Kevin De Bruyne tampil gemilang dengan mencetak brace saat Belgia membantai Turkiye 3-0 dalam lanjutan UEFA Nations League. Romelu Lukaku turut menyumbangkan gol sekaligus mengantarkan pelatih Mark van Bommel meraih kemenangan kandang pertamanya bersama tim nasional Belgia.
Bertanding di Stade Maurice Dufrasne, De Bruyne menjadi pembeda melalui dua lesakan spektakuler. Gelandang Napoli itu mencetak gol pada babak pertama dan kembali membobol gawang Turkiye setelah turun minum.
De Bruyne hanya membutuhkan 10 menit untuk membuka keunggulan Belgia. Dia melakukan kombinasi umpan satu-dua dengan Dodi Lukebakio sebelum melewati Abdulkerim Bardakci dan melepaskan tembakan yang bersarang di sudut kanan bawah gawang.
Kedua tim kemudian saling menciptakan peluang sebelum jeda. Lukebakio hampir menggandakan keunggulan Belgia, tetapi tembakan kerasnya berhasil ditepis Ugurcan Cakir hingga membentur tiang gawang.
Turkiye juga memiliki kesempatan emas melalui Merih Demiral. Sayangnya, bek tersebut justru melepaskan tembakan melambung dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan silang mendatar Zeki Celik.
Memasuki babak kedua, Lukebakio kembali mengancam dan sempat membentur tiang gawang. Senne Lammens kemudian melakukan penyelamatan cepat untuk menggagalkan peluang Yunus Akgun.
Belgia akhirnya menggandakan keunggulan melalui aksi individu De Bruyne. Setelah Youri Tielemans merebut bola di luar kotak penalti, dia memberikan umpan kepada De Bruyne yang melepaskan tembakan melengkung dari jarak jauh ke sudut kiri atas gawang.
Gol tersebut memberikan keunggulan 2-0 bagi Belgia. Lukaku kemudian memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-76 setelah menyelesaikan umpan mendatar Charles De Ketelaere.
Belgia juga berhasil mempertahankan keunggulan tanpa kebobolan meski Turkiye meningkatkan tekanan menjelang akhir pertandingan.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
De Bruyne dan Lukaku Jadi Pembeda
Kemenangan ini memperlihatkan peran penting para pemain senior Belgia di bawah kepemimpinan Van Bommel. Di tengah munculnya pemain seperti Mika Godts dan Lukebakio, De Bruyne serta Lukaku justru menjadi penentu hasil pertandingan.
Berdasarkan statistik expected goals (xG), Belgia mencatatkan angka 1,24, sedikit lebih rendah dibandingkan Turkiye yang mengumpulkan 1,33.
Menariknya, dua gol De Bruyne hanya menghasilkan total xG sebesar 0,17. Statistik tersebut memperlihatkan kualitas penyelesaian akhir sang gelandang dalam menghasilkan dua gol spektakuler.
De Bruyne juga menciptakan tiga peluang, hanya kalah dari Godts yang membukukan empat peluang untuk Belgia. Selain itu, dia memenangkan lima dari 10 duel sebelum ditarik keluar pada menit ke-82.
Di kubu Turkiye, Arda Guler sebenarnya tampil aktif dengan menciptakan lima peluang, terbanyak di antara seluruh pemain dalam pertandingan tersebut.
Sayangnya, kegagalan memaksimalkan peluang kembali menjadi masalah bagi Turkiye. Persoalan serupa sebelumnya juga berkontribusi terhadap kegagalan mereka melaju dari fase grup Piala Dunia.


