Barcelona menunjukkan wajah berbeda dalam laga pramusim melawan FC Basel di St. Jakob-Park, Swiss. Bukan cuma menang besar 5-2, tim Hansi Flick juga tampil sangat cair dalam menyerang.
Karim Adeyemi membuka rekening golnya bersama Barcelona, sementara Jesse Bisiwu mencuri perhatian lewat dua gol pada menit-menit akhir pertandingan.
Barcelona Tampil Agresif Sejak Menit Pertama
Flick menurunkan formasi 4-3-3, berbeda dari pola 4-2-3-1 yang biasa digunakan. Marc Bernal menjadi gelandang bertahan tunggal, dengan Xavi Espart dan Fermín bermain lebih ke depan.
Eric Garcia ditempatkan sebagai bek kanan, sedangkan Espart mengisi lini tengah. Anthony Gordon bermain di sayap kiri dan Raphinha dipercaya sebagai penyerang tengah.
Barcelona langsung menguasai bola dalam 25 menit pertama. Gordon menjadi salah satu pemain yang paling menonjol. Pergerakannya tajam, agresif, dan beberapa serangan terbaik Barcelona berawal dari sisi tersebut.
Espart juga terlihat nyaman menjalankan perannya di lini tengah. Sebagai gelandang natural, ia mampu membaca ruang dengan baik dan menjadi pilihan umpan bagi Bernal ketika Barcelona membangun serangan.
Basel baru mulai memberikan ancaman sekitar menit ke-30. Beberapa serangan balik sempat memanfaatkan garis pertahanan tinggi Barcelona. Namun, Joan Garcia tidak sampai dipaksa melakukan penyelamatan penting.
Barcelona akhirnya memecah kebuntuan. Raphinha memberikan umpan yang sangat baik kepada Adeyemi, yang kemudian menyelesaikannya dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Adeyemi untuk Barcelona.
Keunggulan itu tidak bertahan sampai turun minum. Barcelona sempat melakukan kesalahan dalam bertahan dan Doucouré memanfaatkannya untuk menyamakan kedudukan.
Meski begitu, performa Barcelona di babak pertama tetap memberi banyak alasan bagi Flick untuk puas. Serangan mereka cepat, kreatif, dan jauh lebih cair. Raphinha juga terlihat efektif ketika dimainkan sebagai false nine.
Abdelkarim Langsung Mencetak Gol
Flick melakukan empat pergantian pemain saat jeda. Salah satunya memasukkan Hamza Abdelkarim.
Keputusan tersebut langsung memberikan hasil.
Empat menit setelah babak kedua dimulai, Abdelkarim mencetak gol dengan sentuhan pertamanya. Ia menyelesaikan umpan silang Adeyemi dengan penyelesaian khas seorang penyerang dan membawa Barcelona kembali unggul.
Barcelona terus mengontrol pertandingan setelah itu. Sisi kiri menjadi salah satu sumber serangan utama, sementara Raphinha kembali mendapatkan beberapa peluang untuk mencetak gol. Sayangnya, tidak ada yang berujung gol.
Memasuki 30 menit terakhir, Flick mulai memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain yang baru menjalani penampilan pramusim pertamanya. Lamine Yamal, Dani Olmo, Jules Kounde dan Pau Cubarsí masuk ke lapangan.
Brian Fariñas, Ebrima Tunkara dan Jesse Bisiwu juga mendapat kesempatan bermain.
Yamal tidak terlalu banyak melakukan aksi mencolok. Ia lebih terlihat bermain untuk mendapatkan menit bermain dan menjaga kondisi fisiknya. Namun, pemain muda tersebut tetap punya kontribusi penting.
Saat Kounde dijatuhkan di dalam kotak penalti, Barcelona mendapatkan hadiah penalti. Yamal maju sebagai eksekutor dan melepaskan tendangan yang membuat Barcelona unggul 3-1.
Basel kemudian kembali memperkecil ketertinggalan lewat penalti Olaigbe. Hadiah penalti tersebut diberikan setelah wasit menganggap terjadi pelanggaran di kotak penalti Barcelona.
Skor berubah menjadi 3-2.
Tapi pertandingan belum selesai.
Jesse Bisiwu Tutup Pesta Barcelona
Menjelang akhir pertandingan, panggung menjadi milik Jesse Bisiwu.
Pemain muda asal Belgia itu mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan Barcelona. Gol pertamanya lahir lewat penyelesaian cantik yang mengarah ke pojok atas gawang.
Gol kedua datang setelah Yamal merebut bola di dalam kotak penalti Basel. Ia kemudian memberikan umpan pendek yang diselesaikan Bisiwu dengan mudah.
Barcelona pun menutup pertandingan dengan kemenangan 5-2.
Hasil tersebut bukan sekadar kemenangan besar dalam laga pramusim. Permainan menyerang Barcelona juga memperlihatkan pendekatan yang cukup berbeda dari dua musim pertama Flick.
Serangan mereka terlihat lebih dinamis dan pemain lebih bebas bertukar posisi. Gordon dan Adeyemi tampil bagus, Raphinha nyaman sebagai false nine, sementara sejumlah pemain muda ikut memberikan dampak.
Dengan pola seperti ini, kebutuhan Barcelona terhadap seorang penyerang nomor sembilan mungkin tidak lagi terasa sesederhana sebelumnya.
Analisis Gilabola.com
Menurut kami, hal paling menarik dari kemenangan Barcelona bukan skor 5-2, melainkan perubahan bentuk serangan yang diperlihatkan Flick.
Formasi 4-3-3 dengan Bernal sebagai pivot tunggal membuat Barcelona memiliki struktur yang berbeda. Espart dan Fermín bisa bergerak lebih tinggi, sementara Gordon, Adeyemi dan Raphinha memberikan variasi di lini depan.
Adeyemi juga mendapat awal yang bagus dengan gol perdananya. Namun, penampilan Bisiwu layak mendapat perhatian tersendiri. Dua gol di akhir pertandingan menunjukkan bahwa pemain muda tersebut mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan.
Jika pola serangan seperti ini terus berkembang, Barcelona memang memiliki alasan untuk tidak terburu-buru menganggap posisi nomor sembilan sebagai masalah terbesar mereka. Setidaknya, laga melawan Basel memberikan indikasi awal ke arah tersebut.

