Site icon Gilabola.com

Liverpool Cari Pengganti Salah, Nama Winger Brasil 19 Tahun Ini Muncul Lagi

Rayan Vitor pemain Bournemouth

Rayan Vitor Simplício Rocha atau yang kerap disebut Rayan Vitor, baru beberapa bulan meninggalkan Vasco da Gama untuk memulai petualangan di Inggris bersama Bournemouth. Namun dalam waktu singkat, namanya sudah masuk dalam pembicaraan klub sebesar Liverpool.

Laporan dari Brasil menyebut The Reds kembali dikaitkan dengan winger berusia 19 tahun tersebut. Situasinya menarik karena Liverpool kini ditangani Andoni Iraola, pelatih yang pertama kali memberi kepercayaan besar kepada Rayan sejak tiba di Bournemouth.

Kepercayaan itu datang sangat cepat.

Hanya empat hari setelah mendarat di Inggris, Rayan langsung dimainkan saat Bournemouth menghadapi Wolves. Keputusan Iraola sempat mengejutkan banyak pihak, tetapi sang pemain langsung memberi jawaban dengan mencatat assist untuk gol Alex Scott.

Iraola saat itu mengaku terkesan dengan adaptasi pemain mudanya.

“Saya sangat senang bisa merekrut Rayan. Dia berlatih dengan baik selama beberapa hari terakhir bersama kami. Ini perubahan besar untuknya, tetapi dia sangat antusias,” kata Iraola.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga mengingatkan bahwa pemain muda Brasil itu masih membutuhkan waktu karena baru berusia 19 tahun dan harus beradaptasi dengan negara serta kompetisi yang berbeda.

Awal Karier yang Langsung Mencuri Perhatian

Rayan tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kualitasnya.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Ia mencetak gol dalam dua pertandingan berikutnya sehingga mengoleksi tiga kontribusi gol dari tiga laga pertamanya bersama Bournemouth.

Ketika menjalani penampilan kelimanya dalam laga melawan Sunderland, Iraola kembali memberikan pujian. Meski begitu, ia menegaskan bahwa proses adaptasi pemain tersebut belum selesai.

Menurut Iraola, Rayan masih harus menyesuaikan diri dengan ritme Premier League agar bisa tampil konsisten dari pekan ke pekan.

Kendala bahasa juga sempat menjadi tantangan. Rayan belum fasih berbahasa Inggris, tetapi kehadiran Evanilson membantu proses adaptasinya di ruang ganti.

Musim pertamanya di Premier League berakhir dengan catatan yang cukup mencolok. Dari hanya 13 kali menjadi starter, Rayan mampu mencetak lima gol dan menyumbang dua assist.

Angka itu terbilang impresif untuk pemain remaja yang baru pertama kali meninggalkan Brasil dan langsung bermain di salah satu liga paling kompetitif di dunia.

Liverpool Tertarik, Tapi Harganya Sangat Mahal

Media Brasil RTI Esporte mengabarkan bahwa Vasco da Gama sedang memantau perkembangan situasi Rayan karena ada kemungkinan Liverpool mengajukan tawaran di masa depan.

Klub Brasil tersebut berpotensi menerima lima persen dari nilai transfer berikutnya sebagai kompensasi pengembangan pemain sesuai regulasi FIFA.

Masalahnya, biaya transfer Rayan tidak murah.

Laporan itu menyebut klausul pelepasannya mencapai 130 juta poundsterling atau sekitar Rp2,86 triliun (kurs Rp22.000 per poundsterling). Meski disebut masih bisa dinegosiasikan, angka tersebut tetap sangat besar.

Jika ditebus dengan nominal itu, Rayan akan menjadi pemain termahal dalam sejarah Liverpool.

Di sisi lain, Bournemouth juga akan tampil di Liga Europa musim depan setelah finis di posisi keenam Premier League. Kompetisi itu memberi kesempatan bagi Rayan untuk terus berkembang sambil mendapatkan pengalaman tampil di level Eropa.

Masih Butuh Waktu untuk Berkembang

Dari sisi permainan, Rayan menawarkan profil yang menarik.

Dengan tinggi sekitar 188 sentimeter dan postur yang kuat, ia memiliki kombinasi fisik dan kemampuan menggiring bola yang jarang dimiliki winger muda seusianya.

Ia kerap membawa bola dalam situasi serangan balik dan mampu bergerak dari sisi lapangan menuju area tengah. Karakter bermainnya bahkan disebut menggantikan peran Antoine Semenyo dalam transisi menyerang Bournemouth.

Selain produktif di depan gawang, Rayan juga aktif membantu pertahanan. Ia rajin melakukan intersepsi, merebut bola di area lawan, dan cukup berguna saat menghadapi situasi bola mati.

Namun ada satu aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Kreativitas.

Kontribusinya dalam menciptakan peluang belum terlalu menonjol dibandingkan winger elite Premier League. Akurasi umpan silang dan jumlah peluang besar yang ia ciptakan juga belum menunjukkan bahwa ia siap menjadi pemasok utama gol bagi penyerang Liverpool.

Karena itu, banyak pihak menilai langkah terbaik bagi Rayan saat ini adalah tetap bertahan di Bournemouth dan melanjutkan proses perkembangannya sebelum mengambil lompatan ke klub sebesar Liverpool.

Bakatnya tidak diragukan. Rekam jejaknya juga mengesankan. Bahkan saat masih berusia 11 tahun, ia pernah mencetak 280 gol di akademi Vasco da Gama.

Pertanyaannya bukan apakah Rayan cukup bagus untuk Liverpool.

Pertanyaannya adalah kapan waktu yang tepat untuk membawanya ke Anfield.

Liverpool memang membutuhkan pemain sayap kanan baru setelah kepergian Mohamed Salah. Namun dari data yang ada, Rayan masih terlihat sebagai proyek jangka menengah dibanding solusi instan.

Kemampuan mencetak golnya sangat menjanjikan, tetapi Liverpool saat ini lebih membutuhkan winger yang mampu menciptakan peluang secara konsisten. Jika transfer benar-benar terjadi dalam waktu dekat, risiko ekspektasi besar terhadap pemain 19 tahun itu akan sangat tinggi.

Bertahan semusim lagi di Bournemouth justru bisa menjadi skenario terbaik bagi semua pihak. Rayan mendapat menit bermain, Bournemouth tetap kompetitif, dan Liverpool bisa memantau perkembangannya tanpa harus mengeluarkan dana hingga triliunan rupiah saat ini.

Exit mobile version