Sudah Tahu Jasa Sam Allardyce Bagi Leeds United? Makin Kencang Turun Degradasi

Gila Bola – Pelatih tua yang gagal menjadi manajer timnas Inggris, Sam Allardyce, mencoba menyelamatkan Leeds United dan tahu apa yang dia lakukan selama 45 menit pertama melawan Manchester City? Bertahan total dan menyisakan 16 persen saja penguasaan bola, tapi kebobolan dua gol.

Dua gol dari Ilkay Gundogan memperlihatkan, tidak ada gunanya bertahan secara total menghadapi dominasi bola dari sebuah skuad sekelas Pep Guardiola serta mencoba menumpulkan serangan-serangan skuad the Sky Blues itu.

Guardiola dikenal sebagai pelatih yang pintar membaca situasi permainan dan mengubah taktik saat pertandingan berlangsung. Jika cuma menghadapi pola-pola seperti “parkir bus” yang dilakukan Allardyce, sudah pasti gagal total.

Berapa Koleksi Poin Leeds Saat Ini?

Leeds saat ini masih memiliki 30 poin. Masih di posisi 17 klasemen sementara Liga Inggris. Tapi 30 poin itu tidak ada artinya karena sama banyak dengan Nottingham di urutan 18 dan satu poin lebih banyak dibandingkan Everton pada urutan 19.

Jika Nottingham berhasil menang atas Southampton, tim yang kini berada di posisi paling buncit klasemen Liga Inggris dengan 24 poin pada laga Minggu besok (7/5) maka skuad Steve Cooper itu akan menyalip Leeds!

Laga Leeds berikutnya adalah menjamu Newcastle. Jika Allardyce menganggap Eddie Howe sebagai anak kecil dan dirinya masih memiliki sindrom megalomania menganggap dirinya setara Guardiola, maka kita sudah bisa meramalkan the Whites akan ditelan dengan mudah oleh the Magpies.

Allardyce Sombongkan Diri Setara Guardiola, Klopp, Arteta 

Dalam jumpa pers pertamanya saat diperkenalkan sebagai pelatih anyar Leeds United, Sam Allardyche menyombongkan diri dengan menggolongkan ia sekelas dengan Pep Guardiola, Juergen Klopp serta Mikel Arteta.

Hal ini dengan segera mendapatkan kecaman dari beberapa komentator. Salah satunya¬† Jamie Carragher, yang menyebut klaim Allardyce sebagai “delusional”, sebuah konsep perihal diri sendiri yang tidak sesuai kenyataan, biasanya menganggap diri lebih besar daripada fakta sesungguhnya, atau megalomania.

Allardyce dikenal sebagai manajer penyelamat tim dari jebakan degradasi, dengan ia dipekerjakan di Everton, Sunderland dan Crystal Palace pada masa lalu dengan tujuan yang persis sama, berhasil menyelamatkan mereka bertiga, namun gagal dalam tugasnya di West Brom, dua musim lalu.