
Manchester United masih berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri musim di posisi empat besar Premier League dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Setan Merah meraih tiga poin penting usai menang 1-0 atas Chelsea F.C. pada akhir pekan. Gol tunggal Matheus Cunha sebelum turun minum memastikan kemenangan tandang tersebut.
Tim asal Old Trafford kini masih menyisakan lima pertandingan di kompetisi domestik Inggris, dengan tiga laga dimainkan di kandang sendiri. Situasi ini memberi keuntungan besar untuk menutup musim dengan hasil positif.
Laga berikutnya akan berlangsung pada Selasa dinihari menghadapi Brentford. Jeda lebih dari sepekan diyakini memberi waktu cukup bagi para pemain yang cedera untuk kembali.
Michael Carrick tentu berharap sejumlah pemain yang lama menepi dapat segera kembali sebelum musim berakhir, termasuk Patrick Dorgu dan Matthijs de Ligt.
Saat memuji performa timnya usai kemenangan atas The Blues, pelatih interim tersebut mengatakan bahwa para pemain dan staf pelatih layak mendapatkan apresiasi penuh karena mampu menyiapkan rencana pertandingan dengan baik dalam beberapa hari terakhir.
Ia juga menegaskan bahwa masih banyak hal yang patut dibanggakan dari penampilan tim malam itu. Meski menurutnya permainan masih bisa lebih baik, hasil akhir menjadi hal yang paling penting dan tim berhasil mendapatkannya.
Carrick Diminta Pulangkan Striker Senilai Rp1,44 Triliun
Michael Carrick juga mendapat saran untuk membawa pulang kembali Rasmus Hojlund setelah tampil cukup meyakinkan selama masa peminjamannya bersama S.S.C. Napoli.
Penyerang muda asal Denmark itu didatangkan pada 2023 dari Atalanta BC dengan nilai £72 juta atau sekitar Rp1,44 triliun.
Musim ini, pemain berusia 23 tahun tersebut telah mencatat 19 kontribusi gol di kompetisi Serie A. Klub Italia itu disebut memiliki kewajiban mempermanenkan sang striker dengan nilai sekitar £38 juta atau kurang lebih Rp760 miliar apabila berhasil lolos ke Liga Champions.
Namun, Ryan Giggs menilai mantan klubnya seharusnya memberi Hojlund kesempatan kedua di Old Trafford.
Dalam pernyataannya di acara Rio Ferdinand Presents, legenda Setan Merah itu menyebut Hojlund sebenarnya kurang beruntung karena saat itu ia menjadi satu-satunya penyerang tengah utama di skuad.
Menurut Giggs, ekspektasi yang terlalu besar membuat tekanan terhadap sang striker sangat tinggi. Ia juga menilai jika tim memiliki dua penyerang muda yang sama-sama lapar gol, persaingan sehat akan memberi dampak positif.
Ia menambahkan bahwa salah satu kekuatan terbesar klub tersebut sejak dulu adalah kompetisi internal yang ketat, bahkan latihan terkadang terasa lebih sulit dibanding pertandingan.
Evra Kagum dengan Performa Matheus Cunha
Patrice Evra mengaku terkejut dengan performa impresif Matheus Cunha bersama Setan Merah.
Pemain asal Brasil itu menjadi penentu kemenangan pada Sabtu malam lewat satu-satunya gol yang tercipta di Stamford Bridge.
Sejauh musim ini, Cunha telah membukukan 12 kontribusi gol dan dengan cepat menjadi idola baru para pendukung di Old Trafford berkat selebrasi, semangat, dan gairahnya untuk klub.
Dalam penampilannya di kanal YouTube milik Rio Ferdinand, mantan bek United itu mengaku sangat terkesan dengan kemampuan Cunha dalam menciptakan peluang.
Evra mengatakan bahwa sebelum pemain tersebut bergabung, ia sempat berdiskusi dengan Ferdinand, dan kini ia melihat Cunha benar-benar mampu menghasilkan begitu banyak peluang untuk tim.
Sementara itu, Rio Ferdinand memang sudah lama menjadi pengagum Cunha. Pada Oktober 2025, ia bahkan menyebut sang gelandang bisa menjadi pemain yang “sulit dihentikan” ketika berada dalam performa terbaik.
Usai kemenangan tim di Anfield, Ferdinand memuji penampilan Cunha yang menurutnya luar biasa. Ia menilai pemain Brasil itu mampu memberi ketenangan saat tim membutuhkan jeda dalam tekanan pertandingan.
Menurutnya, Cunha adalah pesepak bola yang istimewa dan akan menjadi sosok yang hampir mustahil dihentikan ketika sudah menemukan ritme permainan terbaiknya.
