
Gilabola.com – Paris Saint-Germain semakin dekat untuk mempertahankan gelar Ligue 1 setelah berhasil melangkah ke final Liga Champions musim ini. Sebelum sepenuhnya fokus menghadapi partai puncak di Budapest, raksasa Paris itu kini berpeluang memastikan trofi domestik kembali menjadi milik mereka.
Pasukan Luis Enrique akan menghadapi Arsenal pada final Liga Champions tanggal 30 Mei mendatang setelah bermain imbang 1-1 melawan Bayern Munich pada leg kedua semifinal, Kamis dini hari WIB. Hasil tersebut membuat mereka unggul agregat 6-5 atas wakil Jerman tersebut.
Setahun setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor 5-0 di final dan meraih gelar Eropa pertama dalam sejarah klub, Les Parisiens kini berpeluang menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu menjuarai kompetisi itu dua musim beruntun setelah Real Madrid periode 2016 hingga 2018.
“Merupakan sebuah kebanggaan memiliki tim dengan kualitas seperti ini,” ujar Luis Enrique setelah pertandingan melawan Bayern.
Dominasi di kompetisi domestik memang tidak lagi dianggap sebesar pencapaian mereka di Eropa. Namun, menjuarai Ligue 1 tetap menjadi target minimal bagi PSG mengingat keunggulan finansial mereka dibanding klub-klub lain di Prancis sejak diambil alih investor Qatar pada 2011.
Menurut laporan Deloitte, klub ibu kota Prancis tersebut memiliki pendapatan terbesar keempat di dunia sepak bola tahun lalu. Bahkan, anggaran mereka disebut lebih besar dibanding gabungan lima klub terkaya berikutnya di Prancis.
Lens menjadi satu-satunya tim yang masih berpeluang menggagalkan PSG meraih gelar dengan tiga pertandingan tersisa. Namun, klub Paris unggul enam poin dan memiliki selisih gol jauh lebih baik.
Karena itu, Lens wajib mengalahkan Nantes pada laga kandang Jumat malam waktu setempat agar PSG belum bisa memastikan gelar saat menghadapi Brest pada Minggu malam waktu setempat.
Meski Lens menang, kemenangan PSG atas Brest praktis akan mengakhiri persaingan perebutan gelar. Jika belum terjadi pekan ini, tim asuhan Luis Enrique berpeluang memastikan trofi saat bertandang menghadapi pesaing terdekat mereka pada tengah pekan depan.
Sementara itu, Lens kini lebih realistis memburu posisi runner-up sebelum menjalani final Piala Prancis melawan Nice pada 22 Mei mendatang.
“Melihat perjalanan musim kami, target realistis adalah finis di posisi kedua, meski kami masih ingin mencoba mengejar sesuatu yang lebih tinggi,” kata pelatih Lens, Pierre Sage.
Lyon kini berada dalam posisi untuk merebut tiket otomatis ketiga ke Liga Champions musim depan. Lille menempati posisi keempat yang memberi kesempatan tampil di babak kualifikasi ketiga.
Monaco wajib mengalahkan Lille demi menjaga peluang lolos ke Liga Champions. Rennes juga masih memiliki kesempatan, sedangkan Marseille justru mengalami penurunan performa dan terancam gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Pemain yang Patut Diperhatikan: Warren Zaire-Emery
Gelandang muda Prancis berusia 20 tahun itu berhasil bangkit setelah menjalani musim lalu yang cukup sulit secara pribadi karena sempat kehilangan tempat utama di skuad PSG.
Musim ini ia telah bermain lebih dari 4.000 menit di semua kompetisi bersama tim Luis Enrique, jumlah terbanyak dibanding pemain lain di skuad. Hanya Vitinha dan Willian Pacho yang juga mencatatkan lebih dari 3.000 menit bermain.
Penampilan impresifnya di lini tengah membuat Zaire-Emery kini diprediksi hampir pasti masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia. Kemampuannya bermain di berbagai posisi juga menjadi nilai tambah karena beberapa kali tampil efektif sebagai bek kanan saat Achraf Hakimi cedera, termasuk ketika menghadapi Bayern.
Statistik Penting
- PSG berpeluang meraih gelar Liga Prancis ke-14 dalam sejarah klub. Saint-Etienne menjadi klub tersukses berikutnya dengan 10 gelar.
- Les Parisiens juga bisa memenangkan Ligue 1 lima musim beruntun. Rekor terbaik di Prancis masih dipegang Lyon dengan tujuh gelar berturut-turut pada periode 2002 hingga 2008.
- Nantes yang pernah delapan kali menjadi juara Prancis kini berada di ambang degradasi untuk ketiga kalinya dalam dua dekade terakhir.
