Manchester United baru mengoleksi enam poin dari enam pertandingan Premier League musim ini. Start buruk tersebut menjadi yang terburuk bagi Setan Merah di kasta tertinggi Liga Inggris dalam 40 tahun terakhir.
Catatan itu mengundang pertanyaan besar. Seberapa parah sebenarnya awal musim Manchester United jika dibandingkan dengan sejarah panjang klub berjuluk Setan Merah tersebut?
Sejarah mencatat, Manchester United pernah mengawali kompetisi liga dengan hasil yang lebih buruk. Ada musim ketika mereka mampu bangkit dan mengakhiri kompetisi di papan tengah, tetapi ada pula periode ketika klub harus berjuang keras menghindari degradasi.
Seluruh catatan poin dalam daftar ini telah disesuaikan menggunakan sistem tiga poin untuk setiap kemenangan. Start dengan enam poin yang dialami Manchester United musim ini juga pernah terjadi pada 1921-1922, 1926-1927, 1960-1961, 1964-1965, dan 1973-1974.
1938-1939: Hanya Lima Poin dari Enam Laga
Manchester United mengawali musim 1938-1939 dengan raihan lima poin dari enam pertandingan. Mereka hanya meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Walter Crickmer menjadi sosok yang memimpin tim pada periode tersebut. Sekretaris klub yang turut bertanggung jawab membangun sistem pengembangan pemain muda Manchester United itu mengambil alih jabatan manajer pada pertengahan musim 1937-1938 dan melanjutkan tugasnya pada musim berikutnya.
Awal kompetisi berjalan sulit. Satu-satunya kemenangan dalam enam pertandingan pertama diraih ketika menghadapi Birmingham City.
Manchester United tidak pernah benar-benar pulih dari start buruk tersebut. Mereka akhirnya menutup musim di peringkat ke-14 klasemen liga.
1914-1915: Start Buruk di Tengah Skandal Pengaturan Pertandingan
Musim 1914-1915 menjadi salah satu periode kelam dalam sejarah sepak bola Inggris. Kompetisi tersebut merupakan musim terakhir sebelum sepak bola mengalami jeda selama empat tahun akibat Perang Dunia I.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Manchester United hanya meraih empat poin dari enam pertandingan pertama. Catatan mereka terdiri atas satu kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Perhatian publik kemudian tersedot oleh skandal pengaturan pertandingan yang melibatkan Manchester United dan Liverpool. Sejumlah pemain dari kedua klub terbukti mengatur hasil pertandingan di antara mereka pada 1915.
Skandal tersebut membayangi performa buruk tim asuhan Jack Robson. Manchester United akhirnya berhasil menghindari degradasi dengan keunggulan dua poin dan mengakhiri musim di posisi ke-18.
Pada masa itu, hanya tim yang menempati peringkat ke-20 yang terdegradasi. Artinya, posisi ke-18 masih cukup untuk menyelamatkan Manchester United dari ancaman turun kasta.
1986-1987: Masa Bakti Ron Atkinson Berakhir, Alex Ferguson Datang
Inilah musim yang mengawali perjalanan Sir Alex Ferguson sebagai manajer Manchester United. Kedatangannya ke Old Trafford terjadi ketika kompetisi sedang berjalan dan posisi Ron Atkinson sudah berada di bawah tekanan.
Manchester United memulai musim dengan kekalahan dari Arsenal, West Ham United, dan Charlton Athletic. Hasil tersebut memperburuk situasi Atkinson, yang kemudian kehilangan pekerjaannya setelah tim tersingkir dari putaran keempat Piala Liga Inggris akibat kalah dari Southampton.
Atkinson langsung digantikan Alex Ferguson. Pelatih asal Skotlandia itu kemudian berusaha membenahi keadaan dan membawa Manchester United menyelesaikan musim di peringkat ke-11.
Start mereka memang jauh dari harapan. Setan Merah hanya mengumpulkan empat poin dari enam laga pertama, hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan.
1928-1929: Empat Hasil Imbang Tidak Cukup
Manchester United juga mengalami awal musim yang mengecewakan pada 1928-1929 di bawah arahan Herbert Bamlett.
Mereka memulai kompetisi dengan rangkaian hasil imbang, imbang, imbang, kalah, imbang, lalu kalah. Tidak ada kemenangan yang mampu mengangkat kepercayaan diri tim dalam enam pertandingan pembuka tersebut.
Hasil itu membuat Manchester United hanya mengoleksi empat poin, setelah mencatat empat hasil imbang dan dua kekalahan.
Tim asuhan Bamlett tidak kunjung menemukan momentum untuk memperbaiki keadaan. Manchester United akhirnya menuntaskan musim di peringkat ke-12 klasemen liga.
1953-1954: Matt Busby Bangkit dan Membawa United ke Posisi Keempat
Start terburuk Matt Busby sebagai manajer Manchester United terjadi pada musim 1953-1954. Timnya hanya meraih tiga poin dari enam pertandingan awal setelah mencatat tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.
