Analisis Performa Defensif Arsenal Jadi Kunci Kemenangan atas Atletico Madrid

Gilabola.com – Pada menit ke-51, ketika Atletico Madrid mengirim bola lambung ke ruang di antara garis pertahanan dan penjaga gawang, gambaran singkat tentang permainan Arsenal terlihat jelas. Hampir sempurna. Tim asuhan Mikel Arteta jarang melakukan kesalahan fatal seperti yang tampak dilakukan William Saliba, saat sundulannya justru mengarah nyaman ke Giuliano Simeone yang siap menyambarnya di depan David Raya.

Melawan sebagian besar tim di lima liga top Eropa, situasi itu hampir pasti berbuah gol. Peluang yang sangat mudah diselesaikan. Bahkan ada beberapa tim yang mungkin memberi Simeone waktu santai untuk berpikir sebelum mencetak gol. Namun tidak dengan Arsenal.

Yang tidak dimiliki tim lain adalah pertahanan kokoh yang dipimpin Gabriel Magalhaes. Bek asal Brasil itu, bersama Saliba, Raya, serta para bek sayap bertubuh kuat, membentuk fondasi yang mampu membawa tim melaju jauh di Liga Champions. Inilah yang memungkinkan mereka tetap mencatat clean sheet meski gawang sempat terbuka lebar.

Situasi tersebut memang berisiko penalti. Namun Gabriel tidak punya banyak pilihan selain mengambil tindakan, meski berpotensi mengorbankan peluang tampil di final. Jika salah, ia bisa mendapat kartu merah, membuka peluang besar bagi lawan untuk menyamakan skor, dan membuat tim harus bertahan dalam tekanan panjang. Kontaknya dengan Simeone memang tidak terlalu jelas, begitu juga dengan sentuhan ke bola. Namun kehadirannya cukup mengganggu hingga membuat tembakan lawan melenceng. Wasit Daniel Siebert menilai tidak ada pelanggaran, dan VAR mendukung keputusan itu. Bahkan Diego Simeone pun tidak mempermasalahkannya.

Perdebatan tetap ada, apakah Gabriel salah membaca situasi atau tidak. Namun yang jelas, situasi berbahaya itu berhasil diubah menjadi sekadar perdebatan penalti, peluang kecil dengan nilai xG 0,22, tanpa menghasilkan sepak pojok bagi lawan.

Sepanjang kompetisi ini, Arsenal menunjukkan konsistensi luar biasa. Mereka hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan, dan hanya dua di fase gugur. Catatan seperti ini sangat jarang. Chelsea pada musim 2020-21 pernah melakukannya, begitu juga Arsenal sekitar 20 tahun lalu saat mencapai final dengan pertahanan solid.

Perbedaannya, tim Arsenal saat ini sudah dibangun dalam waktu lama. Semua pemain dituntut berkontribusi saat kehilangan bola. Jika tidak, sulit bertahan dalam tim utama Arteta. Pada laga ini, seluruh pemain bekerja keras, dimulai dari lini depan lewat Viktor Gyokeres yang terus berjuang merebut bola.

“Ini luar biasa,” kata Arteta mengenai lini pertahanannya. “Gyokeres menjadi contoh dalam menentukan ritme dan kebiasaan saat tim tidak menguasai bola. Ini hasil kerja seluruh tim.”

Penampilan tersebut sebenarnya hanya versi terbaik dari standar mereka. Antoine Griezmann, Ademola Lookman, hingga Julian Alvarez dibuat kesulitan dan hanya menghasilkan peluang minim. Bahkan dalam periode tertentu, Atletico Madrid tidak menyentuh bola di area penalti selama lebih dari 15 menit. Performa seperti ini bahkan bisa diapresiasi oleh Simeone, yang dikenal mengandalkan pertahanan kuat dalam timnya.

Ia juga tidak ingin membahas keputusan penalti atau cara Arsenal mengulur waktu di akhir laga. Dari ekspresinya, terlihat jelas rasa hormat terhadap lawan.

“Jika kami tersingkir, itu karena lawan memang pantas lolos,” ujarnya. “Mereka memanfaatkan peluang besar di babak pertama. Saya tetap tenang. Tim sudah memberikan segalanya.”

Berbeda dengan suasana di Emirates Stadium yang penuh euforia. Declan Rice menegaskan pencapaian tim tidak boleh dianggap remeh.

“Kami berhak merayakan momen ini. Ini kompetisi paling bergengsi di level klub. Kami ingin menikmati setiap detiknya,” kata Rice.

Selanjutnya, Arsenal akan menghadapi ujian terbesar mereka. Entah melawan tim yang diperkuat Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele atau yang memiliki Harry Kane dan Michael Olise, tantangan di final nanti akan sangat berat.

Namun satu hal sudah terbukti. Bahkan ketika terlihat tidak mungkin menghentikan lawan mencetak gol, Arsenal selalu menemukan cara.

Ikuti Gilabola.com di Google News