Gilabola.com – Nottingham Forest resmi masuk dalam perburuan kiper Botafogo, John Victor, dan kini sedang melakukan pembicaraan untuk mendatangkannya, sebuah langkah yang berpotensi menikung proses transfer West Ham yang sebelumnya sangat dekat dengan kesepakatan.
Forest Manfaatkan Hubungan dengan Botafogo
Botafogo telah memberi lampu hijau untuk melepas John Victor, 29 tahun, pada hari-hari terakhir bursa transfer musim panas setelah berbulan-bulan spekulasi.
West Ham sebelumnya telah mengajukan tawaran senilai £10 juta (sekitar Rp211 miliar) pada 1 Agustus, usai performa impresif Victor di ajang Piala Dunia Antarklub menarik minat banyak tim Premier League.
Namun, Nottingham Forest kini bergerak cepat dengan memanfaatkan hubungan baik mereka bersama Botafogo, yang sebelumnya juga melepas Igor Jesus dan Jair Cunha ke City Ground. Sementara transfer ke West Ham dipastikan gagal karena klub London Timur itu lebih memilih fokus mengejar kiper Mads Hermansen.
Victor yang memiliki klausul rilis dalam kontraknya diyakini hampir pasti hengkang sebelum jendela transfer ditutup, dan Forest kini berada di posisi terdepan mengamankan jasanya, meski Aston Villa, Wolves, Burnley, dan bahkan Manchester United juga sempat dikaitkan dengannya.
Ambisi Nuno Perkuat Skuad Nottingham
Menjelang keikutsertaan mereka di Liga Europa, Nuno Espirito Santo bertekad memperkuat kedalaman skuad dengan dua pemain di setiap posisi. Kehadiran Victor akan menambah opsi penting di sektor penjaga gawang yang menjadi sorotan.
Namun, di balik ambisi transfer ini, muncul ketidakpastian soal masa depan sang pelatih. Pada 29 Agustus, terungkap bahwa Forest tengah mengadakan pembicaraan penting dengan Nuno terkait masa depannya usai komentar publiknya tentang sang pemilik klub, Evangelos Marinakis.
Nuno dan Bayang-Bayang Pemecatan
Hubungan yang memanas membuat posisi Nuno dipertanyakan. Sumber internal menyebutkan bahwa manajemen tengah mempertimbangkan opsi pemecatan jika ketegangan terus meningkat.
Bahkan, analis industri Mick Brown menegaskan pada 26 Agustus bahwa perpecahan di balik layar bisa menjadi pemicu akhir era Nuno di City Ground, meski semua pihak disebut masih berusaha mencari solusi damai.