
Gilabola.com – Akhir era besar tampaknya benar-benar sudah dekat di Etihad Stadium. Setelah bertahun-tahun mendominasi sepak bola Inggris, Pep Guardiola disebut bakal meninggalkan Manchester City di akhir musim Premier League 2025/26.
Nama yang muncul sebagai calon pengganti juga cukup mengejutkan. Mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, disebut jadi kandidat terdepan untuk mengambil kursi panas milik Guardiola.
Beban yang menunggu jelas tidak ringan.
Guardiola meninggalkan standar yang nyaris mustahil disentuh. Sejak datang ke Inggris pada musim 2016-17, pria asal Spanyol itu membawa City meraih enam gelar Premier League dari 10 musim terakhir.
Bahkan saat sempat diragukan di awal kedatangannya, Guardiola langsung membalas dengan cara brutal. City mengoleksi 100 poin pada musim berikutnya setelah hanya finis posisi ketiga di musim debutnya.
Rekor itu masih bertahan sampai sekarang.
Premier League Bisa Punya Juara Baru Lagi
Kepergian Guardiola diyakini bakal mengubah wajah Premier League. Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan liga terasa sangat dipengaruhi dominasi Manchester City.
Hanya Liverpool dan Arsenal yang sempat menggagalkan City finis di puncak sejak musim 2017-18. Arsenal bahkan baru saja memastikan gelar setelah City tertahan Bournemouth pada Selasa lalu.
Maresca memang dinilai punya pendekatan taktik yang cerdas. Tapi menyamai Guardiola jelas cerita berbeda.
Itu sebabnya banyak pihak merasa Premier League bakal kembali lebih terbuka. Kans klub-klub lain untuk naik ke papan atas dianggap jauh lebih besar tanpa Guardiola di pinggir lapangan City.
Manchester United Ikut Diuntungkan?
Situasi ini juga bisa jadi kabar baik untuk Manchester United.
Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, United terus hidup di bawah bayang-bayang rival sekotanya. Mereka melihat City mengangkat trofi demi trofi sambil memecahkan banyak rekor.
Kini, setelah Arsenal menjuarai Premier League musim 2025-26, kubu Old Trafford disebut punya alasan untuk percaya mereka bisa kembali bangkit.
Michael Carrick dan Sir Jim Ratcliffe diyakini melihat peluang baru di tengah perubahan besar City.
Tetap saja, City masih punya sumber daya luar biasa besar. Mereka tidak akan langsung runtuh begitu saja. Hanya saja, tanpa Guardiola, aura tak tersentuh itu perlahan mulai hilang.
Enzo Maresca Masuk Situasi Sulit
Di atas kertas, melatih Manchester City terdengar seperti pekerjaan impian.
Tapi untuk Maresca, situasinya bisa sangat rumit.
Pelatih asal Italia itu hampir pasti akan terus dibandingkan dengan Guardiola sepanjang masa jabatannya nanti. Apa pun hasilnya.
Tekanan lain juga datang dari kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League yang masih membayangi City. Guardiola kemungkinan pergi sebelum ada keputusan final, sedangkan Maresca bisa jadi sosok yang harus menghadapi dampaknya langsung.
Awan gelap itu belum hilang dari Etihad.
Fans City Harus Mengucapkan Selamat Tinggal
Bagi suporter Manchester City, ini bukan sekadar pergantian pelatih biasa. Ini akhir dari sebuah generasi!
Sebelum Guardiola datang, Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini memang sempat memberi trofi liga. Namun dominasi sesungguhnya baru terasa di era Guardiola.
City bukan cuma menang. Mereka menciptakan gaya bermain yang mengubah Premier League.
Puncaknya tentu saat menjuarai Liga Champions musim 2022-23. Gelar yang akhirnya menempatkan City di level tertinggi sepak bola Eropa.
Bagi fans yang pernah melihat klub mereka bermain di divisi kedua pada musim 2001-02, perjalanan ini terasa seperti mimpi yang terlalu cepat berubah jadi nyata.
Dampak Besar untuk Sepak Bola Inggris
Pengaruh Guardiola ternyata tidak berhenti di Manchester City.
Banyak klub Inggris mulai berani memainkan sepak bola yang lebih atraktif sejak kehadiran pria Catalan itu. Bahkan tim-tim level bawah ikut mencoba membangun permainan dari belakang meski kadang berujung kesalahan viral.
Tetap saja, perubahan itu dianggap bagian dari evolusi sepak bola Inggris.
Akademi-akademi juga ikut terkena dampaknya. Munculnya banyak pemain muda Inggris berbakat dianggap tidak lepas dari perubahan filosofi bermain dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, Inggris bersama Thomas Tuchel bahkan disebut sebagai salah satu favorit di Piala Dunia 2026.
Dan jejak Guardiola akan tetap terasa di sana.
Opini Gilabola.com
Kepergian Pep Guardiola terasa seperti momen yang benar-benar mengakhiri satu bab dominasi di Premier League. Sulit membayangkan Manchester City tetap punya aura yang sama tanpa sosok yang selama ini menjadi pusat semuanya.
Enzo Maresca mungkin punya ide permainan yang menarik, tapi tekanan di Etihad jauh berbeda dibanding tempat lain. Fans City jelas tidak cuma menuntut kemenangan, mereka sudah terbiasa melihat timnya mendominasi hampir setiap musim.
Ikuti Gilabola.com di Google News
