Persija Andalkan Kedalaman Skuad, Arema Datang Tanpa Striker Andalan di Perebutan Posisi Ketiga Piala Presiden 2026.
Perjalanan Persija Jakarta dan Arema FC di Piala Presiden 2026 memang tidak berakhir di partai final. Meski begitu, kedua tim masih memiliki satu pertandingan penting untuk menutup turnamen dengan hasil positif saat bertemu dalam laga perebutan peringkat ketiga.
Duel tersebut akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Selain memperebutkan posisi ketiga, pertandingan ini juga menjadi kesempatan terakhir bagi kedua pelatih mengevaluasi kesiapan tim sebelum Super League 2026/2027 dimulai.
Jadwal Persija vs Arema FC
- Hari, tanggal: Kamis, 6 Agustus 2026
- Waktu: 15.30 WIB
- Tempat: Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali
- Siaran langsung: Indosiar
Panitia penyelenggara memastikan pertandingan perebutan peringkat ketiga maupun final digelar tanpa kehadiran penonton. Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Polda Bali dan Mabes Polri menjelang fase akhir turnamen.
Persija Lebih Tajam, Arema Lebih Kokoh di Belakang
Persija melangkah ke semifinal sebagai runner-up Grup B dengan koleksi empat poin. Setelah kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga pembuka, Macan Kemayoran bangkit lewat hasil imbang 2-2 melawan Port FC sebelum menutup fase grup dengan kemenangan telak 4-1 atas PSMS Medan.
Perjalanan mereka terhenti di semifinal usai kalah 1-2 dari Persib Bandung. Persija sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Kwon Chang-hoon pada menit ke-86 setelah sebelumnya tertinggal dua gol sejak babak pertama.
Selama empat pertandingan, tim besutan Shin Tae-yong mencetak tujuh gol. Produktivitas itu menjadi salah satu yang terbaik di turnamen, tetapi lini belakang masih menyisakan pekerjaan rumah karena belum sekali pun mencatatkan nirbobol.
Di kubu seberang, Arema lolos dari Grup A sebagai peringkat kedua dengan enam poin. Singo Edan bangkit setelah kalah 0-1 dari Persib Bandung dengan mengalahkan Tampines Rovers 2-1 dan DPMM FC 2-0.
Langkah mereka menuju final dihentikan Persebaya Surabaya lewat kekalahan tipis 0-1. Meski lebih banyak menguasai permainan, Arema gagal memaksimalkan peluang yang didapat.
Catatan empat gol dan hanya tiga kali kebobolan menunjukkan pertahanan Arema tampil lebih solid dibanding Persija. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan yang harus segera dibenahi.
Arema Kehilangan Gustavo, Persija Punya Banyak Opsi
Tantangan terbesar Arema datang dari absennya Gustavo Henrique. Penyerang asal Brasil itu mengalami cedera otot paha depan kiri setelah mencetak gol keduanya ke gawang DPMM FC.
Kehilangan Gustavo bukan perkara kecil. Seluruh gol Arema pada fase grup berasal dari kaki penyerang berusia 26 tahun tersebut. Ia mencetak dua gol saat mengalahkan Tampines Rovers dan kembali memborong dua gol ketika menundukkan DPMM FC.
Kini tanggung jawab mencetak gol berpindah kepada Joel Vinicius, Gabriel Silva, Gustavo Franca, serta para gelandang yang diharapkan lebih sering masuk ke kotak penalti lawan.
Sebaliknya, Persija justru memiliki keuntungan dari kedalaman skuad. Saat menghadapi Persib, gol Kwon Chang-hoon lahir berkat pergerakan Victor Dethan yang juga masuk dari bangku cadangan.
Situasi serupa terlihat ketika Persija membantai PSMS Medan. Victor Dethan, Agi Firmansyah, dan Gustavo Almeida sama-sama menyumbang gol setelah dimainkan sebagai pemain pengganti. Victor Dethan bahkan mencatat satu gol dan dua assist dalam laga tersebut.
Meski demikian, Shin Tae-yong masih menyoroti kondisi timnya yang menurutnya baru berada di kisaran 30 hingga 40 persen. Dengan waktu pemulihan yang sangat singkat setelah semifinal, rotasi pemain kembali berpeluang dilakukan.
Duel Dua Karakter Berbeda
Laga ini mempertemukan dua pendekatan permainan yang berbeda.
Persija cenderung bermain agresif dengan sirkulasi bola cepat dan variasi serangan dari kedua sisi lapangan. Sebaliknya, Arema lebih mengandalkan organisasi pertahanan yang rapi sebelum mencari peluang melalui serangan balik.
Absennya Gustavo Henrique membuat Singo Edan kemungkinan tidak akan bermain terlalu terbuka. Menjaga jarak antarlini dan memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Persija bisa menjadi pilihan yang lebih realistis.
Secara statistik, lima pertemuan kompetitif terakhir juga memperlihatkan persaingan yang seimbang. Persija dan Arema sama-sama meraih dua kemenangan, sementara satu pertandingan lainnya berakhir imbang. Pada pertemuan terakhir, Arema menang 2-0 atas Persija di Stadion Gelora Bung Karno pada 8 Februari 2026.
Melihat kondisi kedua tim, pertandingan diperkirakan berlangsung ketat sejak menit awal. Persija memiliki keuntungan dari banyaknya opsi pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan, sedangkan Arema masih mengandalkan disiplin bertahan untuk meredam tekanan lawan.