Manchester United bahkan harus menunggu hingga delapan pertandingan berlalu sebelum akhirnya mampu meraih kemenangan. Performa mereka sempat membuat awal musim terlihat mengkhawatirkan.
Busby kemudian berhasil membangkitkan timnya. Manchester United menutup kompetisi di peringkat keempat, sebuah hasil yang menunjukkan betapa besar perubahan performa mereka setelah melewati periode sulit.
Musim itu juga menjadi periode penting bagi Duncan Edwards. Gelandang muda tersebut baru berusia 17 tahun dan mulai mendapatkan tempat sebagai pemain reguler, bersama Dennis Viollet yang kala itu berusia 20 tahun.
1969-1970: Era Baru Setelah Kepergian Matt Busby
Manchester United kehilangan sosok penting menjelang musim 1969-1970. Matt Busby mengundurkan diri setelah 24 tahun menangani klub, dan perubahan tersebut langsung terasa pada awal kompetisi.
Di bawah manajer baru Wilf McGuinness, Manchester United gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan pertama. Mereka hanya mengumpulkan tiga poin dari tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.
Kemenangan pertama baru datang pada pertandingan ketujuh ketika mereka menghadapi Sunderland.
McGuinness kemudian berhasil memperbaiki performa tim. Manchester United menyelesaikan musim di posisi kedelapan dan juga mencapai semifinal Piala FA serta Piala Liga Inggris.
1972-1973: Frank O’Farrell Dipecat, Tommy Docherty Menyelamatkan United
Periode sulit kembali menghampiri Manchester United pada musim 1972-1973. Tim asuhan Frank O’Farrell mengawali kompetisi dengan tiga kekalahan beruntun dari Ipswich Town, Liverpool, dan Everton.
Setelah enam pertandingan, mereka hanya mengoleksi tiga poin dari tiga hasil imbang dan tiga kekalahan. Situasi bahkan semakin buruk karena Manchester United tidak mampu meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan pertama.
Kebangkitan sempat terlihat ketika mereka membekuk Derby County dengan skor 3-0. Sayangnya, hasil tersebut tidak menjadi titik balik yang bertahan lama.
O’Farrell akhirnya dipecat pada Desember setelah Manchester United kalah telak 0-5 dari Crystal Palace. Tommy Docherty kemudian mengambil alih tim dan membawa kembali George Best, yang sebelumnya telah disingkirkan dari skuad.
Docherty berhasil menjaga Manchester United tetap bertahan di liga, meskipun mereka harus berjuang keras hingga akhir musim.
1930-1931: Enam Kekalahan Beruntun dan Degradasi
Inilah salah satu musim terburuk dalam sejarah Manchester United. Pada 1930-1931, Setan Merah memulai kompetisi dengan enam kekalahan beruntun dan tidak memperoleh satu poin pun dari enam pertandingan pertama.
Masalah mereka ternyata jauh lebih besar daripada sekadar start buruk. Manchester United melanjutkan musim dengan menelan 12 kekalahan berturut-turut pada awal kompetisi dan hanya mampu memenangi tujuh pertandingan sepanjang musim.
Klub tersebut akhirnya terdegradasi ke divisi kedua setelah menuntaskan 42 pertandingan dengan koleksi 22 poin. Selisih gol mereka juga sangat buruk, yakni minus 62.
Herbert Bamlett kehilangan jabatan manajer ketika kompetisi menyisakan enam pertandingan. Walter Crickmer kemudian mengambil alih tugas sebagai manajer sementara untuk menuntaskan musim.
Catatan tersebut menjadi pengingat betapa buruknya dampak awal musim yang gagal ditangani. Manchester United bukan hanya kehilangan poin, tetapi juga harus menerima kenyataan pahit turun kasta.
Start Buruk Bukan Jaminan Musim Berakhir Gagal
Sejarah Manchester United memperlihatkan bahwa awal musim yang buruk tidak selalu berujung pada bencana. Matt Busby mampu membawa timnya finis di posisi keempat pada 1953-1954, sedangkan Wilf McGuinness mengakhiri musim 1969-1970 di peringkat kedelapan.
Alex Ferguson juga memulai masa baktinya pada musim 1986-1987 ketika Manchester United sedang terpuruk. Ia membawa klub menyelesaikan kompetisi di posisi ke-11 setelah menggantikan Ron Atkinson.
Ancaman yang lebih serius terlihat pada musim 1930-1931, ketika Manchester United terpuruk tanpa poin dalam enam pertandingan pertama dan akhirnya terdegradasi.
Manchester United musim ini sudah mengoleksi enam poin dari enam laga. Angka tersebut memang menyamai sejumlah start buruk dalam sejarah klub, tetapi perjalanan kompetisi masih menentukan apakah mereka mampu bangkit atau justru mengulangi masa-masa kelam di masa lalu.


