Liverpool memang dihajar Manchester City 0-3 di Anfield. Tapi, suporter The Reds punya cara sendiri buat menyindir tim tamu, bahkan setelah peluit panjang berbunyi.
Stadion Anfield memutar lagu Tell Me Lies milik Fleetwood Mac saat para pemain meninggalkan lapangan. Pilihan lagu ini terasa menyindir, mengingat Manchester City sedang menghadapi persoalan terkait pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Cerita ini bermula dari keputusan komisi independen yang menyatakan Man City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius regulasi keuangan Premier League selama sembilan musim, dari 2009/10 hingga 2017/18.
Liverpool punya alasan tersendiri buat menyoroti perkara tersebut. Dalam periode itu, The Reds pernah finis sebagai runner-up di belakang City dan juga kalah dari mereka di final sebuah kompetisi piala.
Man City membantah melakukan pelanggaran dan sudah mengajukan banding atas putusan tersebut. Situasi itu tak membuat pendukung Liverpool berhenti melontarkan sindiran.
Bahkan sebelum pertandingan dimulai!
Di luar stadion, penjual merchandise independen menawarkan bendera dan syal dengan berbagai pesan yang mengejek perkara finansial City.
Suasana di dalam Anfield juga panas. Para pemain Manchester City mendapat siulan dan cemoohan ketika keluar dari lorong stadion buat melakukan pemanasan. Teriakan yang menuduh mereka sebagai tim “curang” ikut terdengar dari tribun.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Sejumlah spanduk di stadion turut menyuarakan kemarahan suporter Liverpool. Salah satunya bertuliskan, “A generation of supporters cheated” atau satu generasi suporter telah dicurangi.
Ada pula tulisan, “And after all, you really robbed us all,” yang menuduh City telah merugikan banyak pihak.
Spanduk lainnya mengambil inspirasi dari lagu-lagu Oasis, band yang dikenal sebagai pendukung Manchester City. Pesannya dibuat menyindir, mulai dari “Sham Pain Supernova” hingga “Look back in anger, Shamchester”.
City membalas di lapangan.
Setelah Ryan Gravenberch mendapat kartu merah tak lama setelah satu jam pertandingan berjalan, Manchester City langsung menghukum Liverpool dengan tiga gol dalam rentang 13 menit.
Kemenangan telak 3-0 itu sekaligus mempertahankan catatan sempurna City pada awal musim Premier League. Sayangnya buat pendukung Liverpool, hasil pertandingan justru memberi tim tamu alasan buat meninggalkan Anfield dengan kepala tegak.
Cemoohan suporter tuan rumah belum berhenti. Menjelang pertandingan berakhir, teriakan “cheats” kembali terdengar setiap kali pemain City menyentuh bola.
Puncaknya terjadi setelah peluit panjang. Lagu Tell Me Lies diputar melalui sistem pengeras suara stadion saat para pemain meninggalkan lapangan.
Dengan situasi yang sedang melingkupi Manchester City, pemilihan lagu tersebut terasa lebih seperti sindiran daripada kebetulan.
Playlist sebelum pertandingan juga tak kalah menarik. Anfield sempat memutar It’s Not Right but It’s OK milik Whitney Houston dan Blame dari Calvin Harris.
Liverpool kini bersiap menghadapi LASK di Liga Champions pada Rabu. Pada malam yang sama, Manchester City dijadwalkan menjamu juara bertahan Paris Saint-Germain di Stadion Etihad.


