Rekor tak terkalahkan Como berakhir usai kalah 0-2 dari Frosinone. Cesc Fabregas menyebut laga tersebut sebagai penampilan buruk timnya.
Cesc Fabregas mengecam performa timnya setelah rekor tak terkalahkan Como di awal musim Serie A berakhir secara menyakitkan.
Como dipaksa kalah 0-2 saat bertandang ke markas Frosinone di Stadio Benito Stirpe.
Kekalahan tersebut terasa mengejutkan karena I Lariani sebelumnya belum terkalahkan di awal musim Serie A.
Dua gol Frosinone tercipta pada babak pertama melalui Giacomo Calo dan Giorgi Kvernadze.
Como bahkan sudah kebobolan lebih dari satu gol sebelum jeda untuk keempat kalinya sepanjang kiprah mereka di Serie A.
Hasil minor tersebut membuat Como gagal menyamai perolehan poin Roma dan Inter di puncak klasemen Serie A.
Fabregas tidak menutupi rasa frustrasinya setelah pertandingan. Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengakui dirinya gagal mempersiapkan skuad secara efektif.
“Saya sudah menjelaskan sebelum pertandingan seperti apa tim Frosinone itu. Mungkin, saya tidak cukup baik dalam memastikan tim memahaminya,” kata Fabregas kepada wartawan.
“Saya tidak akan terkejut jika kami menang 4-1 hari ini, karena Palmisani melakukan banyak penyelamatan.”
Kiper Frosinone, Lorenzo Palmisani, memang tampil luar biasa dalam pertandingan tersebut.
Fabregas juga mengakui Como memiliki empat peluang untuk mencetak gol. Akan tetapi, mereka gagal mengimbangi permainan yang diterapkan Frosinone.
“Frosinone melakukan hal dengan baik untuk menyakiti kami, kami jelas harus berkembang. [Ini] adalah pertandingan buruk pertama kami dalam lima bulan,” ujarnya.
“Ini adalah mahakarya Frosinone. Sangat jelas apa yang ingin dilakukan Frosinone.”
Kekalahan tersebut menjadi penampilan buruk pertama Como dalam lima bulan terakhir. Sebelumnya, mereka tersingkir di semifinal Coppa Italia melawan Inter.
Di sisi lain, kemenangan membuat Frosinone mengoleksi 10 poin. Mereka sekaligus mencatatkan awal lima pertandingan terbaik sepanjang sejarah klub di kasta tertinggi.
Como kini turun ke posisi kedelapan setelah menelan kekalahan liga pertamanya.
Serie A kemudian memasuki jeda internasional. Como akan kembali bertanding pada 11 Oktober dengan menjamu Roma di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi I Lariani untuk bangkit sekaligus kembali membidik persaingan papan atas.

