Taktik Hansi Flick dan Pertarungan Empat Posisi Kunci di Timnas Jerman

Gila BolaHansi Flick terus berusaha persiapkan skuad Timnas Jerman jelang Piala Dunia Qatar akhir tahun ini.

Bagaimana taktik yang akan diterapkan pelatih 57 tahun itu dan persaingan pemain di setiap posisinya, berikut ini ulasan Bavarian Football Works:

Taktik
Flick sudah mantap dengan formasi 4-2-3-1, di mana bintang Hoffenheim David Raum bermain sangat agresif di posisi sayap kiri – mirip Alphonso Davies, sementara pemain RB Leipzig Lukas Klostermann bisa diandalkan di sebelah kanan.

Tentu saja, Flick tak akan punya seorang striker seperti Robert Lewandowski dalam skuadnya. Sementara dua penyerang Chelsea; Kai Havertz dan Timo Werner, memimpin lini depan, sementara pemain sayap Borussia Mönchengladbach Jonas Hofmann yang benar-benar menarik perhatian.

Werner dan Raum tetap di sebelah kiri, membuat bintang Bayern Thomas Müller akan berada di jantung lini depan. Rekan satu timnya, Leroy Sané, akan menjadi pengumpan, dan Hofmann tampil sebagai penyebar ancaman paling menakutkan. Setelah membantu edarkan bola di sebelah kanan lini tengah, ia akan menyerbu ke depan dan muncuk sebagai penyerang tengah kedua.

Rotasi Penyerang
İlkay Gündoğan akan turun dari lini tengah ke posisi kiri lini belakang untuk perhitungkan posisi Raum yang harus konstan dan stabil. Dua winger, Sane dan Hofmann, masuk ke lini tengah, membuka lini sayap. Muller bisa beralih di sebelah kanan, sementara Werner – yang sebelumnya bertumpuk dengan Raum, bisa berputar untuk berada di pusat. Sekali lagi, Sane akan menjadi outlet-nya, di mana ia akan berlari di depan playmaker. Umpan yang diarahkan kepada Raum bisa berubah menjadi umpan silang yang mematikan.

Di setiap pergerakan tim akan membantu Hofmann, yang kehadirannya dari lini tengah ke dalam area penalti akan lebih sulit dilacak pemain lawan. Vertikalitas tanpa seorang striker, hal ini kemungkinan akan menjadi solusi out-of-the-box yang akan dilakukan Hansi Flick dalam atasi masalah in-the-box Timnas Jerman selama ini.

Pertarungan Pemain Kunci
Penyerang Tengah: Kai Havertz vs Timo Werner
Pinggir: Werner.

Sementara Havertz kemungkinan punya profil yang lebih baik sebagai seorang penyerang tengah, keduanya tak bermain sepenuhnya sebagai pemain nomor sembilan. Werner menjadi mitra sempurna bagi David Raum jauh melebar di sayap kiri, dan menambahkan ciri khasnya berlari tanpa lelah di belakang lini depan. Havertz seharusnya tak boleh dilupakan, dengan kemampuannya bermain bola-bola atas dan kegemarannya menambah jumlah pemain di lini tengah. Rekan setimnya di Chelsea juga memiliki chemistry yang baik dalam berbagi lapangan.

Sayap Kiri: Leroy Sané vs Jamal Musiala
Pinggir: Jamal Musiala.

Sane tampilkan peran positif di sayap kiri, seperti halnya di Bayern Munchen pada era Julian Nagelsmann saat ini dan beroperasi sebagai pemain nomor 10. Kebiasaannya  kehilangan bola dan unggulnya permainan Jamal Musiala yang terus berkembang, membuat Sane akan tetap waspada.

Musiala juga mendapat keuntungan dari permainan menyerangnya yang tiba-tiba dari pusat lini tengah di bawah Nagelsmann, di mana ia memimpin lini tengah saat Jeman hadapi Hongaria. Sane tawarkan permainannya yang meledak dalam serangan balik, sementara Musiala unggul dalam permainannya yang cerdik dan penuh tekanan.

Gelandang Tengah: Leon Goretzka v İlkay Gündoğan
Pinggir: Gündoğan

Leon Goretzka dikenal kerap beri ancaman box-to-box yang luar biasa. Namun di bawah asuhan Flick, sekarang lini tengah yang menyerang mungkin akan diisi pemain sayap, terutama di sebelah kiri. Dengan masuknya Gündoğan, poros ganda akan tampak sangat stabil.

Pemain Manchester City ini berotasi dengan baik bersama Joshua Kimmich, dan keduanya sangat terlibat dalam sirkulasi dan kontrol bola. Selain itu, keseimbangan juga akan menjadi kunci di lini tengah. Tentu saja, ‘Kimmetzka’ telah berkembang di bawah asuhan Flick saat pelatih itu masih menangani Bayern Munchen.

Sayap Kanan: Serge Gnabry vs Jonas Hofmann
Pinggir: Hofmann

Hofmann pastinya sulit disingkirkan setelah permainannya yang konsisten untuk Die Mannschaft bersama Flick. Kabar baik bagi Jerman, Gnabry bisa unggul dalam peran yang hampir sama, yakni pemain sayap pencetak gol yang gemar berada di depan gawang.

Flick pun tahu betul Gnabry sudah mencetak banyak gol dan memiliki kecepatan dalam permainannya di lapangan. Sayangnya Gnabry alami beberapa inkonsistensi belakangan ini, dan hal itu harus dicermati dengan tepat bagaimana dia dimainkan di Bayern Munchen musim ini.