Liverpool Kunci Ryan Gravenberch Sampai 2032! Jadi Kunci Era Baru The Reds?

Pada bursa transfer musim panas 2023, Liverpool yang masih ditangani Jurgen Klopp melakukan perubahan besar di sektor lini tengah. Saat itu, klub berada di bawah pengawasan direktur olahraga sementara, Jorg Schmadtke, yang memimpin proyek pembaruan tersebut.

Fabinho dan Jordan Henderson mengalami performa yang menurun sepanjang musim 2022–2023 sebelum akhirnya pindah ke Liga Pro Saudi. Untuk memulai era baru di lini tengah, Liverpool merekrut Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, dan Ryan Gravenberch.

Selain itu, klub Merseyside tersebut sebenarnya telah mencapai kesepakatan dengan Brighton & Hove Albion untuk merekrut Moises Caicedo dengan nilai transfer sekitar £111 juta atau setara Rp2,27 triliun. Namun, gelandang asal Ekuador itu memilih bergabung dengan Chelsea.

Karena masih membutuhkan pemain berposisi gelandang bertahan atau “nomor enam”, Liverpool akhirnya tidak mendapatkan pengganti langsung Caicedo. Sebagai solusi sementara, mereka merekrut pemain berpengalaman Stuttgart, Wataru Endo.

Meski demikian, sejak Arne Slot mengambil alih kursi pelatih, Ryan Gravenberch justru menjadi pilihan utama di posisi tersebut. Setelah pemain asal Belanda itu menandatangani kontrak baru berdurasi enam tahun, masa depan lini tengah Liverpool kembali menjadi sorotan.

Alasan Liverpool Memberi Kontrak Baru untuk Gravenberch

Liverpool secara resmi mengumumkan bahwa Ryan Gravenberch telah menandatangani kontrak baru yang akan membuatnya bertahan di Anfield hingga musim panas 2032.

Dalam kontrak tersebut, ia disebut menerima gaji sekitar £280.000 per minggu atau sekitar Rp5,8 miliar. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran pemain berusia 23 tahun itu dalam rencana jangka panjang klub.

Pada awal kedatangannya dari Bayern Munchen, Gravenberch sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan Liga Inggris di bawah asuhan Klopp. Pada musim 2023–2024, ia hanya menjadi starter dalam 12 pertandingan liga dan sering tersisih karena Mac Allister dan Szoboszlai tampil lebih menonjol.

Situasi mulai berubah ketika Arne Slot menjadi pelatih. Mantan pelatih Feyenoord itu memindahkan Gravenberch ke posisi gelandang bertahan yang sebelumnya ditempati Mac Allister dan Endo, setelah upaya merekrut Martin Zubimendi pada 2024 gagal.

Sebelumnya, Gravenberch dikenal sebagai gelandang yang bermain lebih menyerang, baik saat membela Ajax, Bayern Munich, maupun di awal kariernya di Liverpool. Namun di posisi barunya, ia mampu tampil impresif.

Performanya bahkan membuatnya meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Premier League pada musim 2024–2025, sekaligus membantu Liverpool meraih gelar juara liga.

Banyak pihak kini menilai bahwa Gravenberch mulai menunjukkan potensi besar yang dulu ia perlihatkan saat masih bermain di Ajax. Dengan perannya yang sangat penting dalam sistem Arne Slot, Liverpool pun memberinya kontrak baru dengan gaji lebih besar sekaligus menutup peluang klub lain merekrutnya.

Siapa Partner Ideal Gravenberch di Lini Tengah?

Dengan kenaikan gaji yang signifikan, kecil kemungkinan Gravenberch akan kehilangan tempat di tim utama Liverpool dalam waktu dekat. Namun masih ada sejumlah pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi partner terbaiknya di lini tengah.

Dominik Szoboszlai tampil luar biasa musim ini. Ia sudah mencetak 10 gol dan 7 assist dari lini tengah. Selain itu, Liverpool juga menghabiskan sekitar £116 juta atau setara Rp2,37 triliun untuk mendatangkan Florian Wirtz pada musim panas, sehingga pemain asal Jerman itu juga diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam lini tengah.

Meski trio tersebut sangat kuat dalam menyerang, ada kekhawatiran mengenai keseimbangan tim. Kombinasi tersebut dianggap kurang solid secara defensif.

