
Gilabola.com – Inter Milan memastikan diri sebagai juara Italia untuk ke-21 kalinya setelah mengalahkan Parma dengan skor 2-0. Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan menjadi penentu kemenangan yang memulai pesta di San Siro.
Tim berjuluk Nerazzurri hanya membutuhkan satu poin untuk mengunci gelar setelah hasil imbang 0-0 yang diraih Napoli melawan Como. Dalam laga ini, Hakan Calhanoglu dan Luis Henrique absen karena cedera, Lautaro Martinez kembali tersedia dari bangku cadangan, sementara Alessandro Bastoni tampil sebagai starter untuk pertama kalinya dalam tiga pekan. Di sisi lain, Parma sudah memastikan bertahan di Serie A dan tampil tanpa tekanan, meski tidak diperkuat Matija Frigan dan Benja Cremaschi.
Peluang pertama hadir melalui sundulan tipis Denzel Dumfries dari umpan Nicolò Barella, tetapi bola melenceng tipis dari sasaran. Parma juga sempat mengancam, namun Mateo Pellegrino gagal memaksimalkan peluang dari jarak sekitar 11 meter setelah menerima umpan Adrian Bernabé dari sisi kanan.
Pada menit ke-26, tuan rumah nyaris mencetak gol lewat skema serangan rapi yang diakhiri tendangan keras Barella. Bola membentur mistar, memantul mengenai tubuh kiper Zion Suzuki, namun sang penjaga gawang sigap mengamankan bola rebound dari jarak sangat dekat sebelum disambar Thuram.
Upaya Dumfries berikutnya berhasil diblok Abdoulaye Ndiaye, tetapi kebuntuan akhirnya pecah di masa tambahan waktu babak pertama. Thuram berhasil lolos dari jebakan offside saat menerima umpan terobosan Piotr Zielinski, mengontrol bola, lalu menyelesaikannya dengan kaki kanan dari jarak sekitar 6 meter. Gol tersebut menjadi yang kelima secara beruntun bagi penyerang asal Prancis itu di Serie A.
Memasuki babak kedua, Pio Esposito harus ditarik keluar akibat cedera punggung dan digantikan oleh mantan striker Parma, Ange-Yoan Bonny. Lautaro Martinez juga dimainkan dalam 25 menit terakhir.
Federico Dimarco hampir menambah assist dalam musim impresifnya, tetapi Mkhitaryan gagal memanfaatkan peluang dari jarak dekat setelah bola berhasil dibersihkan Hans Nicolussi Caviglia. Peluang lain dari umpan Dimarco juga gagal dimaksimalkan Dumfries, sementara percobaan Lautaro masih bisa diamankan Suzuki.
Gol kedua akhirnya tercipta saat Lautaro lolos dari jebakan offside di sisi kanan dan mengirim umpan tarik yang diselesaikan Mkhitaryan dari jarak sekitar 5 meter.
Parma sempat mencetak gol lewat Nesta Elphege di akhir pertandingan, namun dianulir karena Pontus Almqvist lebih dulu berada dalam posisi offside saat proses serangan.
Davide Frattesi hampir menambah keunggulan tak lama setelah masuk menggantikan Barella, tetapi tendangannya masih bisa dihentikan Suzuki tepat di garis gawang.
Ikuti Gilabola.com di Google News
