
Gilabola.com – NEC Nijmegen menutup musim Eredivisie dengan malam yang tidak akan mereka lupakan. Kemenangan atas Go Ahead Eagles, ditambah kekalahan FC Twente di markas PSV Eindhoven, membawa NEC finis di posisi ketiga dan merebut tiket kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Stadion Goffert langsung berubah jadi lautan pesta begitu peluit akhir berbunyi.
Sebelum laga dimulai, Twente masih berada di posisi ketiga. NEC tertinggal dua poin di belakang mereka, sementara Ajax diam-diam masih punya peluang naik jika mampu menang atas Heerenveen.
Namun semuanya berubah cepat.
NEC Langsung Tancap Gas
NEC membuka skor pada menit ke-12 lewat Noe Lebreton. Situasi sepak pojok membuat kotak penalti Go Ahead Eagles kacau sebelum bola akhirnya disundul masuk oleh sang gelandang muda.
Tak lama kemudian kabar baik datang dari Eindhoven.
PSV berhasil unggul lebih dulu atas Twente melalui sundulan Ryan Flamingo setelah menerima umpan sepak pojok Ivan Perisic. Bola bahkan sempat mengenai pemain Twente, Mats Rots, sebelum masuk ke gawang.
Twente memang sempat membalas cepat lewat sepakan Sondre Ørjasæter yang gagal dibendung Matej Kovar meski kiper itu sempat menyentuh bola.
Tapi malam itu memang terasa milik NEC.
Bryan Linssen hampir menggandakan keunggulan andai sepakannya tidak membentur mistar. Beberapa menit kemudian Lebreton benar-benar mencetak gol keduanya.
Gol itu lahir dari aksi apik Tjarron Chery yang lebih dulu mengontrol bola udara sebelum mengirim umpan matang. Tembakan pertama Lebreton mengenai tiang, namun bola muntah langsung disambar lagi menjadi gol.
PSV Hancurkan Harapan Twente
Di Eindhoven, PSV terus menekan. Noah Fernandes membawa PSV unggul 2-1 sebelum turun minum lewat tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti. Kabar itu langsung disambut sorakan suporter NEC di Nijmegen karena posisi ketiga sementara sudah ada di tangan mereka.
Masuk babak kedua, PSV makin brutal.
Dennis Man mencetak gol ketiga lewat sepakan rendah ke tiang dekat pada menit ke-53. Go Ahead Eagles sempat memperkecil ketertinggalan lewat Søren Tengstedt, tapi NEC tetap tenang karena PSV terus menghukum Twente.
Guus Til menambah gol keempat PSV sebelum Ricardo Pepi menutup pesta dengan gol penalti. Laga berakhir 5-1.
Ajax Tambah Malu
Di saat NEC berpesta, Ajax justru menambah luka di akhir musim mereka.
Bermain di kandang Heerenveen, Ajax gagal mencetak gol dan hanya bermain imbang 0-0. Padahal kemenangan akan membawa mereka menyalip Twente.
Ajax bahkan nyaris kalah di menit akhir. Maarten Paes menjatuhkan bola mudah di depan gawang, tetapi Ringo Meerveld dan Dylan Vente gagal memanfaatkan peluang emas tersebut.
Hasil itu membuat Ajax harus puas tampil di playoff UEFA Conference League.
Ironisnya lagi, klub asal Amsterdam itu tidak bisa memainkan laga playoff di stadion sendiri karena venue mereka dipakai konser Harry Styles. Ajax pun akan memainkan pertandingan tersebut di Volendam.
Musim yang benar-benar ingin segera mereka lupakan.
Opini Gilabola.com
NEC jadi contoh bagaimana konsistensi dan momentum bisa mengubah sejarah klub dalam satu malam. Mereka tidak cuma menang, tapi memanfaatkan tekanan yang gagal diatasi rival-rivalnya.
Sementara Ajax terlihat seperti tim yang kehilangan arah sepanjang musim. Dari perburuan Liga Champions sampai harus numpang main playoff di kota lain, semuanya terasa berantakan.
Ikuti Gilabola.com di Google News
