
Gilabola.com – Claudio Ranieri akhirnya buka suara soal kemungkinan bergabung dengan Timnas Italia. Pelatih senior yang identik dengan kisah ajaib Leicester City itu mengaku siap menerima panggilan negaranya jika benar-benar dibutuhkan.
Claudio Ranieri, yang kerap dijuluki sebagai “Malaikat Penolong Klub” kerana kerap menolong klub-klub yang terpuruk dan membawa mereka bangkit ke puncak performa mereka, sebelumnya sempat menolak tawaran dari FIGC karena masih bekerja di AS Roma. Namun kini situasinya berubah total. Ia sedang tanpa klub dan mengaku terbuka untuk segala kemungkinan.
“Saya pernah mengatakan tidak kepada Italia karena saat itu saya masih punya pekerjaan di Roma dan tidak mungkin menjalani dua pekerjaan sekaligus,” ujar Ranieri kepada Sky Sport Italia.
“Sekarang saya bebas. Jadi kalau ada yang menelepon, kenapa tidak? Jangan pernah bilang tidak pernah.”
Nama Ranieri memang mulai ramai dikaitkan dengan Timnas Italia setelah Gli Azzurri kembali berada dalam tekanan besar. Bahkan muncul pembicaraan bahwa pria berusia 73 tahun itu bisa menjadi sosok yang membangkitkan Italia usai gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Ranieri sendiri belum tahu posisi apa yang mungkin diberikan kepadanya nanti. Entah sebagai pelatih atau direktur tim nasional.
Namun satu hal yang pasti, ia sulit menolak jika negaranya benar-benar memanggil.
“Saya tidak tahu apakah sebagai pelatih atau direktur. Tapi ketika negara memanggil Anda, jawabannya adalah ya,” lanjutnya.
Ranieri belakangan memang kembali jadi sorotan setelah meninggalkan AS Roma. Ia sebelumnya sempat pensiun dua kali, tetapi tetap kembali ke dunia sepak bola dalam berbagai peran.
Hubungannya dengan Roma juga dikabarkan berakhir kurang mulus setelah terjadi benturan dengan Gian Piero Gasperini.
Selain membahas Timnas Italia, Ranieri juga menyinggung kondisi Leicester City yang kini terpuruk. Klub yang pernah dibawanya menjuarai Premier League secara sensasional satu dekade lalu kini justru terdegradasi ke kasta ketiga sepak bola Inggris.
“Itu klub yang dikenal naik turun divisi di Inggris. Sangat disayangkan mereka sekarang jatuh ke divisi ketiga,” kata Ranieri.
Meski demikian, Ranieri mengaku akan segera kembali ke Leicester untuk menghadiri perayaan 10 tahun gelar Premier League bersejarah mereka.
“Para fans ingin menghidupkan kembali atmosfer luar biasa itu,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Ranieri juga bicara soal Enzo Maresca. Ia mengungkapkan bahwa pelatih muda Italia itu beberapa kali meminta nasihat kepadanya sebelum menerima pekerjaan, termasuk saat menangani Leicester City dan Chelsea.
“Maresca adalah salah satu pelatih muda paling menjanjikan yang kami miliki. Saya berharap dia tetap bertahan di Inggris,” tutup Ranieri.
Ikuti Gilabola.com di Google News