Statistik menunjukkan Liverpool kebobolan rata-rata 1,34 gol per pertandingan, angka yang menempatkan mereka di posisi kedelapan dalam daftar pertahanan terbaik Premier League musim 2025–2026.

Kondisi ini membuka kemungkinan perubahan sistem permainan dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi pada 2025 Liverpool juga mendatangkan dua striker, Alexander Isak dan Hugo Ekitike. Keduanya tentu ingin menjadi starter secara reguler, sementara saat ini Arne Slot masih menggunakan satu penyerang tengah.

Di sisi lain, Curtis Jones berkembang menjadi salah satu pemain dengan kemampuan umpan progresif terbaik di Premier League musim ini. Ia bahkan memimpin liga dalam jumlah umpan ke sepertiga akhir lapangan per 90 menit.

Meski demikian, Jones terus dikaitkan dengan kemungkinan transfer ke klub seperti Tottenham Hotspur dan Inter Milan. Dengan kontraknya yang tersisa kurang dari 18 bulan, Liverpool harus segera mengambil keputusan mengenai masa depannya di Anfield. Menariknya, namanya tidak disebut dalam laporan mengenai pemain lain yang akan mendapat perpanjangan kontrak.

Sementara itu, Alexis Mac Allister juga dilaporkan menarik minat klub besar Eropa seperti Real Madrid, walaupun Liverpool disebut telah melakukan pembicaraan dengan perwakilannya mengenai kontrak baru.

Apakah Liverpool Masih Membutuhkan Gelandang Bertahan Murni?

Sejak kepergian Fabinho pada akhir musim 2022–2023, Liverpool sebenarnya sudah dua kali mencoba merekrut gelandang bertahan alami, tetapi belum berhasil mendapatkan pengganti langsung bagi pemain Brasil tersebut.

Karena itu, muncul pendapat bahwa klub sebaiknya kembali mencari pemain di posisi tersebut pada bursa transfer musim panas mendatang. Dalam beberapa bulan terakhir, Liverpool dikaitkan dengan dua nama, yaitu Adam Wharton dan Elliot Anderson.

Salah satu alasan utama Arne Slot tertarik merekrut Martin Zubimendi sebelumnya adalah karena ia menginginkan pemain yang nyaman menerima bola dari lini belakang dan mampu mendistribusikannya kepada pemain yang lebih menyerang.

Jika melihat statistik, Gravenberch memiliki kemampuan menggiring bola yang sangat baik. Ia menempati posisi ketiga di Premier League dalam jarak progresif saat membawa bola dengan total 5.313 meter.

Namun untuk kategori umpan progresif, ia hanya berada di persentil ke-55 di antara gelandang dari tujuh liga top Eropa.

Sebagai perbandingan, Elliot Anderson mencatat jarak progresif membawa bola sekitar 5.170 meter dan berada di posisi ketiga di Premier League dalam jumlah progresif carry dengan 508 kali, bahkan sedikit lebih tinggi dari Gravenberch yang berada di peringkat keempat.

Selain itu, Anderson juga berada di persentil ke-95 dalam statistik umpan progresif di tujuh liga top Eropa.

Adam Wharton juga memiliki statistik umpan progresif yang sangat baik, yakni berada di persentil ke-91. Namun ia tidak sekuat Gravenberch atau Anderson dalam hal menggiring bola, bahkan hanya menempati posisi ke-94 di Premier League dalam progresif carry musim ini.

Meski begitu, Wharton memiliki kemampuan bertahan yang jauh lebih baik. Ia berada di persentil ke-82 untuk aksi defensif di antara gelandang dari lima liga top Eropa musim ini, jauh di atas Anderson dan Gravenberch yang masing-masing berada di persentil ke-56 dan ke-53.

Melihat perbandingan tersebut, tidak sulit memahami mengapa Liverpool tertarik pada Wharton atau Anderson. Kehadiran salah satu dari mereka berpotensi melengkapi permainan Gravenberch, terutama dalam aspek distribusi bola dan keseimbangan lini tengah.

Jika melihat kontrak barunya, semua indikasi menunjukkan bahwa Ryan Gravenberch akan tetap menjadi figur sentral dalam proyek lini tengah Liverpool untuk tahun-tahun mendatang.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!