Liverpool tampaknya belum selesai bergerak di bursa transfer musim panas ini. Setelah mundur dari upaya merekrut penyerang muda Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye, The Reds kini bersiap kembali ke Brighton and Hove Albion untuk mengejar Yankuba Minteh.
Klub Merseyside itu disebut akan menyiapkan tawaran yang lebih besar setelah proposal awal senilai £50 juta atau sekitar Rp1,1 triliun ditolak Brighton.
Dengan hanya 10 hari tersisa sebelum bursa transfer musim panas ditutup, aktivitas Liverpool diperkirakan bakal semakin sibuk.
Liverpool Tinggalkan Negosiasi Ibrahim Mbaye
Menurut Daily Mail, Liverpool memutuskan mundur dari pembicaraan untuk mendapatkan Ibrahim Mbaye karena menilai harga penyerang PSG tersebut terlalu tinggi.
The Reds masih membuka komunikasi dengan PSG, tetapi pembicaraan itu berkaitan dengan rekan setim Mbaye, Bradley Barcola.
Situasi tersebut membuat Liverpool kembali mengarahkan perhatian ke Minteh.
Penyerang sayap Brighton itu sebelumnya sudah masuk radar The Reds. Tawaran pertama senilai £50 juta ditolak klub asal pantai selatan Inggris tersebut, tetapi Liverpool diyakini tidak langsung menyerah.
Mereka diperkirakan akan kembali dengan proposal yang lebih tinggi demi mengamankan pemain internasional Gambia tersebut.
Minteh memang punya profil yang sesuai dengan kebutuhan Liverpool saat ini.
Pelatih Andoni Iraola dikenal menyukai pemain dengan ledakan kecepatan tinggi. Saat masih menangani Bournemouth, ia pernah bekerja dengan pemain seperti Antoine Semenyo dan Eli Junior Kroupi.
Minteh memiliki karakteristik serupa.
Kecepatan Jadi Benang Merah Target Liverpool
Aktivitas Liverpool pada musim panas ini menunjukkan satu kebutuhan yang cukup jelas: menambah kecepatan di lini depan.
Sebelum Minteh, nama Yan Diomande, Bradley Barcola, dan Ibrahim Mbaye sudah disebut sebagai target utama. Keempat pemain tersebut punya satu kesamaan, yakni kemampuan berlari dengan kecepatan tinggi.
Kehadiran pemain dengan karakter seperti itu akan menambah variasi bagi lini depan Liverpool yang kini diisi Alexander Isak, Rio Ngumoha, dan Hugo Ekitike.
Namun, kondisi Ekitike membuat pilihan di lini depan Liverpool belum sepenuhnya ideal. Sang pemain diperkirakan harus menepi hingga 2027 akibat cedera.
Karena itu, dorongan untuk menambah pemain ofensif baru menjadi semakin masuk akal.
Liverpool sendiri memang membutuhkan pembenahan cukup besar setelah menjalani kampanye 2025-26 yang mengecewakan. Pergantian pelatih turut mewarnai musim panas mereka, sementara Andy Robertson, Ibrahima Konate, dan Mohamed Salah juga telah meninggalkan klub.
Sejauh ini, Jeremy Jacquet menjadi wajah baru yang paling menonjol setelah Liverpool menyepakati transfer bek asal Prancis itu sejak bursa Januari. Victor Munoz menjadi satu-satunya pemain baru lainnya yang bergabung pada jeda musim.
Aktivitas tersebut membuat 10 hari terakhir bursa transfer berpotensi menjadi periode yang sangat sibuk bagi Liverpool.
Minteh Menawarkan Potensi, Tapi Ada Risiko
Minteh bukan tanpa masalah.
Pemain Gambia itu saat ini diperkirakan baru bisa kembali bermain pada Oktober setelah menjalani operasi kaki. Artinya, jika transfer terealisasi dalam beberapa hari ke depan, Liverpool tetap harus menunggu sebelum mendapatkan kontribusi langsung darinya.
Ini menjadi risiko yang tidak bisa diabaikan.
Liverpool sedang membutuhkan tambahan tenaga di lini depan, tetapi calon rekrutan mereka justru kemungkinan akan melewatkan sebagian besar fase awal musim.
Meski begitu, karakter permainan Minteh membuat Liverpool tampaknya tetap melihatnya sebagai pilihan yang menarik. Kecepatan eksplosif yang dimilikinya cocok dengan arah perekrutan mereka pada musim panas ini.

