Keputusan Mengejutkan Tonali: Tolak City dan Inggris Demi Pulang ke Italia

Gilabola.com – Rencana Manchester City untuk merekrut Sandro Tonali mengalami hambatan besar. Gelandang tim nasional Italia itu disebut telah menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kembali bermain di Italia, bukan melanjutkan karier di Inggris. Keputusan ini juga berpotensi memberikan dampak besar bagi Manchester United.

Selama membela Newcastle United, Tonali berkembang menjadi salah satu gelandang tengah paling konsisten dan serba bisa. Ia berperan penting dalam mengakhiri penantian panjang klub selama 70 tahun untuk meraih trofi domestik melalui keberhasilan di Carabao Cup. Selain itu, ia juga membantu tim asuhan Eddie Howe tampil di UEFA Champions League.

Namun, masa depan pemain berusia 25 tahun itu terus menjadi sorotan. Agen Tonali secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan kepindahan, terlebih setelah sempat muncul rumor pada Januari yang mengaitkannya dengan Arsenal.

Tim asuhan Pep Guardiola sebenarnya telah memantau situasi Tonali sebagai bagian dari rencana pembaruan lini tengah. Bahkan, mereka sempat melakukan pembicaraan awal untuk mengamankan jasa sang pemain lebih cepat dari pesaing.

Namun, harapan tersebut kini memudar. Sumber menyebutkan bahwa Tonali lebih memprioritaskan kembali ke tanah kelahirannya. Keputusan itu juga berarti ia menolak ketertarikan dari Arsenal maupun Chelsea.

Pihak Tonali memang sempat menjajaki berbagai opsi di luar Newcastle, terutama di Inggris, dengan Manchester City menjadi kandidat terdepan. Meski demikian, peluang kembali ke Italia tetap menjadi fokus utama.

Sejumlah klub besar Italia seperti Juventus dan Inter Milan tertarik merekrutnya. Selain itu, mantan klubnya, AC Milan, disebut berada di posisi terdepan untuk memulangkannya.

Saat menjual Tonali ke Newcastle pada 2023, Milan menerima sekitar £60 juta atau setara Rp1,2 triliun, yang menjadi rekor transfer pemain Italia saat itu. Hubungan kedua klub juga tetap terjalin baik, termasuk saat transfer Malick Thiaw ke St James’ Park dengan nilai sekitar £40 juta atau Rp800 miliar.

Struktur pembayaran transfer yang dilakukan secara bertahap dapat menjadi faktor penting. Skema ini memungkinkan Milan mengurangi beban biaya jika ingin memulangkan Tonali.

Di sisi lain, Newcastle diperkirakan akan meminta lebih dari £75 juta atau sekitar Rp1,5 triliun untuk melepas sang gelandang. Namun, pengaturan finansial yang sudah ada bisa membuat kesepakatan lebih realistis bagi klub Italia.

Dengan peluang Tonali kembali ke Italia semakin besar, Manchester City mulai mencari alternatif untuk memperkuat lini tengah. Langkah ini berpotensi berdampak pada Manchester United.

City Siapkan Target Baru, United Terancam Kalah

Manchester City dikabarkan berencana mendatangkan setidaknya dua gelandang pada bursa transfer musim panas.

Hal ini tidak lepas dari ketertarikan Real Madrid terhadap Rodri. Jika sang pemain memilih kembali ke LaLiga, City kemungkinan tidak akan menghalanginya.

Selain itu, potensi kepergian Bernardo Silva juga akan meninggalkan celah besar di lini tengah, sehingga kebutuhan pemain baru semakin mendesak.

Salah satu target yang diyakini bisa didatangkan adalah Elliot Anderson dari Nottingham Forest. Pemain berusia 23 tahun itu juga menjadi incaran Manchester United.

Namun, ada kekhawatiran bahwa City akan memenangkan persaingan, sehingga United harus mencari opsi lain.

Selain itu, perhatian juga mengarah pada gelandang Chelsea, Enzo Fernandez. Pemain asal Argentina tersebut menunda pembicaraan kontrak di Stamford Bridge di tengah ketidakpastian masa depannya.

Chelsea disebut bersedia melepasnya, tetapi hanya dengan harga lebih dari £100 juta atau sekitar Rp2 triliun. Nilai tersebut menjadi kendala bagi banyak klub peminat, termasuk Real Madrid dan Bayern Munich.

Meski demikian, Manchester City dinilai memiliki kemampuan untuk menyusun skema transfer jika serius mengincar Fernandez.

Saat ini, Tonali masih menjadi pemain yang diminati, tetapi peluang transfernya semakin kecil. Karena itu, City terus mengevaluasi berbagai opsi lain untuk melakukan perombakan besar di lini tengah pada musim panas mendatang.

Menurut laporan Sky Sports, kegagalan Chelsea lolos ke Liga Champions berpotensi membuat Fernandez dijual pada musim panas ini.