Gol Terakhir Pedro untuk Lazio Datang di Momen Perpisahan yang Emosional

Gilabola.com – Pedro menutup perjalanannya bersama Lazio dengan cara yang sulit ditulis lebih indah lagi.

Penyerang veteran asal Spanyol itu mencetak gol kemenangan saat Lazio membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Pisa pada pekan terakhir Serie A. Itu jadi laga terakhir Pedro memakai jersey Aquile.

Atmosfer di Olimpico sebenarnya jauh dari hangat. Kekalahan di final Coppa Italia dan Derby della Capitale membuat suasana internal klub memanas. Ultras Lazio juga tetap melanjutkan boikot laga kandang meski malam itu menjadi momen perpisahan Pedro.

Pisa justru lebih dulu mencuri gol pada menit ke-24.

Kesalahan Reda Belahyane di lini tengah memicu serangan balik cepat. Michel Aebischer mengirim umpan silang matang yang disambut tandukan Stefano Moreo dari jarak dekat. Alessio Furlanetto tak punya peluang menghentikannya.

Lazio sempat terlihat gugup setelah tertinggal. Pisa bahkan nyaris menggandakan keunggulan lewat situasi crossing lain dari sisi kanan, tetapi Furlanetto melakukan penyelamatan refleks penting di depan gawang.

Baru setelah itu Lazio bangkit.

Belahyane menebus kesalahannya lewat aksi individu di sisi kiri. Ia melewati lawan dengan nutmeg sebelum mengirim bola tarik ke tengah kotak penalti. Fisayo Dele-Bashiru memutar badan dan melepaskan penyelesaian mendatar untuk menyamakan skor pada menit ke-33.

Dua menit berselang, stadion akhirnya punya alasan untuk bersorak.

Pedro menerima bola di luar kotak penalti lalu melepaskan sepakan kaki kiri melengkung ke pojok bawah gawang Pisa. Adrian Semper hanya terpaku melihat bola masuk.

Gol itu langsung mengubah nuansa pertandingan.

Sebelumnya Pedro sudah beberapa kali mengancam dan memaksa Semper melakukan penyelamatan penting. Bahkan selepas turun minum, ia kembali menjadi kreator peluang saat memberi umpan matang kepada Tijjani Noslin, meski peluang tersebut gagal berbuah gol.

Pisa sendiri terus terpuruk. Klub yang sudah dipastikan degradasi itu kini menutup musim dengan sembilan kekalahan beruntun.

Mereka juga kehilangan Mehdi Leris yang mengalami cedera pergelangan kaki cukup mengkhawatirkan di babak kedua.

Di sisi lain, Pedro mendapat standing ovation saat pertandingan selesai. Malam yang pahit untuk Lazio sepanjang beberapa pekan terakhir setidaknya ditutup dengan satu momen emosional dari pemain 38 tahun tersebut.

Opini Gilabola.com

Pedro mungkin tidak lagi berada di masa emasnya, tapi laga ini menunjukkan kenapa ia tetap dihormati. Dalam suasana klub yang sedang panas dan stadion yang tidak sepenuhnya hidup, ia tetap tampil tenang dan menentukan. Tidak banyak pemain senior yang bisa menutup perjalanan dengan momen sebersih itu.