Barcelona kembali terseret skandal Negreira setelah 50.000 halaman bukti dari Real Madrid tiba di UEFA. Situasi tersebut membuat gelar-gelar La Liga era Pep Guardiola ikut menjadi sorotan.
Real Madrid mengirim dokumen tersebut kepada UEFA pada Kamis. Isinya berkaitan dengan tuduhan pembayaran ilegal Barcelona kepada Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil komite teknis wasit Spanyol.
Barcelona dituduh membayar lebih dari 7 juta poundsterling dalam serangkaian transaksi selama 17 tahun sejak 2001. Pembayaran tersebut berlangsung ketika Negreira masih menjabat sebagai wakil komite yang antara lain bertanggung jawab atas penunjukan perangkat pertandingan.
Barcelona berulang kali membantah melakukan pelanggaran. Klub Catalunya itu menyatakan pembayaran diberikan untuk laporan teknis dan pemantauan pemain melalui perusahaan milik Negreira.
Presiden Barcelona saat itu, Joan Laporta, juga menegaskan klubnya tidak pernah membeli wasit.
“Barca tidak pernah membeli wasit dan Barca tidak pernah punya niat membeli wasit, sama sekali tidak pernah,” kata Laporta.
La Liga sebelumnya menyatakan tidak dapat melakukan penyelidikan karena dugaan pelanggaran tersebut terjadi terlalu lama di masa lalu.
UEFA sebenarnya sudah membuka penyelidikan. Kasus itu kembali mencuat tahun ini setelah Florentino Perez maju dalam pemilihan kembali sebagai presiden Real Madrid dan berjanji mengusut apa yang disebutnya sebagai “skandal terbesar dalam sejarah”.
UEFA kemudian mengonfirmasi telah menerima “sejumlah besar dokumen” yang akan diperiksa oleh tim etik dan disiplin.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Barcelona merespons dengan menyatakan proses hukum sudah berjalan sejak 2023 dan tidak pernah ditutup. Blaugrana juga mengklaim telah memenuhi seluruh permintaan pihak berwenang.
Inti pembelaan Barcelona sejak awal adalah tidak adanya bukti bahwa pembayaran tersebut memberikan pengaruh terhadap pertandingan.
Periode dugaan pembayaran berakhir pada 2018, ketika Negreira yang pernah menjadi wasit tersebut meninggalkan komite.
Periode itu beririsan dengan masa Guardiola sebagai pelatih Barcelona. Guardiola menangani Blaugrana selama empat musim, mulai 2008 hingga 2012.
Di bawah Guardiola, Barcelona menjuarai La Liga dalam tiga dari empat musim tersebut. Pada 2011, mereka juga menyapu bersih seluruh trofi yang tersedia, termasuk La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Spanyol, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Kasus Negreira memang berkaitan dengan sepak bola domestik Spanyol. Akan tetapi, tuduhan mengenai upaya memengaruhi perangkat pertandingan kembali menghidupkan kontroversi lama yang melibatkan Barcelona.
Chelsea masih mengingat semifinal Liga Champions 2009 melawan Barcelona di Stamford Bridge. Wasit Tom Henning Ovrebo saat itu menolak sejumlah klaim penalti Chelsea yang kemudian disebut Guus Hiddink sebagai “tiga penalti yang jelas”.
Barcelona akhirnya lolos ke final setelah Andres Iniesta mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time. Didier Drogba meluapkan kemarahannya dengan meneriakkan “disgrace”.
Arsenal juga memiliki pengalaman kontroversial ketika menghadapi Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2011. Robin van Persie mendapat kartu kuning kedua dari wasit Massimo Busacca setelah melepaskan tembakan sesaat setelah peluit berbunyi.
“Itu lelucon,” kata Van Persie saat itu. Arsene Wenger juga menyebut keputusan tersebut “memalukan”.
Dokumen setebal 50.000 halaman yang dikirim Real Madrid ke UEFA kini kembali membuat skandal Negreira menjadi sorotan. Situasi tersebut juga menempatkan warisan Guardiola di Barcelona dalam perdebatan yang semakin panas.


