Manchester United Punya Tiga Masalah Yang Tidak Bisa Dipecahkan Oleh Amorim!

Gilabola.com – Manchester United akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Liga Inggris musim ini setelah mengalahkan Burnley lewat gol penalti telat Bruno Fernandes, namun kemenangan tersebut tetap menyoroti masalah besar yang belum bisa diselesaikan siapa pun pelatihnya: posisi kiper yang rapuh.

Kemenangan yang Terasa Melegakan!

Instruksi Ruben Amorim sederhana saat melawan Burnley: hanya menang. United memang melakukannya dengan cara dramatis, hampir gagal, dan baru memastikan tiga poin lewat eksekusi penalti Fernandes di menit akhir. Ironisnya, Fernandes baru sepekan lalu jadi pesakitan karena gagal penalti lawan Fulham, namun kali ini ia jadi penyelamat.

Meski penampilan United tidak meyakinkan, kemenangan ini memberi napas lega. Amorim kini bisa memanfaatkan jeda internasional untuk membangun fondasi tim tanpa tekanan besar soal masa depannya. Namun ujian lebih berat menanti: derby kontra Manchester City dan laga kandang melawan Chelsea.

Krisis di Posisi Sayap Bertahan

Salah satu masalah nyata United ada di sektor bek sayap. Patrick Dorgu tampil menonjol di pramusim, tetapi performanya menurun saat kompetisi resmi dimulai. Setelah penampilan buruk melawan Fulham dan Grimsby, Dorgu harus puas di bangku cadangan ketika United melawan Burnley.

Alternatif lain juga minim. Harry Amass bersiap dipinjamkan, sementara rekrutan baru Diego Leon masih terlalu mentah. Akhirnya Diogo Dalot dipaksa bermain di posisi bek sayap kiri, meski itu bukan peran idealnya. Dengan skema taktik yang sangat bergantung pada wing-back, kelemahan ini menjadi masalah yang terus menghantui Amorim.

Cedera Matheus Cunha

Kabar buruk lain datang dari lini depan. Matheus Cunha yang menjadi salah satu pemain paling menonjol musim ini harus ditarik keluar lebih awal akibat cedera setelah setengah jam laga berjalan. Pemain asal Brasil itu terlihat frustrasi dan langsung menuju ruang ganti bahkan sebelum pergantian siap dilakukan.

Amorim mengaku khawatir: “Saya tidak tahu, kami akan cek kondisinya. Kami benar-benar membutuhkan dia agar tetap kompetitif.” Cedera ini membuat penantian gol pertamanya untuk United kembali tertunda.

Masalah di Posisi Kiper

Di luar taktik dan strategi, ada satu masalah yang tidak bisa diatasi Amorim: posisi penjaga gawang. Altay Bayindir kembali dipercaya sebagai starter melawan Burnley, tetapi performanya jauh dari kata meyakinkan.

Meski jarang diuji, Bayindir gagal menunjukkan ketenangan ketika dibutuhkan. Gol pertama Burnley sulit dicegah, namun pada gol kedua, ia kembali melakukan kesalahan fatal. Dengan bursa transfer musim panas hanya menyisakan dua hari, United tampak masih kekurangan sosok kiper yang benar-benar bisa diandalkan.

Selama masalah ini tidak diselesaikan, United akan terus kebobolan gol-gol murah yang merusak progres tim. Tidak peduli siapa pelatihnya, hasilnya akan sama selama mereka tidak punya penjaga gawang berkualitas.

Casemiro Kembali Jadi Andalan

Di tengah banyak masalah, ada satu kabar positif: performa Casemiro. Delapan bulan lalu, ia dianggap surplus dan hanya jadi opsi keenam di lini tengah. Namun kini, Amorim menaruh kepercayaan penuh kepadanya.

Saat melawan Burnley, gelandang veteran asal Brasil itu tampil solid, menguasai lini tengah, dan terlibat penting dalam gol pertama United. Performanya menurun setelah digantikan, yang menunjukkan betapa vital perannya saat ini. Amorim kini punya pondasi jelas untuk membangun tim: menjadikan Casemiro motor utama di lini tengah.

IKLAN