Kiper Brighton Bogkar Kunci Kemenangan Telak 3-0 Lawan The Gunners

Brighton membantai Arsenal 3-0 dalam lanjutan Premier League. Kiper Bart Verbruggen menyebut tidak ada rahasia khusus di balik kemenangan telak tersebut.

Arsenal datang ke Amex dengan modal sembilan kemenangan beruntun di Premier League. The Gunners juga sebelumnya mengalahkan Atletico Madrid di Liga Champions dan Manchester City di Community Shield.

Mereka bahkan hanya kebobolan satu gol di Premier League sebelum bertemu Brighton.

Verbruggen menilai kemenangan Brighton lahir dari kerja keras dan dedikasi seluruh pemain.

“Setiap hari dalam latihan, kami terus berusaha berkembang. Kami selalu berusaha positif, tetapi tidak pernah merasa puas,” kata Verbruggen.

“Tidak ada rahasia. Ini hanya tentang kerja keras dan dedikasi. Hari ini kami mendapatkan hasilnya.”

Arsenal memang tampil di bawah standar mereka. Dua kali barisan belakang The Gunners memberikan ruang terlalu besar sehingga Pascal Gross dan Charalampos Kostoulas mampu mencetak gol dari jarak jauh.

Absennya William Saliba juga terasa ketika Brighton mencetak gol ketiga. Arsenal gagal melakukan blocking dengan baik dalam situasi bola mati.

Chema Andres, yang menjalani debut sebagai starter di Premier League setelah bergabung dari Stuttgart pada hari terakhir bursa transfer, menyundul bola dengan bebas hingga masuk lewat tiang.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!

“Kami mengerjakan banyak hal dan semuanya terlihat hari ini,” ujar Verbruggen.

“Jika Anda bisa memenangkan permainan bola mati melawan Arsenal, mencetak satu gol dan tidak kebobolan, itu sangat berarti.”

Brighton juga tampil agresif melalui pressing tanpa henti. Danny Welbeck yang berusia 35 tahun kini bukan lagi penyerang utama karena posisinya diisi Kostoulas yang baru berusia 19 tahun.

Meski begitu, pemain senior Pascal Gross tetap menjadi bagian penting dari pressing tersebut.

Gelandang Brighton, Yasin Ayari, mengatakan intensitas menjadi syarat utama untuk mengalahkan tim seperti Arsenal.

“Anda harus intens dan agresif melawan tim seperti ini jika ingin menang,” kata Ayari.

“Jika memberikan mereka terlalu banyak waktu dan membuat mereka nyaman bermain, semuanya akan menjadi sulit.”

Ayari menambahkan bahwa pressing tersebut membutuhkan kondisi fisik prima. Menurutnya, standar itu sudah menjadi bagian dari budaya Brighton.

Kualitas rekrutmen Brighton juga terlihat dalam laga tersebut. Kostoulas direkrut seharga sekitar Rp598 miliar, sedangkan Luka Vuskovic mencapai sekitar Rp877 miliar.

Di sisi lain, Brighton mendapatkan Ayari dengan sekitar Rp70 miliar dan Gross hanya sekitar Rp30 miliar.

Chema Andres dibeli sekitar Rp310 miliar, Diego Gomez sekitar Rp220 miliar, dan Maxim de Cuyper sekitar Rp350 miliar.

Penampilan Andres bahkan membuat kepergian Carlos Baleba ke Manchester United dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun tidak terlalu dibicarakan.

Di kubu Arsenal, Bruno Guimaraes menganggap kekalahan tersebut sebagai pelajaran penting.

“Kami jauh dari level kami. Kami terlalu ceroboh dengan bola dan tidak memenangkan duel,” kata Guimaraes.

“Kami tidak bisa menerima hal ini ketika mengenakan seragam juara.”

Guimaraes meminta Arsenal belajar dari kekalahan tersebut setelah menjalani awal musim yang bagus.

“Semua yang kami coba tidak berhasil. Bola pertama dan kedua, kami tidak berada di sana,” ujarnya.

“Terima kasih kepada Brighton, tetapi kami memberikan mereka terlalu banyak waktu menguasai bola. Saya belum lama di sini, tetapi rasanya kami tidak bisa menerima ini.”

“Kami harus meminta maaf kepada para penggemar karena penampilan ini tidak cukup bagus.”