazer sempat mengumumkan bahwa mereka terbuka terhadap berbagai opsi, termasuk investasi baru maupun penjualan klub.
Proses tersebut kemudian menghasilkan masuknya miliarder Inggris Sir Jim Ratcliffe sebagai pemegang saham minoritas. Melalui INEOS, Ratcliffe memperoleh kendali atas operasional sepak bola klub.
Namun perubahan itu belum langsung membawa kesuksesan besar. Musim 2024-2025 bahkan menjadi musim terburuk Manchester United di era Premier League, disertai pemutusan hubungan kerja terhadap 450 staf non-sepak bola.
Belum Ada Kesepakatan di Internal Keluarga
Menurut laporan terbaru, belum seluruh anggota keluarga Glazer memiliki pandangan yang sama terkait masa depan kepemilikan klub.
Beberapa anggota disebut sedang mendiskusikan kemungkinan menjual sebagian atau seluruh saham mereka. Namun sebagian lainnya masih mempertimbangkan langkah terbaik sebelum mengambil keputusan.
Saat ini Avram Glazer dan Joel Glazer menjadi dua sosok paling dikenal publik karena berstatus sebagai executive co-chairman klub. Selain keduanya, masih ada Darcie, Bryan, Kevin, dan Edward Glazer yang juga memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan penting.
Berdasarkan data Manchester United, enam anggota keluarga tersebut menguasai 67,9 persen hak suara. Sementara INEOS milik Ratcliffe memegang 28,9 persen hak suara.
Pembahasan ini muncul bersamaan dengan rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton yang didorong oleh Ratcliffe. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sangat besar.
Berapa Harga Manchester United Saat Ini?
Saham Manchester United saat ini diperdagangkan di Bursa Efek New York dengan nilai sekitar 21 dolar AS per lembar.
Jika dikonversi menggunakan nilai perusahaan secara keseluruhan, Manchester United memiliki valuasi pasar sekitar Rp58,7 triliun.
Meski begitu, angka tersebut belum mencerminkan harga sebenarnya jika ada pihak yang ingin mengambil alih kendali klub.
Saat proses penjualan pada 2023, keluarga Glazer diketahui menolak tawaran pembelian penuh yang nilainya diperkirakan melebihi 6,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp109 triliun.
Ratcliffe sendiri membeli 27,7 persen saham Manchester United pada Februari 2024 dengan nilai sekitar 1,6 miliar dolar AS atau setara Rp26 triliun.
Dengan kembalinya klub ke Liga Champions dan meningkatnya nilai bisnis olahraga dunia, harga jual Manchester United diyakini bisa lebih tinggi dibanding beberapa tahun lalu.
Siapa yang Berpotensi Membeli Saham Glazer?
Jika keluarga Glazer benar-benar memutuskan menjual sebagian saham mereka, peminatnya diyakini tidak akan sedikit.
Saat Manchester United dibuka untuk investor pada 2022, banyak kelompok investasi dan individu kaya yang menunjukkan minat.
Salah satu nama yang sempat serius mendekati kesepakatan adalah Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani. Ia bersaing dengan Ratcliffe dalam proses negosiasi pada 2023, namun gagal mendapatkan klub secara penuh.
Meski demikian, laporan menyebut saat ini belum ada indikasi Sheikh Jassim akan kembali masuk dalam pembicaraan.
Ratcliffe juga berpeluang menambah kepemilikannya di klub. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa miliarder Inggris tersebut akan mengambil langkah tersebut dalam waktu dekat.
Opini GilaBola.com
Jika sebagian keluarga Glazer pada akhirnya mau melepas saham mereka, ini bisa menjadi titik balik penting bagi Manchester United. Selama bertahun-tahun, isu kepemilikan menjadi sumber ketegangan antara klub dan suporternya.
Namun perubahan pemilik bukan jaminan masalah langsung selesai. Yang paling dibutuhkan Manchester United saat ini bukan sekadar pergantian nama di ruang rapat, melainkan arah jangka panjang yang jelas agar klub bisa kembali konsisten bersaing di level tertinggi.

