Manchester City Hampir Pasti Degradasi Jika Terbukti Bersalah Langgar Financial Fair Play

Gilabola.com – Tidak ada kata lain selain kepastian degradasi dari kasta tertinggi Liga Inggris bagi Manchester City jika mereka terbukti bersalah atas tuduhan yang dialamatkan pada mereka atas pelanggaran FFP.

Update Terbaru 16 Februari 2024 – Manchester City menghadapi 115 tuduhan pelanggaran keuangan yang diarahkan kepada mereka oleh Premier League, yang semuanya dibantah oleh klub.

Mantan reporter Sky Sports, Geoff Shreeves, mengatakan bahwa Premier League tidak akan memiliki opsi lain selain mendegradasi Manchester City jika klub tersebut terbukti bersalah atas tuduhan keuangan yang diarahkan kepada mereka.

City membantah seluruh 115 tuduhan Financial Fair Play yang diarahkan kepada mereka oleh Premier League pada bulan Februari tahun lalu. Pada bulan November, Everton diberi hukuman pengurangan 10 poin setelah mengakui melanggar Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).

The Toffees mengajukan banding terhadap hukuman tersebut, menggambarkannya sebagai “tidak adil” dan “tidak proporsional”.

Sidang banding berakhir awal bulan ini dengan putusan yang akan diumumkan pekan ini. Sementara itu, Everton, bersama dengan Nottingham Forest, kembali mendapatkan tuduhan pada bulan Januari karena diduga melanggar aturan PSR.

Shreeves memberikan pendapatnya tentang masalah ini. Berbicara kepada Lucky Block, dia mengatakan: “Tuduhan Everton dan Manchester City sangat berbeda. Anda tidak bisa membandingkan keduanya secara langsung dan Everton berdialog dengan Premier League sepanjang proses mereka.”

“Saya pikir dengan Manchester City, itu akan berakhir di pengadilan tapi tidak dalam dua tahun setidaknya. Itu adalah jalan yang panjang. Saya tidak melihat bahwa Premier League akan memiliki opsi lain, selain mendegradasi City jika mereka terbukti bersalah”.

“Mereka telah menghukum Everton dengan pengurangan poin-poin itu. Mereka utamanya mendorong untuk pengurangan 12 poin. Jadi itu bisa menjadi kemungkinan, itu pasti menjadi kemungkinan.”

Update 18 November 2023 – Mantan penasihat klub, Stefan Borson, yang sekaligus pakar keuangan sepak bola, meyakini bahwa juara bertahan Premier League hampir pasti akan terdegradasi jika tuduhan terhadap mereka terbukti.

Selain Manchester City, Chelsea juga diberitahu bahwa mereka juga harus bersiap dengan kemungkinan terburuk apalagi setelah mengakui pelanggaran aturan pada masa pemerintahan Roman Abramovich.

Pembicaraan soal FFP mencuat di Inggris setelah Everton menjadi klub pertama yang dihukum pengurangan poin di Premier League karena masalah laporan finansial, yang membuat mereka terkena penalti 10 poin.

Dengan pengurangan itu, pasukan Sean Dyche pun mengalami kejatuhan di papan klasemen Premier League yang membawa mereka turun dari peringkat ke-14 ke urutan ke-19 klasemen.

Menurut laporan, Everton hanya melanggar satu aturan, di mana mereka merugi hingga Rp 2,4 Trilyun selama priode tiga tahun, yang melebihi ambang batas Premier League senilai Rp 2 Trilyun.

Nah, dengan The Toffees sudah dihukum berat berupa pengurangan 10 poin dengan hanya satu pelanggaran keuangan, maka diharapkan akan ada kemungkinan terburuk pada Manchester City dan Chelsea.

Pakar keuangan sepak bola Stefan Borson, yang juga pernah menjadi penasihat di stadion Etihad, mengakui bahwa klub milik Sheikh Mansour berada dalam ancaman degradasi jika mereka terbukti bersalah.

Dia mengatakan, “Ada terlalu banyak hal yang ‘mungkin’ terjadi jika Manchester City ketahuan melawannya (melanggar FFP). Ini akan menjadi sangat serius, kekacauan akan terjadi.”

Dia menambahkan bahwa ini akan menjadi sebuah cerita yang sangat besar, tidak hanya dalam kaitannya dengan sepak bola, tetapi lebih luas dari itu. Dia menyebut bahwa bbanyak pihak yang akan terlibat dan ini akan menjadi situasi yang sangat eksplosif.

Secara lebih lanjut, Stefan Borson yakin bahwa dalam perspektif sepak bola, mustahil untuk tidak berpikir bahwa Manchester City tidak akan terdegradasi jika dakwaan 115 pelanggaran aturan FFP mereka benar-benar terbukti.

Chelsea, di sisi lain, mengakui bahwa mereka melanggar peraturan di era Roman Abramovich, namun berharap dapat perlindungan di bawah pemilik baru mereka, Todd Boehly.

Meski pemilik baru asal Amerika ini juga disorot, biisa berada dalam bahaya melanggar aturan keuntungan dan keberlanjutan, karena dia sudah menghabiskan hingga Rp 18 Trilyun hanya dalam tiga jendela transfer sejak dia mengambil alih klub.

advertisement

Ayo join channel whatsapp Gilabola.com untuk mendapatkan update terbaru seputar sepak bola! klik di sini gibolers!