
FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar mulai 24 September hingga 5 Oktober. Sebanyak 14 tim ambil bagian dan terbagi dalam dua divisi.
Divisi Premier berlangsung di Indonesia, sedangkan Divisi Challenge digelar di Hong Kong.
Juara FIFA ASEAN Cup akan mendapatkan hadiah sekitar Rp16 miliar dari total hadiah yang mencapai sekitar Rp64 miliar. Seluruh pertandingan juga masuk kalender FIFA sehingga hasilnya akan berpengaruh terhadap peringkat dunia setiap negara peserta.
Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara Grup B ada Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Pasukan John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, akan mengawali kiprah pada 25 September melawan Singapura di SUGBK, Jakarta. Setelah itu, Indonesia akan menghadapi Malaysia pada 28 atau 29 September dan Bangladesh pada 1 Oktober.
Skuad timnas Vietnam akan datang dengan modal mempertahankan gelar ASEAN Championship pada Agustus lalu. Mereka menjadi salah satu kandidat terkuat di kompetisi kali ini, tapi patut diingat juga kalau rival-rival mereka juga telah melakukan perubahan besar.
Indonesia menjadi salah satu ancaman serius bai Vietnam. Setelah hasil mengecewakan di ASEAN Championship, John Herdman memanggil 23 pemain dengan sekitar 10 di antaranya berkarier di klub Eropa.
Di sektor penjaga gawang terdapat Emil Audero dari Rayo Vallecano dan Maarten Paes dari Ajax. Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On, dan Dean James juga masuk dalam skuad.
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, absen karena cedera saat membela Sassuolo melawan Juventus. Federasi sepak bola Indonesia juga menargetkan gelar juara di kandang sendiri.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Malaysia turut melakukan perubahan besar. Pelatih interim Tan Cheng Hoe hanya mempertahankan lima pemain dari skuad yang kalah agregat 0-4 dari Vietnam di semifinal ASEAN Championship.
Malaysia juga menambahkan tiga pemain naturalisasi yang telah dinyatakan memenuhi syarat FIFA. Mereka adalah penyerang Brasil Bergson da Silva, gelandang Argentina Manuel Hidalgo, serta bek kelahiran Australia Brad Tapp.
Vietnam sendiri tidak hanya mengandalkan skuad juara. Kim Sang-sik mempertahankan mayoritas pemain utama dan menambahkan dua pemain naturalisasi.
Williams Minh Hoàng menjadi salah satu tambahan baru. Penyerang berusia 19 tahun keturunan Inggris dan Vietnam itu memiliki tinggi 1,90 meter.
Ada pula bek kelahiran Prancis, Nguyễn Adou Leygley Minh, yang memperkuat Công An Hà Nội. Ngô Đăng Khoa kemudian dipanggil setelah Nguyễn Thành Chung mengalami cedera.
Vietnam juga tidak diperkuat Đoàn Văn Hậu karena sedang menjalani hukuman larangan bermain di kompetisi domestik.
Sektor tengah menjadi perhatian utama Kim Sang-sik. Pada final ASEAN Championship di Mỹ Đình, Vietnam kehilangan bentuk permainan setelah Nguyễn Hoàng Đức dan Lê Phạm Thành Long ditarik keluar.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena Vietnam tidak mendapatkan jeda panjang antar-musim. ASEAN Championship langsung disusul kompetisi V.League.
Sejumlah pemain yang tampil dominan pada Agustus juga dinilai belum menunjukkan performa serupa pada September.
Vietnam akhirnya menghadapi ujian baru sebagai juara bertahan regional. Persaingan kali ini juga diperkuat faktor hadiah serta poin yang diperebutkan untuk peringkat FIFA.
