Luciano Spalletti mulai meragukan apakah para pemain Juventus masih mengikuti arahannya setelah I Bianconeri dibantai Lazio dengan skor 0-3 pada pekan lanjutan Liga Italia 2026-2027, Minggu (18/10/2026).
Kekalahan di Allianz Stadium, Turin, itu menjadi yang kedua bagi Juventus sepanjang musim ini. Spalletti bahkan mengakui dirinya perlu melakukan evaluasi mendalam, terutama terhadap kinerjanya sendiri.
Pelatih asal Italia tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan setelah Juventus kehilangan keseimbangan saat kalah dari Sassuolo. Kini, tekanan terhadap Spalletti kembali meningkat setelah anak asuhnya tampil mengecewakan di hadapan pendukung sendiri.
Situasinya mengingatkan pada periode akhir musim 2025-2026, ketika Juventus terancam gagal mengamankan tiket Liga Champions.
Spalletti Mulai Meragukan Pemain Juventus
Pernyataan Spalletti setelah kekalahan dari Lazio langsung mencuri perhatian. Ia bahkan tidak bisa memastikan apakah skuadnya masih memiliki kepercayaan penuh terhadap arahan yang diberikan.
“Jika alih-alih membaik, kami justru semakin buruk, saya harus melakukan analisis mendalam, terutama terhadap diri sendiri,” kata Spalletti.
“Apakah tim masih mengikuti saya? Sampai kemarin, saya pikir bisa menjawab iya. Tapi, setelah hari ini, saya mungkin tidak tahu,” ujarnya, dikutip dari sejumlah media.
Spalletti menegaskan dirinya memiliki hubungan baik dengan para pemain. Ia juga mengaku selalu ingin berbagi pemikiran dengan skuad yang dilatihnya.
Pernyataan tersebut semakin menarik perhatian karena Spalletti tidak mendampingi Juventus dari pinggir lapangan saat menghadapi Lazio. Ia menjalani hukuman larangan mendampingi tim setelah menerima kartu merah dalam pertandingan melawan Cagliari pada akhir pekan sebelumnya.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Spalletti Bongkar Kelemahan Juventus
Kekecewaan Spalletti tidak berhenti sampai di situ. Ia melontarkan sejumlah kritik tajam terhadap penampilan Juventus yang dinilai gagal mengimbangi permainan Lazio.
“Kami kehabisan ide.”
Spalletti juga menilai Juventus tampil lebih buruk daripada Lazio. Menurutnya, I Bianconeri tidak mampu mengendalikan pertandingan maupun menemukan cara untuk mengembangkan permainan.
“Kami rapuh dalam duel dan reaksi. Saya tidak menyukai banyak sikap para pemain,” kata Spalletti.
Pelatih berusia 67 tahun itu turut menyoroti lambatnya respons para pemain, baik secara fisik maupun mental.
“Kami lambat, baik dalam pergerakan kaki maupun pikiran.”
Spalletti menilai persoalan Juventus tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan taktik atau perubahan sistem permainan.
“Jika terlalu lambat bereaksi, tidak menunjukkan hati dan ritme permainan, taktik serta sistem menjadi tidak relevan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kurangnya tempo, ide, kerja keras, serta ketahanan mental para pemain ketika pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.
“Kami rapuh.”
Spalletti Tanggapi Kritik Bremer
Persoalan Juventus semakin menarik setelah Gleison Bremer, yang mengenakan ban kapten dalam pertandingan tersebut, ikut berbicara mengenai masalah tim.
Bek asal Brasil itu mengakui bahwa pelatih memang memberikan instruksi. Akan tetapi, para pemain tetap memiliki tanggung jawab untuk menerapkannya di lapangan.
Bremer juga menegaskan dirinya tidak bisa memikul tanggung jawab seluruh pemain seorang diri. Menurutnya, setiap pemain memiliki karakter berbeda dalam menghadapi tekanan.
“Kami bisa mendorong mereka sampai batas tertentu, tetapi itu saja. Ada pemain yang memiliki karakter lebih kuat daripada yang lain,” kata Bremer.
Ia kemudian menyinggung reaksi sejumlah pemain ketika mendapatkan siulan dari pendukung Juventus di Allianz Stadium.
“Jika mendengar siulan, mereka bersembunyi dan merasa takut,” ujar Bremer.
Bremer memahami bahwa Juventus memiliki banyak pemain baru dan pemain muda. Kondisi tersebut membuat skuad saat ini berbeda dibandingkan Juventus beberapa tahun sebelumnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian pemain mampu merespons situasi buruk dengan tekad kuat, sedangkan pemain lainnya justru memilih bersembunyi.
Spalletti Minta Evaluasi Dimulai dari Diri Sendiri
Spalletti kemudian dimintai tanggapan mengenai pernyataan Bremer saat diwawancarai Sky Italia.
Pelatih Juventus itu tidak sepenuhnya menolak kritik sang bek. Ia justru menilai Bremer perlu memberikan analisis, tetapi evaluasi tidak boleh hanya diarahkan kepada pemain tertentu.
“Dia harus menjawab dan bagus jika dia melakukan analisis. Tapi, dia juga terlibat dalam pertandingan malam ini, sama seperti saya,” kata Spalletti.
“Kami perlu membicarakan diri sendiri sebelum membicarakan tim, bukan hanya secara individu. Akan mudah untuk menyalahkan hal-hal lain. Saya harus mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri dan mencari jawabannya,” ujarnya, dikutip dari Gianluca Di Marzio.
Kekalahan telak dari Lazio jelas menambah tekanan terhadap Spalletti. Juventus tidak hanya kehilangan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan sejumlah persoalan dalam permainan dan mentalitas skuad.
Spalletti kini dituntut mencari jawaban atas penurunan performa tersebut. Jika Juventus kembali tampil mengecewakan, tekanan terhadap sang pelatih berpotensi semakin besar.


