
Gilabola.com – Tottenham Hotspur mencapai kesepakatan prinsip dengan Roberto De Zerbi untuk mengisi posisi pelatih kepala menggantikan Igor Tudor.
Mantan pelatih Brighton dan Marseille tersebut dikabarkan telah memberikan persetujuan akhir untuk kembali ke Liga Inggris melalui kontrak berdurasi lima tahun. Keputusan ini diambil dengan cepat oleh manajemen klub mengingat posisi Spurs yang hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.
Langkah cepat diambil klub asal London Utara itu setelah masa tugas sementara Igor Tudor berakhir pada Minggu lalu. Dalam kurun waktu 44 hari, Tudor memimpin tim dalam tujuh pertandingan yang berujung hasil buruk.
Berdasarkan laporan Gianluca Di Marzio, kesepakatan awal antara kedua pihak telah tercapai, bahkan kurang dari dua bulan sejak De Zerbi meninggalkan Prancis.
Awalnya, Tottenham merencanakan penunjukan pelatih berusia 46 tahun itu pada musim panas. Namun, situasi klasemen yang tidak aman memaksa klub mempercepat proses tersebut. Spurs saat ini berada sangat dekat dengan zona merah Premier League, sehingga perubahan cepat dianggap penting untuk menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi.
Meski De Zerbi belum tiba di London, rencana jangka panjang sudah mulai disusun. Kontrak lima tahun yang ditawarkan mencerminkan keinginan klub untuk membangun stabilitas. Manajemen melihat De Zerbi sebagai sosok yang tepat untuk menghadirkan filosofi permainan yang berkelanjutan.
Menurut laporan Sky Sports, pembicaraan masih berlangsung hingga Selasa (waktu Inggris) untuk menyempurnakan susunan staf kepelatihan. Tottenham menargetkan kesepakatan penuh dapat tercapai dalam pekan ini agar De Zerbi bisa segera datang ke Inggris dan mulai bekerja sebelum sejumlah pemain utama kembali dari tugas internasional.
Penunjukan De Zerbi juga mengandung risiko besar dari sisi taktik. Pelatih asal Brescia tersebut dikenal dengan gaya bermain berbasis penguasaan bola yang kompleks. Namun, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia membutuhkan waktu untuk menerapkan pendekatannya, terutama saat mengambil alih tim di tengah musim.
Saat melatih Brighton, De Zerbi gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan awalnya. Pengalaman serupa juga terjadi ketika ia menangani Benevento dan Palermo, di mana tim mengalami periode panjang tanpa kemenangan. Tottenham kini berharap pendekatan khas “De Zerbi-ball” dapat langsung memberikan dampak instan demi menyelamatkan musim mereka.
De Zerbi berpeluang menjalani debutnya bersama Tottenham dalam laga tandang penting melawan Sunderland pada 12 April. Pertandingan tersebut menjadi krusial karena hasil selain kemenangan berpotensi membuat Spurs terjerumus ke zona degradasi.
Laga tersebut juga menjadi awal dari rangkaian tujuh pertandingan terakhir di musim 2025-2026. Periode ini akan menjadi ujian berat bagi De Zerbi untuk menerapkan sistem permainan yang kompleks kepada tim yang saat ini tengah kehilangan kepercayaan diri.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!