Site icon Gilabola.com

Rio Ngumoha Bikin Lini Serang Liverpool Terlihat Memalukan!

Rio Ngumoha

Liverpool dinilai masih kekurangan daya ledak di lini serang meski Rio Ngumoha tampil menjanjikan musim ini.

Gilabola.com – Rio Ngumoha mendadak jadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian di Liverpool. Bukan cuma karena usianya yang masih 17 tahun, tapi juga karena energi dan keberaniannya saat menyerang yang dianggap mulai jarang terlihat di skuad The Reds saat ini.

Legenda Liverpool, John Aldridge, mengaku paham mengapa fans Anfield begitu antusias melihat penampilan Ngumoha. Namun di saat bersamaan, ia juga menilai kondisi itu justru memperlihatkan masalah besar yang sedang dialami Liverpool di lini depan.

Menurut Aldridge, pemain muda seperti Ngumoha seharusnya tidak dibebani ekspektasi besar untuk menjadi penyelamat serangan Liverpool.

Meski begitu, ia mengakui talenta Ngumoha memang sangat menonjol. Sang winger disebut memiliki kecepatan, keberanian dan gaya bermain agresif yang mengingatkan pada era Jürgen Klopp.

“Kalau memang cukup bagus, berarti dia cukup umur,” tulis Aldridge dalam kolom terbarunya.

Ia juga menilai Ngumoha punya sesuatu yang membuat penonton bersemangat setiap kali membawa bola. Bek lawan pun disebut langsung sadar bahwa mereka akan menghadapi hari yang berat.

Aldridge merasa tipe pemain seperti itu sudah mulai jarang dimiliki Liverpool musim ini.

Dulu, Luis Díaz sempat memberi ancaman serupa sebelum hengkang. Sementara Mohamed Salah dinilai sudah kehilangan banyak kecepatan, sedangkan Cody Gakpo punya karakter permainan berbeda.

Suporter Liverpool bahkan sempat booing ketika Ngumoha ditarik keluar. Meski Aldridge menganggap reaksi itu kurang tepat karena sang pemain memang tak fit untuk melanjutkan laga, ia memahami alasan fans kecewa.

Menurutnya, hal itu terjadi karena lini serang Liverpool lainnya tampil kurang hidup dibanding Ngumoha.

Aldridge juga menyoroti performa Jeremie Frimpong yang belum konsisten. Pemain cepat asal Belanda itu sempat tampil bagus setelah pulih dari cedera kedua musim ini, tetapi kembali menurun setelah cedera berikutnya.

Nama Alexander Isak juga ikut dibahas. Aldridge percaya striker tersebut direkrut karena faktor kecepatan yang dimilikinya.

Sementara itu, Florian Wirtz dianggap punya karakter berbeda. Liverpool disebut sangat kehilangan kreativitasnya dalam laga terakhir.

Aldridge yakin Wirtz akan tampil lebih baik musim depan, terutama jika ia mendapatkan posisi ideal sebagai playmaker utama di belakang striker.

Namun, ia juga menegaskan pemain seperti Wirtz harus bisa menyumbang lebih banyak gol. Untuk pemain dengan kualitas sekelas dirinya, rasio satu gol dalam tiga pertandingan dianggap seharusnya bisa dicapai.

Menurut Aldridge, masalah terbesar Liverpool musim ini memang terletak pada kurang tajamnya lini depan secara keseluruhan.

Liverpool kini juga mulai mengalihkan fokus ke laga tandang melawan Aston Villa di Premier League.

Aldridge menilai banyak yang bertanya apakah Villa akan terdistraksi oleh final Liga Europa yang sudah di depan mata. Namun baginya, Liverpool seharusnya lebih fokus pada performa sendiri dibanding memikirkan kondisi lawan.

Ia mengaku sempat melihat Villa tampil mengamuk saat menghancurkan Nottingham Forest di semifinal Liga Europa. Tetapi beberapa hari kemudian, Villa justru kesulitan ketika bermain imbang melawan Burnley.

Karena itu, Aldridge merasa performa Villa masih sulit ditebak. Meski kemungkinan tidak tampil dengan kekuatan penuh saat menjamu Liverpool, ia yakin laga tetap akan berjalan sulit bagi The Reds.

“Tak ada yang mudah musim ini,” tulisnya lagi.

Aldridge pun merasa Liverpool mungkin sudah cukup puas jika bisa membawa pulang hasil imbang dari markas Villa, sebelum mencoba menutup musim dengan kemenangan atas Brentford di laga terakhir Premier League.

Exit mobile version