
Gilabola.com – Gol salto Charalampos Kostoulas mengubah segalanya di menit akhir. Brighton selamat, Bournemouth gigit jari!
Brighton harus puas berbagi angka saat menjamu Bournemouth setelah gol akrobatik Charalampos Kostoulas memaksa laga berakhir imbang 1-1 pada Selasa dinihari tadi. Gol tersebut datang di momen krusial dan menggagalkan upaya tim tamu mengamankan kemenangan dramatis.
Gol penyeimbang itu lahir dari sebuah momen magis. Kostoulas berdiri di kotak penalti menunggu umpan lambung Jan Paul van Hecke. Alih-alih mencari ruang tembak, penyerang internasional Yunani tersebut mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan tendangan salto yang mengecoh kiper Djordje Petrovic.
Hasil ini membuat Brighton gagal meraih kemenangan kedua secara beruntun dan kehilangan kesempatan menyamai perolehan poin Bournemouth di klasemen.
Gol Spektakuler Kostoulas Selamatkan Brighton
Atmosfer laga terasa biasa saja bagi sebuah duel yang kerap disebut sebagai “derby Pantai Selatan”.
Kedua tim datang dengan kepercayaan diri yang meningkat. Bournemouth baru saja menumbangkan Tottenham di laga liga sebelumnya, sementara Brighton mengantongi kemenangan Piala FA di Old Trafford dan memulai tahun 2026 tanpa kekalahan.
Brighton langsung tampil dominan lewat rangkaian umpan pendek yang membuat Bournemouth kesulitan menguasai bola di sepuluh menit awal. Peluang emas sempat hadir, tetapi tembakan Brajan Gruda dari jarak sekitar 18 meter masih bisa ditepis Petrovic.
Begitu mendapatkan momentum, Bournemouth mulai mengancam. Bart Verbruggen dipaksa bekerja keras menahan peluang Evanilson, sementara umpan silang berbahaya dikirim Marcus Tavernier dan Adrien Truffert dari kedua sisi.
Kepercayaan diri Brighton perlahan menguap. Dari situasi sepak pojok, mereka kehilangan keseimbangan dan membiarkan Tavernier berlari bebas sebelum mengirim umpan ke Adli. Sang pemain jatuh setelah bersentuhan dengan Verbruggen. Wasit Paul Tierney sempat memberi kartu kuning untuk simulasi, tetapi setelah meninjau VAR, ia menunjuk titik putih. Tavernier mengeksekusi penalti dengan sempurna.
Brighton berusaha bangkit. Sundulan Jack Hinshelwood memaksa Petrovic melakukan penyelamatan penting. Namun lini belakang tuan rumah kembali terbuka lebar. Evanilson lolos sendirian, membentur tiang saat hanya berhadapan dengan Verbruggen, lalu menyia-nyiakan peluang lain lewat sundulan yang melenceng.
Brighton beruntung masih tertinggal tipis hingga jeda. Mitoma sempat mengancam lewat sepakan melengkung yang hanya melebar tipis.
Kaoru Mitoma di laga ini juga mencatatkan penampilan ke-100 di Premier League. Ia menjadi pemain Jepang ketiga yang mencapai tonggak tersebut setelah Maya Yoshida dan Shinji Okazaki.
Pelatih Brighton, Hurzeler, kemudian mengambil risiko dengan melakukan tiga pergantian sekaligus. Yankuba Minteh, Carlos Baleba, dan rekrutan termahal klub Georginio Rutter masuk untuk mengubah dinamika permainan. Keputusan itu akhirnya membuka ruang bagi peluang-peluang baru, hingga momen heroik Kostoulas datang di penghujung laga.
Analisa Pertandingan
Kami melihat laga ini sebagai peringatan keras bagi Brighton, meski mereka selamat, tapi masalah lama masih jelas terlihat.
Transisi bertahan yang rapuh dan mudah kehilangan struktur masih jelas terlihat di laga ini. Jika tidak segera dibenahi, gol indah seperti milik Kostoulas hanya akan jadi penunda krisis.
Di sisi lain, Bournemouth patut menyesal. Peluang mereka untuk mengunci kemenangan terbuang karena kurang tajam di momen krusial. Dalam jangka panjang, hasil imbang ini terasa lebih menyakitkan bagi The Cherries.
Brighton pulang dengan senyum tipis, Bournemouth dengan kepala tertunduk.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!