Site icon Gilabola.com

Inter Bangkit dari Ketertinggalan 3-1, Laga Gila Kontra Bologna Berakhir Imbang

Pemain Inter Milan bereaksi dalam laga dramatis kontra Bologna

Gilabola.com – Pesta juara Inter Milan hampir saja jadi malam petaka di markas Bologna. Sudah unggul lebih dulu lewat tendangan bebas Federico Dimarco, Nerazzurri kemudian justru ketinggalan dua gol sebelum akhirnya memaksa skor imbang menjadi 3-3 dalam duel sengit di pekan terakhir Serie A musim 2025/2026.

Enam gol tercipta. Ada gol bunuh diri yang terbilang aneh, comeback dramatis yang cepat, sampai tembakan keras Andy Diouf yang lanngsung buat stadion bergemuruh.

Inter datang ke laga ini dengan status juara Liga Italia setelah memastikan Scudetto sekaligus trofi Coppa Italia. Beberapa pemain utama seperti Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram, Manuel Akanji, dan Denzel Dumfries diberi libur lebih cepat. Davide Frattesi juga absen karena cedera.

Bologna sendiri memainkan Lorenzo De Silvestri yang genap berusia 38 tahun. Bek veteran itu disebut-sebut bakal pensiun setelah musim ini selesai.

Inter sebenarnya tidak langsung mendominasi jalannya pertandingan ini. Bologna malah lebih dulu mengancam lewat Jonathan Rowe dan Santiago Castro. Josep Martinez sempat membuat situasi berbahaya saat ia salah koordinasi ketika membangun serangan dari belakang.

Tapi Inter cuma butuh satu peluang bersih untuk mencetak gol.

Federico Dimarco membuka skor pada menit ke-22 lewat tendangan bebas melengkung yang masuk ke pojok atas gawang tuan rumah. Sulit dijangkau. Bersih banget!

Bek kiri Inter itu memang sedang menjalani musim luar biasa. Ia menutup Serie A musim ini dengan tujuh gol dan 17 assist.

Keunggulan Inter tidak bertahan lama. Tiga menit berselang, Bologna membalas. Federico Bernardeschi melakukan flick cerdik memakai tumit untuk mengirim bola ke Castro di kotak penalti. Bola sempat diblok Stefan de Vrij, tetapi rebound langsung disambar Bernardeschi dari jarak dekat.

Tempo pertandingan makin liar menjelang turun minum babak pertama.

Tommaso Pobega membawa Bologna berbalik unggul 2-1 pada menit ke-41. Tembakannya dari luar kotak penalti berubah arah dua kali setelah mengenai Petar Sucic dan kemudian Lautaro Martinez. Martinez benar-benar mati langkah.

Awal babak kedua jadi mimpi buruk buat Inter.

Juan Miranda mengirim umpan tarik dari sisi kiri dan Piotr Zielinski yang mencoba menghalau bola malah memasukkannya ke gawang sendiri. Bologna unggul 3-1 dan publik tuan rumah mulai percaya kemenangan sudah di depan mata.

Namun Inter belum menyerah.

Andy Diouf sempat menusuk dari kanan dan tembakannya menghantam tiang. Bola muntah langsung disambar Francesco Pio Esposito menjadi gol pada menit ke-64.

Gol itu mengubah momentum dan merubah kedudukan menjadi 3-2!

Bologna sebenarnya punya peluang memperlebar skor lagi, tetapi beberapa kesempatan terbuang percuma. Jonathan Rowe gagal menyambut crossing dari jarak dekat, lalu Momo Diouf dan Lewis Ferguson juga belum tepat sasaran.

Andy Diouf akhirnya mencatatkan namanya di papan skor menjelang akhir laga. Gelandang Inter itu menerima umpan matang Luka Topalovic, lalu melepaskan tembakan keras kaki kanan dari sudut sempit ke atap gawang Bologna.

Gol spektakuler! Skor 3-3!

Hasil imbang ini juga menghadirkan catatan unik buat Inter. Tiga kali terakhir mereka menjuarai Serie A, semuanya ditutup dengan total 89 gol sepanjang musim.

Analisis Gilabola.com

Inter terlihat bermain lebih lepas setelah memastikan gelar juara, tapi pertandingan ini juga menunjukkan mental mereka belum hilang meski beberapa pemain inti absen. Bologna pantas mendapat pujian karena berani bermain terbuka dan sempat membuat Inter kerepotan hampir sepanjang laga.

Exit mobile version