
Gilabola.com – Marco Silva meluapkan kemarahan pada keputusan VAR yang dinilainya “tidak masuk akal” setelah Fulham kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu malam, dalam laga derby London yang penuh kontroversi.
Gol Sensasional Josh King Dianulir
Fulham sebenarnya sempat bersorak ketika gelandang muda berusia 18 tahun, Josh King, mencetak gol pertamanya di level senior. Namun kegembiraan itu pupus setelah wasit Rob Jones, atas saran VAR Michael Salisbury, meninjau tayangan ulang di monitor pinggir lapangan.
Gol tersebut akhirnya dianulir karena dianggap ada pelanggaran Rodrigo Muniz terhadap Trevoh Chalobah dalam proses build-up, sebuah keputusan yang membuat Silva geram.
BACA JUGA: Chelsea Menang, Tapi Krisis Striker Jadi Mimpi Buruk Baru untuk Maresca!
Penalti Chelsea Picu Amarah
Di babak kedua, Chelsea mendapat hadiah penalti setelah bola dianggap mengenai tangan Ryan Sessegnon dari umpan silang Chalobah. Enzo Fernandez mengeksekusi dengan sempurna untuk membawa tuan rumah unggul 2-0, menambah gol pembuka Joao Pedro yang tercipta pada menit ke-54 (injury time babak pertama setelah delapan menit tambahan).
Meski Silva mengakui Sessegnon memang melakukan handball, ia menilai ada beberapa pelanggaran sebelumnya yang justru seharusnya menguntungkan Fulham. Ia menyebut adanya injakan pada Alex Iwobi, handball oleh Joao Pedro, dan dorongan pada Joachim Andersen yang diabaikan wasit maupun VAR.
“Keputusan penalti itu benar-benar tidak masuk akal,” tegas Silva. “Sebelum momen itu, ada dua atau tiga situasi jelas yang harusnya jadi pelanggaran untuk kami. Tetapi, mereka justru hanya fokus pada insiden handball Sessegnon.”
Kritik Keras untuk VAR
Silva semakin murka karena menurutnya ada inkonsistensi mencolok dari wasit VAR yang memimpin pertandingan.
“VAR bisa menemukan sesuatu yang dianggap sebagai injakan Rodrigo Muniz, tetapi orang yang sama tidak melihat injakan keras terhadap Iwobi sebelum penalti. Saya tidak bisa pahami itu,” katanya dengan nada kesal.
Namun di sisi lain, Silva masih memberi sedikit apresiasi pada wasit utama Rob Jones.
“Jujur saja, itu laga sulit. Dia cukup seimbang dalam memimpin derby yang intens ini. Tapi keputusan VAR sangat sulit dimengerti.”
Jaga Emosi demi Laga Berikutnya
Silva mengaku tidak berbicara banyak dengan wasit setelah laga. “Saya sudah berbicara dengannya saat jeda babak pertama, untuk memahami kenapa gol kami dianulir dan kenapa gol Chelsea di menit 54 tidak dianulir. Setelah laga, saya memilih untuk tidak bicara apa pun. Saya tidak mau mengatakan sesuatu yang akan saya sesali, karena saya ingin tetap berada di bench pada laga berikutnya, para pemain saya butuh saya ada di sana.”