Site icon Gilabola.com

Saat Liverpool Ganti Pelatih, Alexander Isak Mengaku Merasa Terputus dari Klub

Alexander Isak pemain Timnnas Swedia

Alexander Isak akhirnya memberikan tanggapan setelah Liverpool memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot. Penyerang asal Swedia itu mengaku saat ini pikirannya lebih tertuju kepada tim nasional ketimbang situasi yang sedang terjadi di Anfield.

Slot meninggalkan kursi pelatih Liverpool pada akhir pekan lalu setelah musim 2025/2026 berjalan jauh dari harapan. The Reds yang sempat menjuarai Liga Inggris pada musim pertamanya bersama pelatih asal Belanda tersebut hanya mampu mengamankan tiket Liga Champions pada musim berikutnya.

Isak sendiri sedang menjalani tugas internasional bersama Swedia. Dalam laga uji coba melawan Norwegia yang berlangsung pada Selasa dini hari WIB, ia mencetak satu-satunya gol Swedia meski timnya kalah 1-3.

Isak Akui Sedang Fokus Bersama Timnas

Ketika ditanya mengenai kepergian Slot, Isak mengaku tidak terlalu mengikuti perkembangan terbaru di Liverpool karena saat ini fokusnya berada bersama tim nasional.

“Saya merasa sudah agak terputus dari Liverpool sekarang karena saya berada di sini bersama Swedia. Selalu menyedihkan ketika seorang pelatih harus pergi,” kata Isak.

Penyerang yang didatangkan Liverpool dari Newcastle United dengan nilai transfer sekitar Rp2,8 triliun itu juga mengisyaratkan bahwa pergantian pelatih bukanlah hal yang mengejutkan dalam sepak bola.

“Biasanya posisi pelatih memang yang pertama berubah ketika keadaan berjalan buruk,” lanjutnya.

Meski demikian, Isak menegaskan dirinya tidak mengetahui banyak detail mengenai situasi yang terjadi di dalam klub.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

“Seperti yang saya katakan, saya tidak tahu banyak tentang apa yang sudah terjadi atau apa yang akan terjadi. Saya mendoakan yang terbaik untuknya.”

Musim Perdana yang Sulit

Musim pertama Isak di Liverpool tidak berjalan mulus. Setelah mencetak 27 gol pada musim 2024/2025, produktivitasnya merosot tajam menjadi hanya empat gol pada musim berikutnya.

Cedera patah kaki yang dialaminya saat menghadapi Tottenham Hotspur pada Desember lalu menjadi salah satu penyebab utama. Ironisnya, cedera tersebut terjadi tepat ketika ia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-1 Liverpool.

Cedera itu membuat Isak harus menepi hingga awal April.

Tak hanya jumlah gol yang menurun, intensitas ancamannya di depan gawang juga berkurang. Rata-rata tembakannya per pertandingan turun drastis dari 2,9 saat masih membela Newcastle menjadi hanya 1,2 selama musim terakhir bersama Liverpool.

Dengan kepergian Mohamed Salah dari Anfield, Liverpool kemungkinan akan berharap banyak kepada Isak untuk menjadi salah satu tumpuan lini serang pada musim 2026/2027. Namun, apakah penyerang Swedia itu mampu kembali ke performa terbaiknya masih harus dibuktikan di lapangan.

Opini Gilabola.com

Pernyataan Isak menunjukkan profesionalisme seorang pemain yang sedang fokus menjalankan tugas negara. Ia tidak berusaha berspekulasi soal keputusan klub dan memilih memberikan dukungan kepada mantan pelatihnya.

Musim depan bisa menjadi momen penting bagi Isak. Setelah diganggu cedera dan performanya menurun, ia memiliki kesempatan untuk memulai lembaran baru bersama pelatih yang berbeda di Liverpool.

Exit mobile version